Kesemsem Gadis Desa

Kesemsem Gadis Desa
Episode 51


__ADS_3

Matahari yang semakin tenggelam di ufuk barat, sinar mentari yang mewarnai langit dengan begitu indah, awan yang ke orange an memanjakan mata setiap insan yang melihatnya. Kemah semua mahasiswa kini sudah berdiri dengan baik tak terkecuali seorang pun.


Beberapa orang mahasiswa terlihat sedang memasak untuk makan malam, karena malam ini mereka harus mengumpulkan energi untuk besoknya pergi menjelajah di hutan wisata tersebut.


"Lun kamu yang masak ya, Aku akan membereskan semua perlengkapan untuk besok," ucap Bunga kepada sahabatnya.


"Ok Bunga, aku akan masak makanan kesukaan mu," jawab Luna.


Mereka berdua terlihat sibuk dengan pembagian tugas yang mereka tentukan.


Diseberang mereka para trio julid masih sibuk membagi tugas karena diantara mereka bertiga tidak seorang pun yang bisa memasak. Terlihat perang mulut diantara mereka, sementara yang lain tinggal menyantap saja makanan yang mereka masak.


"Ica kamu yang masak ya," ucap Reny.


"Yeeehh ngak mau,,, kamu aja," jawab Ica.


"Reny aja yang masak, aku nggak mau," ucap Sasha yang mengelak terlebih dahulu sebelum namanya tersebut.


"Ya udah bareng aja, gimana pun hasilnya kita makan bersama," ucap Reny si ketua geng julid.


Masih asik masak yang lain sudah pada tidur, hanya tinggal mereka bertiga yang tersisa cewek yang di luar camp.


"Kalian kok blom tidur, semua cewek sudah pada tidur tuh," ucap dosen pendamping mereka.


"Masih masak pak, ni bentar lagi juga kelar kok," jawab Ica.


"Ya sudah cepat kalian makan, besok harus bangun pagi sekali kita akan menjelajah," ucap dosen.


"Siap pak," jawab Sasha.


"Aduhhh,,,, aduhh,,,, aduhhh,,,,,," teriak Reny.


Para lelaki pun berlarian mendengar teriakan Reny.


"Ada apa Ren?," tanya Very.


"Ini masakannya gosong," jawab Reny.


"hahahahahahahahaha cuma gara - gara masakan gosong kamu teriak sekencang itu," ucap Very.


"Ya iya lahhh,,,,," jawab Reny.


"Huhhh dasar cewek yang cuma bisanya ngejahilin orang, masak aja nggak ada yang bisa," ucapan dari mulut-mulut lelaki itu.


"Aduhhhh kannn Renyyyyyy," ucap kompak Ica dan Sasha.


"Udah jangan protes, tadi kesepakatan kita masak bareng, ya harus makan ini bareng juga lah," jawab Reny.


"Tapi kannnn," ucap Sasha.


"Ngak ada tapi - tapian, itu sudah kesepakatan kita tadi," jawab Reny.


Dengan terpaksa mereka bertiga memakan masakan yang gosong itu, yang mereka bawa cuma makanan ringan saja. selesai makan mereka pun menuju kemah mereka dan langsung beristirahat.


Mahasiswa yang laki-laki sedang menghidupkan api di tengah-tengah camp untuk menghangatkan tubuh mereka di pinggiran hutan, di tambah yang lain memainkan gitar dibarengi lagu-lagu untuk menghibur diri.


"Ver gimana ya caranya biar bisa mendekati Bunga?," tanya Afif yang kebingungan.


"Kamu tanya aku, aku juga nggak tau lah boy," jawab Very.

__ADS_1


"Bantu mikir dong Ver," ucap Afif.


"Ya mau gimana lagi, dari semalam juga kita bahas Masi dengan jawaban yang sama, aku nggak tahu," jawab Very.


"Yahhhhhh....," ucap kesal Afif dengan menepuk keningnya dengan tangan sebelah kanannya.


Angin malam pun berhembus, api yang dihidupkan perlahan tidak dapat menerangi lagi, dan kantuk Dimata masing-masing pun mulai terasa, segera mereka menuju camp masing-masing untuk beristirahat.


Dosen pendamping mulai berkeliling sekitar lokasi camp untuk melihat kondisi apa mereka semua sudah beristirahat dan aman.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


"Eh Siti kamu tau kemana perginya si Bunga?," tanya Clara.


