
Awan pagi mulai turun sekitar pukul 06.00 kabut pekat masih menyelimuti bumi perkemahan mahasiswa jurusan seni itu, suara ayam berkokok mulai bersahutan terdengar dari kejauhan, suara burung-burung di dahan-dahan pohon terdengar seperti melodi yang disusun indah, menandakan pagi sudah tiba, sementara di ufuk timur sang Surya mulai menyapa dunia ditandai oleh cahayanya yang mulai menerangi semesta.
Piket pagi mulai beraksi memasak sarapan untuk mereka, Bunga dan Luna pergi mencari sumber air yang menurut informasi dari dosen pendamping hanya berjarak 20 meter dari lokasi kemah, mereka berdua segera mandi di pagi buta itu karena menurut mereka itu jadwal mandi yang sangat baik untuk kesehatan, disamping nanti teman-teman yang lain pada bangun pastinya antri pun akan berlaku, jadi sebelum itu terjadi Bunga dan Luna mengambil inisiatif sendiri untuk mandi dan bersih-bersih terlebih dahulu.
Di dekat camp trio julid belum terdengar mereka melakukan aktifitas mungkin saja mereka bertiga masih tidur pulas di dalam camp.
Suara Piluit terdengar begitu kuat karena di sandingkan dengan toa pengeras suara, setelah beberapa kali di bunyikan semua mahasiswa baru bangun dari mimpinya, sedangkan Bunga dan Luna sudah selesai sarapan dan tinggal menunggu aba-aba untuk jelajah alam.
"Bunga, Luna, kalian kemari," panggil dosen pendamping.
"Iya pak ada apa?," tanya Bunga.
"Kalian kan sudah selesai sarapan, sekarang kalian bapak tugaskan untuk keliling di perkemahan membangunkan teman-teman yang lain," titah dosen itu.
"Baiklah pak ," jawab sigap Luna.
"Eh Luna kita kemana duluan?," tanya Bunga.
"Ya ke arah kemah cewek aja dulu," ucap Luna.
"Okkkkk," jawab Bunga.
Mereka berdua segera melakukan tugas yang diperintahkan, pertama mereka keliling sekitar kemah cewek dan melihat tinggal satu kemah yang belum ada tanda-tanda mereka bangun, yaitu kemah trio julid yang sudah di perhatikan dari pagi buta.
"Reny, Ica, Shasa, bangun........," teriak Luna.
"Hmmmmmmmmmmm," suara dari dalam kemah.
"Kalian bangun sekarang kita segera berangkat jelajah alam," teriak Bunga dengan kuat.
Tanpa basa basi mendengar kalimat segera berangkat trio julid keluar dari kemahnya dengan rambut acak-acakan dan masih mengenakan baju tidur.
"Lihat yang lain tuh, semua sudah pada selesai sarapan hanya tinggal beberapa orang, kalian mau ikut atau jaga kemah aja," ucap Luna dengan ketus.
"Jelas kita ikutan dong," jawab Ica.
"Ya udah buruan kalian siap-siap kita mau lanjut keliling dulu," ucap Bunga.
__ADS_1
"Hm iya ," jawab singkat Shasa.
Melihat yang lain pada sarapan trio julid langsung menuju tempat masak mereka, yang peralatan masak belum di cuci bekas masakan mereka yang gosong, akhirnya Ica disuruh untuk ke sungai membersihkan peralatan itu, sementara Reny dan Shasa menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak pagi itu.
Bunga dan Luna sedang berada di area kemah laki-laki dan melihat Bimu, Afif serta very lagi duduk santai di depan kemah.
"Hey kak," sapa Luna dengan semangat.
"Iya, ehhh ada Bunga juga," ucap Afif.
"Hm hm hm ,,,," Bimu yang pura-pura batuk mendengar Afif mulai beraksi menggoda Bunga.
"Iya Bunga kalian ada apa kemari?," tanya Very.
"owhh kita tadi dapat perintah dari dosen pendamping untuk berpatroli sekitar bumi perkemahan, untuk membangun kan mahasiswa lainnya," jawab Luna.
"Kalian udah sarapan kak," tanya Bunga.
"Jelasss sudah dong," jawab Afif dengan semangat.
"Baguslah kalau begitu," jawab Bunga.
