
Akhirnya Bunga dan Bimu kembali lagi ke kota, walau Bimu masih agak kesal dengan keputusan itu, pasalnya Bimu masih ingin belajar banyak di desa itu, sebab di kota tidak dapat pelajaran se berharga itu.
Keesokan harinya mereka berpamitan kepada orang tua Bunga.
"Buk saya pamit dulu," ucap Bimu meminta izin.
"Iya nak, kalo ada waktu jangan sungkan datang kemari ya," jawab ibu Bimu.
Kemudian Bunga yang memeluk ibunya sambil berpamitan," buk, Bunga kembali ke kota dulu ya buk, ibuk jaga kesehatan disini, Bunga akan merindukan Ibuk" lirih Bunga.
"Iya nak, itu sudah pasti,kamu juga baik - baik disana, kamu juga pandai-pandai menjaga kesehatan di sana, ibuk juga bakal rindu sekali dengan mu nak,"jawab ibunya Bunga.
Ia sudah buk, kami pergi dulu ya.
"Kak,kakak jangan lupa datang kesini lagi ya kalau ada waktu," ucap adik Bunga terhadap Bimu, baru merasakan di mempunyai kakak laki - laki ehh sekarang harus pulang.
"Pasti dong dek, kakak bakal kesini lagi,kakak janji," jawab Bimu kepada adik Bunga.
Udah ya dek kakak sama kak Bunga pergi dulu kamu baik - baik disini, jaga ibu bapak baik- baik ya. ucap Bimu.
...🍁🍁🍁🍁🍁*...
Sampai di kota,Bunga akan kembali menjalani pekerjaannya, setelah sekian lama melepas rindu di desanya.
Siap istirahat seharian, kini waktunya untuk ke Hotel.
"Selamat malam semuaaaaaa," teriak Bunga.
"Haaaaaa Bungaaaa, kamu akhirnya datang juga, hari -hari kami sepi tanpa kamu disini," jawab siti.
"Iya Bunga gk ada teman untuk teriak - teriak nihh," sambut Clara.
"Duh jadi gk enak nih,terlalu lama berlibur," jawab Bunga.
"Tapi kamu sudah lega kan,melihat keluarga mu disana, dan sudah melepaskan kerinduan mu disana," ucap Clara.
"Iya Mbak, tapi serasa singkat banget pertemuan itu,belum semoat ini dan itu ehh waktunya sudah selesai," lirih Bunga.
"Tapi dengar - dengar Mas Bimu ke desa kamu juga tuh," tanya siti,dengan curiga.
"I - iya sih, makanya jadi pertambahan waktu dua hari dari jadwal cuti yang aku ambil,kata mas Bimu dia yang menelpon Papanya" jawab Bunga.
__ADS_1
" Cie cieeee jangan,,, jangan ??????," tebak Siti.
"Apa an sihh,, gk ada ya Sit, kita gk ada apa - apa,aku juga kaget pas di telpon sama pak Bos," ucap siti.
"Iya dehhh kita percaya, ya udah kita kerja yuk," sindir Clara.
Sementara di rumah Bimu.
Malam hari papa Bimu pulang, dan melihat putranya sudah duduk santai di halaman depan rumah.
"Eh anak Papa sudah pulang ternyata, gimana liburannya, enak??? tanya Papa.
"Waktunya yang kurang pa, karena Bunga kan harus kerja gk boleh nambahin cuti terus,Bunga merasa gk enak sama temannya yang lain," jawab Bimu.
"Nahhh itu tuhhh, perempuan yang seperti itu yang harus dicari, dia tanggung jawab kepada pekerjaannya," sahut Papanya Bimu.
"Maksud papa gimana sih Bimu gk ngerti" tanya Bimu kebingungan.
"Ya maksud Papa nyari jodoh itu, gadis yang seperti Bunga, selain cantik,tanggung jawab, trus dia gk memanfaatkan situasi karena dia sama kamu, buktinya dia kan yang minta kembali ke kota."jelas papa Bimu.
"Akhh Papa , jangan bahas jodoh dulu, Bimu kan masi Kuliah pa," lirih Bimu.
"Mmm iya lah, jadi gimana di sana??? apa kegiatan mu disana??” tanya Papanya Bimu lagi.
Tapi papanya belum puas dengan jawaban putranya itu dia masih menanyakan hal lain," iya trus pelajaran apa yg kamu pelajari ??" lagi - lagi bertanya itu.
