
Anak sungai yang ditemukan di alam liar dengan air yang begitu jernih dihiasi oleh ikan-ikan kecil menambah indahnya suasa di pinggiran sungai itu, dan posisi sungai yang memadai apabila ada yang ingin mengadu adrenalin untuk Arum jeram. Perjalanan singkat tapi sangat berkesan bagi mahasiswa jurusan seni itu. hari yang semakin sore sementara perjalanan mereka masih setengah perjalan lagi, namun ini tidak seberapa lagi karena posisinya sekarang menuruni bukit-bukit.
Bunga dan Luna yang sudah merasa sangat kecapekan masih duduk di atas batu di pinggiran sungai dan meluruskan kedua kaki mereka.
"Bagaimana kalian masih sanggup?," tanya Very.
"Masih dong cuma butuh istirahat bentar kok," ucap Luna.
"Bagus kalau begitu," jawab Very.
"Bunga masih ada makanan di tas mu, kakak lapar nih," ucap Bimu yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Ehh masih kak, ini kan Bunga sengaja lebihkan semalam," ucap Bunga.
"Hm hm yang adik kakak ini seru banget sih," sahut Luna dengan mendehem.
Bunga pun mengeluarkan beberapa makanan yang dapat mengganjal kelaparan kakaknya itu.
"Makasih ya Bunga," ucap Bimu.
"iya sama-sama kak," jawab Bunga.
Dosen pendamping kembali memberi kode agar semua bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju perkemahan.
Drttt .... drt..... drt...... Ponsel Luna berdering.
"Hallo ada apa ?," jawab Luna.
"Kamu udah di mana?," tanya Miko.
"Aku masih di tengah hutan ni, bentar lagi kita turun ke perkemahan," ucap Luna.
"Owhh kapan balik ke kota?," tanya Miko.
"Nanti malam mungkin sudah sampai," jawab Luna.
"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati jaga kesehatan," ucap Miko.
"Iya ,,, makasih ," jawab Luna.
"Makasih untuk apa?," tanya Miko.
"Makasih udah pengertian terhadap aku," ucap Luna sambil senyum tipis.
"Ya udah dulu kalau begitu, sampai ketemu besok di kampus," jawab Miko yang memutus langsung telpon.
Semua mahasiswa berjalan kembali untuk mencapai lapangan perkemahan, kini kelompok Bunga di posisi tengah barisan. Begitu sampai di tengah perjalanan menuruni bukit.
Brukkkkk,,,,,,
"Awwwwwww,,,,, ," teriakan Bunga yang terguling jatuh akibat kakinya terpeleset.
__ADS_1
Luna yang melihat itu juga langsung mengeluarkan suaranya.
"Bungaaaaaaaaaa...... Bungaaaaaaaaaaaa, Tolonggggggggg," teriak Luna sekencang-kencangnya.
Seketika itu para mahasiswa berlarian ke arah Luna. dan melihat ke bawah Bunga yang sudah tergeletak di dasar jurang yang lumayan curam.
"Bunga kenapa bisa jatuh," tanya Bimu yang panik setengah mati.
"Guyss tolong dong selamatkan Bunga," ucap Afif yang juga khawatir karena Bunga adalah gadis gebetannya.
Luna hanya bisa menangis melihat kondisi Bunga yang berada di dasar jurang.
Trio Julid kini juga terdiam bercampur cemburu soalnya laki-laki yang mereka gebet semua khawatir terhadap Bunga.
Tidak sampai setengah jam evakuasi akhirnya mereka berhasil ke dasar jurang itu. Dengan sigap Bimu langsung membalikkan tubuh Bunga dan menaruh kepala Bunga di pangkuannya.
"Bunga,,, bangun,,, Bunga. sadar dong," kalimat yang selalu dari mulut Bimu.
"Plisss Bunga ayo dong bangun, kita semua khawatir nihh," ucap Very.
"Ver gimana nihh,,, kalau mama tau Bunga kek gini bisa-bisa aku di usir dari rumah," ucap Bimu.
"Aduhh bro sabar, bentar lagi Bunga pasti sadar kok," jawab Very menenangkan Bimu.
Anggota yang lain di suruh dosen pendamping untuk melanjutkan penurunan hingga ke kemah, sementara beberapa orang tinggal untuk membantu membawa Bunga turun. Juga Luna yang tidak mau untuk meninggalkan sahabatnya walau bagaimanapun keadaannya.