"Hm jadi cuma Bimu yang dapat kita berdua nggak?," jawab Afif langsung menyambar.
"Lohhhh tadi kakak bilang udah, ya ini untuk kak Bimu doang," jawab Bunga dengan polos.
"Hahahaha emang enak, makanya punya adik itu yang baikkk dan pengertian kepada kakanya," ucap Bimu.
"Hmmmm dasar Bimu, sini bagi," sahut Very sambil mengambil makanan itu dari tangan Bimu.
"Huhhhhh dasar Bungaaaaaa .. caper banget sih jadi cewekkk," teriak Reny yang melihat kejadian itu.
"Uhhhh udah sabar,,,, kamu sih bangunnya telat jadi kena tikung dehh," sindir Shasa.
"Emang kamu ngak telat??? dasar udah diam aja kamu," ucap Reny yang bercampur emosi.
"Ini lagi si Ica blom balik-balik juga," jawab Shasa.
__ADS_1
"Kenapa sihhh, harus ada Bunga di perkemahan ini, buat aku nggak mood tau nggak," ucap Reny.
"Yahhh kalau Bunga nggak ada disini kita mungkin udah tertinggal karena nggak ada yang bangunin kita," jawab Shasa.
"Udah diam, siapa suruh kamu belain si cewek desa itu," ucap Reny.
"Hayyy guyssss aku datang, ihhh kalian tau nggak airnya itu disana segarrr banget kalian nggak mau mandi?," ucap Ica dengan polosnya.
"Ohh pantesan aja kamu lama disana, kamu sekalian mandi??? dasar nggak mikiri teman asik sendiri aja," jawab Reny bertambah ilfil melihat Ica.
"Yeeee kan namanya memanfaatkan waktu, sekali jalan dua pekerjaan selesai," jawab Ica.
"Sudah ngapain bertengkar, kapan masaknya ini kalau masih bertengkar ," ucap Shasa yang menjadi penengah.
"Baiklah selamat masak, aku ganti pakaian dulu," jawab Ica yang meninggalkan Shasa dan Reny untuk memasak sarapan.
Lima belas menit berlalu trio julid selesai sarapan, suara Pluit tanda berkumpul pun terdengar, sementara Reny dan Shasa belum sempat untuk mandi, baru Ica yang berhasil mandi di pagi itu, yang dua lagi hanya mengganti pakaian saja.
"Semua Mahasiswa berkumpul bawa perlengkapan kita jalan sekarang," ucap dosen pendamping mereka.
"Siap pak," sahut seluruh mahasiswa.
Para mahasiswa di atur dengan baris sesuai kelompok yang sudah ditentukan sebelumnya. Didalam kelompok Bunga ada Very yang menemani, sementara tapat di belakang mereka ada Afif, dan didepan ada Bimu.
mereka membagi kelompok tidak berjauhan satu sama lainnya. Apalagi Afif yang ingin memanfaatkan situasi untuk mendekati Bunga. Dua kelompok di belakang Bunga ada trio julid dengan barang-barang yang nggak berguna di tangan mereka. Ngak ada guna Kipas dibawa ke hutan.
Perjalanan dimulai waktu yang diperlukan untuk menjelajahi hutan sekitar 5 jam perjalanan dengan 3 posko peristirahatan. tepat di posko pertama semua mahasiswa masih semangat karena jalannya masih mudah untuk dilalui, semua beristirahat hanya 5 menit saja, baru kemudian dilanjut kembali.
Pemandangan yang menakjubkan dan lokasi masih asri dikelilingi hutan tropis yang memanjakan mata, setiap pendaki akan merasakan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Beragam flora dan fauna langka maupun endemik dengan mudah ditemukan, seakan pendaki bisa memperoleh data yang begitu banyak saat mendaki di hutan wisata tersebut.
Anak sungai yang ditemukan di alam liar dengan air yang begitu jernih dihiasi oleh ikan-ikan kecil menambah indahnya suasa di pinggiran sungai itu, dan posisi sungai yang memadai apabila ada yang ingin mengadu adrenalin untuk Arum jeram. Perjalanan singkat tapi sangat berkesan bagi mahasiswa jurusan seni itu.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
__ADS_1
...Jangan Lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...