"Bimu belajar bertani pa, mulai dari awal bercocok tanam, sampai cara untuk panen semua Bimu pelajari," jawab singkat Bimu.
Papanya terdiam, dia tidak menyangka putranya bisa mempelajari hal-hal yang diluar nalar papanya.
"Hahhhh siapa yang mengajarkan itu semua," tanya Papanya yang merasa terkagum dan heran dengan jawaban anaknya.
"Siapa lagi kalo Bunga Pa, dia yang mengajarkan semua itu ke Bimu, ditambah lagi seorang Bapak yang Bimu hl kenal, tapi Bunga minta izin untuk memakai lahannya," balas Bimu lagi.
Sungguh hebat anak itu, dia mampu merubah Bimu seketika, saya yakin anak itu wanita idaman para lelaki, selain Baik, cantik, tanggung jawab, ramah dan multitalenta" gumam Papa Bimu yang terkesan akan semua skill yang dimiliki Bunga.
"Pa, Papa tau gk, disana pemandangannya Luas biasa indahnya, pegunungan, sawah yang luas ditambah udara yang segar, tanpa polusi, pokoknya desa impian banget dah pa," ucap Bimu kepada Papanya.
"Mmm jadi kamu gk nyesal kan papa kirim ke desa itu" tanya Papa Bimu.
"Ya gk lah pa, ntar lain waktu kalo ada waktu libur Bimu mau ke sana lagi, masih banyak Pr Bimu yang belum selesai disana," pinta Bimu.
__ADS_1
"Iya iya, nanti kamu kesana, dan papa juga ikut," ucap Papanya.
Papanya sungguh jadi penasaran bagaimana kondisi di desa itu, dan ingin melihat secara langsung apa yang dikatakan Putranya.
"Terus bagaimana kondisi keluarga Bunga??" tanya Papa Bimu
"Ohh semua pada baik banget pa, semua nerima Bimu dengan baik, jangankan keluarganya pa, orang se Desa itu juga pada ramah semua," balas Bimu.
"Walau sederhana tapi kehangatan, keharmonisan, kekeluargaan, semuanya lah sangat kental dirumahnya, Bimu juga merasa bukan seorang tamu, tapi diperlakukan seperti anak sendiri oleh orang tua Bunga Pa," lanjut Bimu.
"Syukurlah kalau begitu, Papa masuk duluan ya ," tutur Papanya.
Papa Bimu sungguh bersyukur anaknya bisa mendapatkan pelajaran berharga seperti itu, tapi dia merasa kecil hati juga, karena dia belum bisa memberikan hal yang sama seperti keluarga Bunga berikan pada putranya.
Papanya Bimu yang jarang dirumah, serta istrinya juga, jarang bersama di dalam rumah, hanya Sarapan dan makan malam mereka berkumpul, itupun kalau Orang tua Bimu gk lembur, Papanya merasa belum jadi orang tua yang baik untuk Bimu.
"Yah baru sehari pulang dari desa itu, rasanya kok sudah kangen banget ya," gumam bimu yang merasa sudah jatuh hati pada desa itu,dan ingin sekali untuk berlibur disana.
Kring,,, kring,,, kring,,,
Suara handphone Bunga berdering.
"Ha- halooo pak Bos, selamat malam," jawab Bunga.
" Kamu lagi sibuk gk di hotel ?? " tanya pak Bos.
"Gk kok pak, baru aja semua selesai, emang ada apa ya pak? " tanya Bunga.
"Ohh saya hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada kamu, karena sudah banyak memberikan pelajaran untuk anak saya," ucap pak Rayhan.
" Ow iya pak,itu kan sudah jadi tanggung jawab saya, kan bapak sudah menitipkan mas Bimu ke saya, saya hanya bisa melakukan itu pak," jawab Bunga.
"Iya Bunga, itu pun sudah sangat bermanfaat untuk Bimu, sekali lagi terimakasih ya ," ucap Pak Rayhan.
"Baik pak," sahut Bunga.
"Ya sudah kalau begitu, selamat bekerja kembali," tutur pak Rayhan sambil mengakhiri telepon.
Tapi Bunga masih merasa aneh dengan perkataan pak Bos, "emang apa saja yang di katakan mas Rayhan kepada Papanya" sungguh Bunga kebingungan dan .....
...Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa Like, vote, dan komentar yang membangun
...terimakasih...