
Malamnya saat Bunga Di Hotel ternyata dia mendapat suprice dari teman- temannya.
Yang sudah mendapat kabar kalau Bunga menjadi juara pertaman di kampus.
“ Aduh ,,, jadi terharu nihhh,,, Maksih ya semuanya,’’ tutur bunga.
‘’sama – sama bunga,” sahut semua temannya.
Tak lama kemudian Bunga seperti biasa melakukan tugas – tugasnya dengan baik.
Bunga, sekarang sudah sangat telaten dalam pekerjaannya, dan mulai jatuh hati dengan pekerjaan itu
Clara yang terkenal cuek , takluk di dengan sikap Bunga yang periang nan polos, apalagi Bunga berparas cantik.
Saat itu juga tiba – tiba pak Rayhan si pemilik Hotel datang.
Semua karyawan tengan berbaris secepat nya untuk menyambut kedatangan Bos besarnya,
Ya malam ini tepat satu bulan Bunga bekerja di Hotel itu.
“ Bunga, selesai ini segera keruangan saya,” ucap pak Rayhan.
Disamping mau gajian
Pak Rayhan ternyata sudah mendengar kabar
Kalo Bunga berprestasi juga di kampus, pak Rayhan mengetahui itu semua karena dia salah satu donatur untuk acara Kampus tersebut.
Tok,,tokk,,tokkkk,,,
“ Permisi pak,” tutur Bungan denga lembut.
“Iya masuk saja,” jawab pak Rayhan.
‘’ Oh,,, ada apa ya pak??? Saya berbuat apa? Kok dipanggil sendiri ,??? Secara spontan mulut Bunga melontarkan beberapa pertanyaan sangking gugupnya.
“ Hahahaha, gk kok Bunga Saya memanggilmu bukan karena kamu melakukan kesalahan, tapi karena saya sudah mendengar berita tentang prestasimu di Kampus, dan kinerja mu di hotel saya ini,” jawab tegas pak Rayhan.
“ Mmm Iya pakk ,, Maaf , saya kira saya melakukan kesalahan,” sahut Bunga sambil menunduk.
“ Ini Gaji kamu selama sebulan, dan ini sebagai hadiah lah buat kamu karena kemenangan itu, pertahankan dan tingkatkan ya,” ujar pak Rayhan.
“ Aduh ,,, aduh,,, makasih banyak pak, pasti pak, sekuat tenaga saya akan saya pertahankan,” jawab Bunga lagi.
Waktu pulang pun tiba.
Sampai di kost Bunga menghitung berapa jumlah yang ia dapatkan dari pak Rayhan.
Al hasil Bunga terkaget – kaget melihat jumlah yang begitu banyak.
“ kalo kekgini terus sih, kerja 6 bulan udah cukup selama setahun,” gumam Bunga dalam hati
__ADS_1
Kali ini dia tidak mengirim uang ke Desa
Karena baru seminggu yang lalu ia mengirim uang
Dia berencana untuk mengirim bulan depan lagi.
Selesai sarapan, Bunga segera bersiap lagi menuju Kampus.
“Bungaaaaa” teriak Luna dari jauh.
Bunga segera menuju sumber suara itu yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri
“ Iya Lun ada apa sihh,, kok teriaknya kencang banget” tanya Bunga.
“ Nihh kamu lihat sendiri, Potomu di pajang tuh di Mading kampus atas kemenangan kmaren, jadi trending topik deh pagi ini,” jawab Luna.
“ Ya Alhamdulillah dong bisa di kenal banyak orang,” sahut Bunga lagi.
“ Karena Luna tahu ada team julid juga dikampus yang pastinya merasa tersaingi oleh sahabatnya, jadi
Luna ingin melindungi sahabatnya tersebut.
Namun, karena kepolosan Bunga pemikirannya gk sampe ke arah sana.
Belum apa – apa masih ke khawatiran Luna saja sudah muncul para geng julid sialan itu.
“ Woy anak baruu,,, gk usah sok, mentang- mentang hits di kampus,’’ tutur salah satu dari geng itu.
“ Helloo,,,, dasar anak Desa , seluruh kampus kenal sama kita – kita ya kan geng, memang ni anak aja yang dari Desa pantesan Kolot, gk kenal dengan kita,” sahut dari geng itu lagi.