"Ngak mbak aku nggak tahu," jawab Siti.


"Biasanya kalau dia nggak masuk kan pasti selalu menghubungi kita, ini kok nggak ada ya," ucap Clara yang merasa heran dengan tingkah Bunga yang tidak pamit.


"Iya sih mbak, nggak biasanya Bunga seperti ini," jawab Siti.


"Mungkin dadakan kali makanya dia nggak sempat pamit," sahut Supri.


"Kalau menurut biasanya sihh se dadakan apa pun pasti dikasi tahu ke kita," jawab Siti.


Kring....


Kring....


Kring....


Suara telepon resepsionis berbunyi.


"Hallo, selamat malam dengan hotel galaxy ada yang bisa di bantu?," jawab Clara.


"Owhh emang Bunga kenapa pak?," tanya Clara.


"Dia ada acara dari kampus untuk kegiatan jelajah alam," jawab pak Rayhan.


"Oh baiklah pak kalau begitu," ucap Clara.


"Iya Clara, makasih ya," jawab Pak Rayhan.


Tutttttt..... Telpon pun terputus.


"Hey Siti ternyata Bunga pamitnya ke pak Bos, makanya kita nggak ada yang tahu," ucap Clara.


"Dari mana mbak tahu?," tanya Siti.


"Tuh barusan telepon dari pak Rayhan, yang bilang kalau Bunga pergi jelajah alam," ucap Clara.


"Hmmmmm sama siapa dia ya,, kok nggak bilang sih," jawab Siti.


"Yang penting kita udah tahu, kalau dia ada acara kampus, kalau sama siapanya nanti kita tanya kalau dia sudah masuk kerja kan bisa," ucap Clara.


"Iya juga sih mbak, cuma kan penasaran aja gituu," jawab Siti.


"Udahh nggak perlu penasaran seperti itu, besok juga palingan udah masuk kok si Bunga," ucap Supri.


"Iya bang Supriii aman," jawab Siti.

__ADS_1


"Yaudah kita lanjut kerja yukkk," ajak Clara.


"Iya ,,,Ayokk mbak," jawab Siti.


"Tapi kurang seru juga ya nggak ada Bunga," ucap Clara.


"Iya mbak ngak ada yang ribut, nggak ada yang buat bahan tertawaan," jawab Siti.


"Bener banget tuh," ucap Clara.


"Yahhh tapi harus tetap semangat juga kita," jawab Siti.


Supri, Siti , Clara dan yang lainnya kembali bekerja seperti biasanya cuma kali ini mereka kekurangan anggota karena Bunga absen.


Sementara di rumah keluarga Rayhan.


"Pa Bimu sama Bunga udah tidur blom ya," tanya mama kepada papa.


"Ngak tau ma, bentar papa coba telpon Bimu," ucap papa.


Drt...... drt....... drt..... getaran ponsel Bimu.


"Hallo pa ada apa?," jawab Bimu.


"Kalian baik-baik aja kan?," tanya papa.


"Baik kok pa, emang kenapa," ucap Bimu.


"Ini mama kamu khawatir keadaan kalian, Bunga gimana? tanya papa.


"Kita baik kok pa, Bunga sepertinya sudah tertidur dari tadi pa, mungkin kecapekan kali, jalan kaki jauh banget tadi," ucap Bimu.


"Owhh pokoknya kamu jaga Bunga baik-baik," titah papa.


"Siap pa, aman," ucap Bimu.


"Yaudah kalian jaga kesehatan disana biar mama ngak khawatir disini," jawab papa.


"Ok paaaa," ucap Bimu.


"Baiklah kamu istirahat gih,,, udah dulu ya," ucap papa sambil mematikan teleponnya.


"Bagaimana pa, mereka baik-baik aja kan?," tanya mama.


"Iya ma, mereka berdua baik kok, Bunga udah tidur tuh," ucap papa.


"Kecapekan kali Bunga nya pa," jawab mama.


"Mungkin ma, kata Bimu mereka jalan kaki agak jauh tadi," ucap papa.


"Pantesan lah kalau begitu, ya udah yukk kita juga istirahat besok papa kan masih kerja," ajak mama untuk beristirahat juga.


"Iya ma," jawab papa.


Akhirnya kekhawatiran mama Bimu menjadi lega setelah papanya menelpon Bimu yang sedang di lokasi jelajah alam bersama Bunga.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...

__ADS_1


...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...


...Tetimakasih...


__ADS_2