Kesemsem Gadis Desa

Kesemsem Gadis Desa
Episode 36


__ADS_3

"Kamu saya penggil ada yang harus saya sampaikan," ucap pak Rayhan.


"Ohhhh iya pak, emangnya ada apa," tanya Bunga yang masih gugup dan pucat, ia merasa takut kalau memang benar pak Rayhan mempermasalahkan keterlambatan dirinya tadi masuk kerja.


"Begini kamu disini kost atau tinggal dengan kerabat?," tanya pak Rayhan.


"Saya kost pak, kerabat saya gak ada di kota," jawab Bunga.


"Hm kalau begitu kamu mau gak tinggal bersama kami, di rumah kami," tanya pak Rayhan.


"Mmmmmm emang kenapa pak," jawab Bunga dengan bertanya kembali, pasalnya Bunga gak percaya kalau ini alasan pak Rayhan memanggil dirinya ke ruangannya.


"Begini, dirumah kan semua laki-laki, jadi gak ada teman mama Bimu untuk bercerita, ia mulai bosan sendirian terus di dalam rumah," ucap pak Bosnya.


"Maaf pak bukan mau menolak, tapi akan saya coba pikirkan dulu ya pak," jawab Bunga.


"Baiklah besok malam tolong kasi jawabannya ya, soalnya mama Bimu sangat berharap kalau kamu mau tinggal dengan kamu,"ucap pak Rayhan.


"Iya pak, kalau gak ada lagi yang perlu saya pamit untuk kembali bekerja ya pak," jawab Bunga sambil permisi melanjutkan pekerjaannya.


Keluar dari ruangan itu Bunga merasa ada yang janggal sebab dirinya tidak pernah bermimpi untuk tinggal bersama orang-orang kaya, dan untuk tinggal dirumah mewah, ia datang ke kota untuk melanjutkan studinya dan mengadu nasib agak bisa bertahan hidup di kota.


"Eh Bunga ada apa?? apa yang kalian bicarakan dengan pak bos?," tanya Mbak Clara yang super kepo.


"Oh iya mbak ini mengenai keterlambatan saya tadi kok," jawab Bunga dengan santay karena ia tidak mau kalau karyawan hotel yang lain tau akan niat pak Rayhan yang mengajak dirinya tinggal bersama keluarganya.


"Terus seperti apa kamu kena tegor gituuu??," tanya Clara lagi.


"Iya mbak, saya kena tegur untungnya pak Rayhan gak mengasi skorsing ke saya padahal saya juga sudah pasrah kalau nanti akan di keluarkan dari hotel ini," jawab Bunga seakan semua itu benar terjadi.


"Ya tuhannnnn,,, untung lah yaa, kalau tidak kami akan kehilangan seorang tim teriak di ship malam," ucap Siti dengan menyahut.


"Hehehe iya mbak, semoga gak terjadi lagi," jawab Bunga sambil senyum licik karena berhasil mengelabui Clara dan Siti.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


kring....


kring...


Suara handphone mama Bimu berbunyi.


"Halo pa ,, ada apa?" jawab mama Bimu.

__ADS_1


"Papa sudah sampaikan ke Bunga niat mama," ucap pak Rayhan.


"Terus apa keputusan Bunga, dia mau kan pa," tanya mama.


"Dia bilang masih berpikir dulu, gak mungkin se instan ini juga kan ma," ucap papa.


"Kapan Bunga memberi jawaban pa," tanya mama lagi, sebab ia sudah tidak sabar lagi agar ada temannya dirumah.


"Sampai besok ma, besok Bunga akan memberikan jawaban kok," ucap papa.


"Owwww baguslah hanya menunggu satu hari," jawab mama dengan semangat.


"Baiklah ma, sudah dulu ya papa mau gerak ini ke rumah," ucap papa sambil memutuskan teleponnya.


Pak Rayhan segera menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya, karena urusan di dalam hotel sudah selesai, sekarang tinggal beristirahat dirumah.


Sampai dirumah pak Rayhan melihat putranya masih duduk santai ditanam depan rumahnya.


"Ngapain malam-malam masih melamun disitu?," tanya papa Bimu.


