
"Kamu buruan datang Pak Bos mau ke hotel, gak lucu nanti kalau ada yang telat di shif kita," ucap Siti.
"Ba baiklah aku berangkat sekarang," jawab Bunga dan langsung memutuskan telepon dari Siti.
Sampai di hotel napas bunga terengah-engah sangking capeknya berlari dari parkiran, akibat dia takut telat ,selama ini pak bos sangat bangga terhadap Bunga jadi dia tidak ingin melihat pak bos merasa kecewa akibat ulah Bunga.
"Siti mana pak bos, sudah datang," tanya Bunga terhadap Siti.
"Belum Bunga, kamu belum terlambat kok, santai aja," jawab Siti.
Bunga langsung merasa tenang atas jawaban itu, dan mencari posisi untuk duduk, Bunga masih merasakan capeknya berlari tadi.
"Kalau tau pak bos belum nyampe, aku gak bakal lari-lari seperti ini Siti," ucap Bunga.
Dari jauh ternyata Dedi melihat Bunga yang sedang berlari-lari, dan ingin menemui Bunga.
"Nih,,, " ucap Dedi sambil menyodorkan sebotol minuman dari tangannya.
Tanpa basa basi Bunga langsung mengambil minuman itu dan segera meminumnya, tanpa melihat siapa yang sudah memberikan itu kepadanya. Lalu Bunga kemudian memutar arah ingin mengucapkan terimakasih kepada orang yang sudah memberikan minuman kepadanya.
"Eh... eh... kamu Ded ," ucap Bunga dengan merasa malu terhadap temannya itu.
"Udah gak usah malu-malu gitu, biasa aja seperti tak kenal aku aja," ucap Dedi .
"Hm.... makin mesra aja nih," sindir Clara.
"Aduh maaf mbak, apa sih yang mesra kita temanan mbak, bukan pacaran," jawab Bunga.
"Yaaaa kalau mau pacaran juga gak apa-apa kok, kan gak ada yang melarang itu," ucap Clara.
"Gak mbak, Dedi ini sudah punya calon istri jadi gak mungkin lagi sama Bunga," jawab Bunga lagi mengada-ada calon istri Dedi.
"Apa sih Bunga, aku kan belum punya calon," sahut Dedi dengan polosnya.
"Tuh kan ketahuan juga, Bunga bohongnya," sindir Clara .
__ADS_1
Tengah asik berbincang satpam memberikan kode kalau bos datang, mereka semua bersiap menyambut kedatangan bos dari hotel itu, dan Dedi duduk disudut menunggu Bunga kembali, setelah menyambut si pemilik hotel.
Yang mereka tunggu adalah pak bos sementara yang datang mereka lihat adalah anaknya pak bos, ya siapa lagi kalau bukan mr.cool alias Bimu.
"Huh tau mas Bimu yang datang mana mungkin aku mengejar waktu kek gini huh,, capeknya bukan lagi," gumam Bunga.
Selesai menyambut para karyawan kembali lagi ke pekerjaan masing-masing, sementara Bunga kembali menemui Dedi yang masih setia menunggu dirinya di sudut hotel. Bimu yang langsung menuju ruangannya, dan meminta maneger datang ke ruangan itu, Bimu ingin melihat perkembangan hotel keluarganya memalui buku tamu.
Sungguh terkejut Bimu melihat tamu-tamu yang begitu banyak berkunjung ke hotel mereka dan resto juga memiliki tamu yang luar biasa banyaknya. Bimu merasa bahagia dan bangga karena hotel keluarganya itu mengalami kenaikan yang drastis. sepertinya mereka puas dengan pelayanan di hotel itu.
Selesai melihat buku tamu, pak manager pun kembali meninggalkan ruangan itu, lalu Bimu melihat-lihat cctv ,dia ingin men cek kondisi sekitar hotel, tapi apa yang dia lihat. Dia melihat di salah satu cctv bahwa Bunga tengah asik mengobrol dengan seorang tamu yang tidak Bimu kenal, bahkan tidak pernah ia lihat, Bimu melihat laki-laki itu yang lumayan tampan dan gagah, membuat ia cemburu buta akan hal itu, dia mengira itu adalah pacarnya Bunga. Bimu agak sedikit emosi karena terbakar cemburunya. dan ia langsung menelpon Clara untuk segera menyuruh bunga menghadapnya di ruangan bos.