“ Ohh, maaf kalo saya gk kenal sama kalian, lagian saya kesini untuk belajar bukan mau nyari masalah, Permisi,” jawab Bunga dengan ketusnya.
“ Dasar anak Norakkkkkkkk” teriak mereka.
Sampai di ruangan Luna langsung bertanya pada Bunga.
“ Eh Bunga kamu gk takut sama orang itu,” tanya Luna.
“ Ngapain takut sih Lun, mereka juga makan nasi keknya, bukan makan Besi,” jawab Bunga.
“Terserah kamu aja lah Bunga” tutur Luna.
“ Lagian, selagi kita di jalan yang benar ngapain kita takut sama mereka, toh kita gk pernah minta – minta sama orang itu,” ucap Bunga.
Memang itu yang selalu menjadi tekat luna, selagi di jalan yang benar.
Tidak merugikan orang lain, ngapain takut sama orang itu, kita kan takutnya hanya sama sang pencipta.
Dengan prestasi Bunga, menjadikan dirinya buah bibir dikampus, jadi geng julid Reny itu selalu mengganggu Bunga setiap kali mereka melihat bunga.
Tapi, Bunga tidak mau kalah, dia sudah di tempa di desanya untuk melindungi dirinya dari bahaya, dan dengan Tekat kuatnya ia tak gentar untuk berhubungan dengan geng itu.
__ADS_1
Ketika jalan pulang ke arah depan kampus, karena biasanya Bunga naik angkot.
“ Hey Gadis Desa !!!” teriak sahsa si geng julid.
“ Iya saya memang gadis Desa kenapa ???, perasaan saya gk pernah berbuat salah deh sama kalian , kok jahil – jahil banget sih” tanya Bunga denga polosnya.
“ Salah kamu itu, kamu terlalu bersinar di kampus ini, sehingga kita merasa terusik atas kehadiranmu,” ucap Reny si ketua geng.
“ Owww,,, itu rezeki saya, gk ada hak kalian atas hal itu,” lirih Bunga.
Tiba – tiba angkot langganan Bunga pun parkir dan langsung saja dia meninggalkan Geng itu.
“ Bye saya duluan yaaaa,” tutur Bunga.
“Dasar anak Kolot, hari gini naik angkot !!!,” teriak mereka.
Namum apalah daya Bunga sudah tak mendengar teriakan itu, tapi Luna melihat kejadian itu dari kejauhan.
Ting,,
Tiba di kost, bunga berpikir kalo hari – harinya naik angkot sama aja dengan dia membeli sepeda motor , biar dia gk ribet dan gk telat kalo ke kampus dan ke tempat kerja.
Dia pun menelpon Luna dan menyuruh Luna datang ke kostnya.
“ Iya ada apa , kok tumben nyuruh ke kost, biasanyan kan langsung istirahat,” sindir Luna.
“ Eh iya Lun, ni aku ada sedikit uang dari Gaji hotel ditambah uang dari pak Rayhan, kira- kira cukup gk ya beli sepeda Motor,” tanya Bunga.
Setelah Luna menghitung jumlah uang itu, Luna pun berkata.
“ Dapat sihhhh,, coba aja kita tanya nanti,” sahut Luna
Mereka pun keluar dari kost menuju sebuat showroom sepeda motor.
Setelah beberapa menit mereka menemukan yang cocok untuk Bunga, dan gk nunggu lama itu langsung di Bayar dan di bawa pulang.
“Yah akhirnya punya sepeda motor juga walau gk baru setidaknya masih keliahatan bagus” ucap Bunga.
“ Iya syukuri aja, ini masih bagus kok, keknya gk lama deh di pake sama orang yang make sebelum kamu,” jawab Luna.
Besok paginya di parkiran kampus geng Julid melihat si gadis desa sudah dengan sepeda motor barunya,
Sontak membuat mereka semakin geram melihat Bunga yang makin sukses.
Mereka langsung ke kelas masing – masih karena sudah terlalu muak melihat Bunga yang semakin hari semakin jaya di kampus.
Ketika di kantin Luna dan Bunga tengah asyik menikmati makanan tiba – tiba .....
...Bersambung...
...Next episode...
__ADS_1
...*Mohon saran & kritik yang membangun...