"Hehehe gak kok pa ,nyari udara segar aja," jawab Bimu.


"Oh baiklah, kalau begitu papa masuk duluan, kamu jangan kelamaan disitu," ucap papa.


Sekitar lima belas menit Bimu pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat, karena besoknya adalah hari pertama masuk kuliah setelah berlibur beberapa saat.


Pagi pun menjelma, Bunga berangkat dari hotel menuju kost dan semua masyarakat melakukan aktivitas masing-masing di pagi itu, kembali ke aktivitasnya menuju kampus.


Bersiap selesai waktunya berangkat lagi.


"Luna... sini dong ada yang pengen aku bicarakan," ajak Bunga kepada sahabatnya itu.


"Ada apa Bunga??? ," tanya Luna.


"Aku bingung nihhhh," ucap Bunga.


"Bingung kenapa lagi sih," tanya Luna.


"Begini, pak bos menawarkan aku untuk tinggal di rumahnya, alasannya karena gak ada teman istrinya di rumah, sebab isi rumahnya cowok semua," jawab Bunga.


"Apaaaaaaaa??? berarti serumah dengan Bimu dong," ucap Luna ikut terkejut.


"Iya tapi aku gak masalahkan itu, ini sekarang aku harus gimana, nanti malam aku harus ngasi jawaban," ucap Bunga.

__ADS_1


"Yahhh itu sih terserah kamu, tapi menurutku bagus juga tuh, jadi kamu gak perlu bayar uang kost, listrik, makan lagi, kamu bisa lebih hemat, dan satu lagi bisa mengirim lebih banyak ke desa kan," jawab Luna.


"Iya sih kamu benar juga," ucap Bunga.


"Jadi bagaimana?? kamu mau??," tanya Luna.


"Yahh kalau dipikir-pikir seperti yang kamu bilang tadi mungkin aku lebih hemat dengan pengeluaran, tapi takutnya kena gosip lagi sama geng jilid itu," ucap Bunga.


"Sudah kamu tenang saja, kalau masalah geng jilid kan pasti takut juga kamu ngamuk, hehehehe," ledek Luna.


"Hmmm takut sih takut tapi gak aku gak harus jadi Mak lampir kan kalau ketemu mereka," jawab Bunga.


"Mana mungkin seorang bidadari bisa berubah menjadi Mak lampir, kan mustahil," ucap Luna.


"Bukan mustahil, kalau terus si pancing emosinya pasti keluar juga jurus-jurus nya," jawab Bunga.


"Udah jangan terlalu dipikirkan, sekarang kamu fokus aja dulu dengan jawabanmu nanti malam, pikirkan matang-matang dulu," ucap Luna kepada sahabatnya itu agar nanti tidak salah dalam mengambil langkah.


"Yupsss kamu benar juga, ngapai juga mikirin orang lain, selagi yang dilakukan itu baik, dan tidak merugikan orang lain kenapa tidak ya kan," jawab Bunga.


"Nahhh gitu dong baru namanya Bunga desa yang tangguh," ledek Luna.


"Jangan mulai lagi dehhh, jangan cari perkara lagi ini masih pagi," ucap Bunga.


"Ampun sis,,, jangan keluarkan jurus andalan," jawab Luna.


"Dah akhh kita masuk duluan yuk, bosan nih berdiri dari tadi disini," ajak Bunga.


"Yeeee kamu kok yang ngajak berdiri disini begitu banyaknya tempat duduk," ucap Luna.


"Iya aku tau, tapi kan pasti ada orang lain nanti, makanya aku ngajak kesini biar gak ada yang dengar masalah ini,"jawab Bunga.


"Ow ow iya dehhh, Yuk masuk," ucap Luna.


Kedua sahabat itu melangkah menuju ruangan yang sudah dirindukan, beberapa waktu berlibur membuat mereka kangen suasana di dalam ruangan itu, karena terlalu lama libur pun membuat mereka tidak ada kegiatan d rumah hanya ponsel masing-masing yang menjadi teman setia setiap saat, tapi kini setelah kembali ke kampus berteman dengan ponsel segera musnah, karena sudah bisa langsung tatap muka dengan teman yang lain.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


... Bersambung...


...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2