"Bunga,,, bunga... kamu di panggil tuh sama mas Bimu. kamu disuruh untuk ke kantor sekarang," ucap Clara.
"Baiklah ," jawab Bunga, yang bertanya-tanya ada perlu apa Bimu memanggilnya.
"Dedi maaf ya aku ke ruangan pak bos dulu, kamu gak apa-apa bkan aku tinggal sebentar," ucap Bunga kepada Dedi yang tidak merasa enak kepada temannya.
"Iya iya aku gak apa-apa kok, yaudah aku pun balik ke kamar aja dulu, istirahat, " sahut Dedi.
Bunga pun bergegas menuju ruangan pak bos.
"Tok...tok...tok.. permisi" ucap Bunga.
"Iya masukkkk," teriak Bimu.
krekkkkkk,,,, suara pintu terbuka.
"Ada apa ya mas, kok manggil Bung," tanya Bunga dengan kebingungannya.
"Kamu habis dari mana," tanya Bimu, apa Bunga menjawab dengan jujur.
"Saya dari bawah mas, kebetulan tamu hotel kita ada salah satu teman ku dulu ketika dia di desa, waktu kecil kami selalu bersama kebetulan mereka pindah pas itu, nah baru ini ketemu lagi setelah sekian lama," jawab Bunga dengan polosnya.
Oh ternyata hanya temannya, aku kira sudah kekasihnya, berarti kesempatan masih terbuka lebar. Kenapa pula aku ini cepat emosi melihat Bunga dekat dengan pria lain, rasanya aku tidak ingin melihat kejadian seperti itu lagi, kalau aku melihat itu rasanya seperti terbakar dalam hatiku,"gumam Bimu dalam hatinya.
__ADS_1
"Masss.... ada lagi yang ingin ditanya," ucap Bunga yang melihat Bimu sedang melamun, mungkin memikirkan sesuatu.
"Tidak ada lagi kok, kamu boleh kembali lagi bekerja," titah Bimu, yang merasa sudah salah paham terhadap Bunga.
Sampai Bunga di lantai dasar ,ia memikirkan hal tadi, dia disuruh menghadap Bimu, cuma untuk mendapatkan pertanyaan yang tidak ada faedahnya sama sekali, ini membuat Bunga bertanya-tanya apa ada hal lain yang mas Bimu sembunyikan atau tidak.
Masa cuma khusus menanyakan hal itu.
"Bunga ada apa ,kok tumben mas Bimu menyuruh kamu ke ruang pak bos," tanya Clara.
"Oh gak kok mbak, tadi mas Bimu cuma nanya kegiatan di kampus selanjutnya," jawab Bunga yang tidak ingin membuat Clara menjadi curiga terhadapnya, kalau dia katakan yang sebenarnya pasti mbak Clara memikirkan hal yang tidak-tidak pastinya.
"Oh cuma menanyakan hal itu, aku kira ada hal penting, secara tiba-tiba banget ngomongnya seperti itu," sahut Clara.
"Iya mbak eee, gak ada yang penting kok, hanya kebutuhan di kampus aja nantinya, sepertinya mas Bimu, merancang sesuatu untuk di kampus kalau nanti sudah masuk lagi mbak," jawab Bunga.
"Baiklah kalau begitu, kita kembali bekerja yuk, biar cepat istirahat nanti, palingan bentar lagi mas Bimu udah mau pulang kok," sahut Clara.
"Baiklah mbak, eh Mbak Siti kemana ya, tumben ngilang gak keliatan," tanya Bunga kepada Clara.
"Oh iya aku baru sadar kalau Siti gak disini, biasanya kan selalu nempel dengan kita, ini kok gak ada ," jawab Clara yang kebingungan juga.
"Sudah lah mbak ,palingan bentar lagi muncul tuh si Mbak Siti," ucap Bunga.
Mereka pun.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like, Vote & komen yang membangun...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1