Setelah beberapa menit kemudian Bunga mulai menggerakkan jemari tangannya, menendakan ia akan segera siuman dan.
"Syukurlah kamu sudah sadar," Ucap Luna.
"Huhhhh akhirnya nggak jadi di usir deh," ucap Bimu.
"Lohh mas kok ngomong kek gitu," tanya Bunga dengan suara yang masih pelan.
"Ya iya lah,,, mama kan suruh aku buat nge jaga kamu, tapi aku gagal, mama pasti marah sama mas," ucap Bimu yang merasa gagal sebagai kakak melindungi adiknya.
.
"Ngak kok mas, ini kan kecelakaan biar Bunga nanti yang ngasi penjelasan ke mama," jawab Bunga.
"Sudah jangan ajak banyak bicara dulu Bunganya, dia kan baru siuman," ucap Luna.
"Sekarang bangunkan tubuhnya biar kita bawa Bunga ke bawah sebelum gelap," ucap dosen pendamping mereka.
Melihat keakraban kakak beradik itu Afif merasa terbakar api cemburu, dan Afif juga merasa gagal tidak bisa manjaga gadis impiannya.
Perlahan-lahan Bunga pun di papah ke bawah, kaki kanan Bunga sedikit terkilir dan lengan sebelah kirinya juga tergores, dan luka-luka sayatan kecil di bagian tubuh lainnya.
"Luna kamu duluan ke tenda susun semua barang kalian, kita bawa Bunga ke rumah sakit," titah Bimu.
"Siap kak," jawab Luna yang segera bergegas untuk merapikan semua perlengkapan mereka.
__ADS_1
Sampai di lokasi perkemahan Luna langsung menelpon ke rumah sakit untuk mengirim ambulance ke area perkemahan sembari ia merapikan dan menunggu kedatangan Bunga yang di bawa oleh Bimu.
Setengah jam kemudian suasana menjadi riuh mendengar suara ambulance, mahasiswa lainnya menjadi khawatir tentang apa yang menimpa Bunga, sampai ambulance di lokasi Bunga dan yang lainnya pun tiba dan langsung membawa Bunga ke dalam ambulance itu kemudian langsung menuju rumah sakit. sementara mahasiswa yang lain juga bersiap untuk kembali dengan bus yang sudah disediakan.
Kring..... kring.... kring.....
Suara telpon di rumah Bimu berdering.
"Hallo dengan siapa," jawab Elly.
"Ma ini Bimu, mama sama papa langsung ke rumah sakit Permata Bunda sekarang," ucap Bimu.
"Emang ada apa mama sama papa kesana?," tanya Elly.
"Bunga maaa,,, Bunga tadi jatuh masuk jurang pas di hutan ini Bimu di jalan arah ke rumah sakit," ucap Bimu.
Seketika mendengar kabar Elly langsung terduduk melemas dan membiarkan telepon rumahnya terurai tidak di tempatnya lagi.
"Lohhh mama kenapa?," ucap Rayhan yang baru sampai di rumah dan langsung melihat istrinya duduk melemah.
"Pa ,,,, ," ucap Elly sambil menangis.
"Lohh kok mama nangis sih,,, ada apa sebenarnya?," tanya Rayhan terheran.
"Pa, Bunga paaa," ucap Elly.
"Iya Bunga kenapa?," balas Rayhan yang ikut khawatir.
"Bunga jatuh di jurang pas di hutan tadi, ini Bimu mambawa Bunga ke Rumah sakit," ucap Elly.
"Apaaaaaaaaa Bunga jatuh ke jurang," ucap Rayhan penuh ke khawatiran.
"Ya udah sekarang kita langsung ke rumah sakit, ayo ma," ajak Rayhan tanpa mengganti pakaiannya lagi.
Disepanjang jalan Elly menangis, ia tidak menyangka akan terjadi hal demikian kepada Bunga, sementara Bimu juga ikut di dalam kegiatan itu.
"Paaa bagaimana keadaan Bunga pa, mama khawatir," ucap Elly sambil terus menangis.
"Udah ma jangan nangis terus, kita berdoa saja semoga nggak terjadi apa-apa dengan Bunga," jawab papa ingin menenangkan hati istrinya.
"Iya pa semoga saja ya pa," ucap Elly.
Sampai di Rumah sakit.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & komentar yang membangun...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...