
Sesampainya Bunga di Desa,
dengan sembringah keluarga menyambut kedatangan nya, hinga Bunga merasa sangat terharu.
langsung dengan semangatnya, Bunga memeluk orang tuanya. yang sudah sekian bulan tidak berjumpa.
" Aduh,,, aduh,,, tambah cantik aja anak ibu," ucap Ibunya.
"Ihhh ibu ahhhh,,, masa ia, padahal aku merasa masih seperti dulu aja, gk berubah-ubah," jawab Bunga.
"Nihhh sekarang kulitnya sudah bersih, mulus, gk ada belangnya lagi,hehehehehe," ledek ibunya.
"Udah akhh buk, langsung masuk aja, capek di Bis seharian," ucap Bunga dengan lemasnya.
"Ya udah ,ayok, kasihan sekali anak ibuk, yang dari kota," sahut ibunya lagi.
" Mau dikota pun buk, tetap aja, gadis desa,kan kata ibuk gk boleh lupa asal," balas Bunga.
" Oh ,iya jelas dong nak, tetap gadis desa, kamu kan , Pelita Desa kami," jawab ibu Bunga.
"Iya buk, semoga Amanah jadi pelita buat keluarga kita ya, Amin," pintanya selalu dalam doa.
"Udah dulu ya buk, Bunga pengen istirahat dulu, nanti kita sambung ceritanya," sambung Bunga.
"Iya nak, kelihatan memang dari wajah anak ibuk, capeknya," jawab ibu Bunga.
Kembali lagi Bunga, menghirup udara desa yang sejuk, segar, tanpa ada polusi, dia merindukan masakan ibunya, belum lagi teman - teman bunga di Desa.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Esok harinya, Bunga langsung menyantap masakan ibunya dengan lahap, lalu jalan keliling desanya.
Pas dijalan terdengar oleh Bunga ada yang memanggilnya.
"Bunga,,, Bunga,,,,," panggil Lela teman Bunga di Desa.
"Heyyyyy Lel ,aku kangen banget sama kamu, sini cepat , ahhhhjj," ucap Bunga.
" Haduh,,, haduh,,, tambah cantik aja nihhh sobat ku ini, aku juga kangen banget tau,,, setiap aku ingat kamu, aku pasti ke tempat favorit kita," sahut Lela.
Tempat favorit Lela dan Bunga adalah sebuah puncak perkebunan teh, yang ada di atas Desa mereka, dari atas Gunung,kita bisa melihat seluruh pemukiman penduduk, ditambah lagi pemandangan bukitnya yang berbaris rapi, satu lagi udaranya yang begitu sejuk.
" Yuk, sekarang kita ke sana, aku juga rindu suasana ini semua, "pinta Bunga kepada lela.
"Kalo yang ngajak Bunga, mana ada kata penolakan di dalam kamus Lela.
__ADS_1
Mereka berdua pun akhirnya, langsung berjalan menuju puncak tertinggi di desanya, yaitu kebun teh.
" Lel, kamu ingat gk kita dulu sering banget ketiduran di gubuk yang di sana, sangking tenangnya kita disini," tanya Bunga.
" Jelas ingat dong, makanya kalo lagi teringat ke kamu, aku langsung naik sendiri ke sini," jawab Lela.
" Duhhhh kasian banget sih sobat ku ini, sini aku peluk, kangen tau ,lel." ucap Bunga.
Bunga yang tengah asik menikmati Liburannya kini sudah berkurang jatahnya ,hanya tersisa 2 hari saja, sementara ia masih ingin melepas rindu, yang ia pendam selama beberapa bulan ini.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Berbeda dengan Bimu yang blom bisa menikmati liburannya.
" Hey anak muda, Papa tau tempat yang pas untuk berlibur, kali ini pilihan papa pasti mantap dah," bujuk papa Bimu.
"Hmmm gk akh pa, Bimu di rumah aja, udah males berlibur, yang ada ntar ketemu badut lagi," jawab Bimu.
"Papa yakin kali ini gk bakal ada badut disana, tenang aja," sahut papa Bimu.
"Baiklah kalo papa menjamin gk ada badut Bimu mau," ucap Bimu.
Bimu tidak tau kalau papanya akan menyuruh Bimu ke tempat Bunga, dan Bunga pun belum tau ide pak Rayhan ini, ketika papanya Bimu memberikan alamat Bunga, Bimu langsung iya aja, dan langsung berangkat,
nah ketika Bimu di bus baru pak Rayhan berkabar.
Aduhhhh ada apa ini kok tumben pak bos, nelpon sihhh, apa mau nyuruh masuk kerja," gumamnya.
"Assalamualaikum, halo pak, ada yang bisa Bunga bantu," jawab Bunga.
" Oh iya bunga, itu Bimu saya suruh liburan, ke Desa kamu, cuma Bimu belom tau kalo itu alamat rumah kamu yang bapak kasi, tolong kamu jaga Bimu di sana ya, ucap pak Rayhan.
" Apa pakk???? Mas Bimu mau kemari???? ," jawab Bunga dengan kagetnya, sementara waktu dia Cuti tinggal dua hari lagi.
"Iya kamu tolong jaga dia disana, udah ya, Assalamualaikum, " ucap pak Rayhan langsung memutus telponnya.
" Haduhhhh mampus lahhh ini,, gimana jadinya kalo mas Bima sampe, dia kan biasa dengan kemewahan, mana mungkin dia mau tinggal dibrumah jelek begini, gumam Bunga.
Tapi apa boleh buat, Bima sudah terlanjur di titip Papanya kepada Bunga.
Beberapa jam berlalu.
Bima sampe di Desa Bunga,
ketika turun dari kendaraan.
__ADS_1
"Akhirnya sampe jugaaa, teriak Bimu yang kecapean diperjalanan.
Huhh,,, Bimu mencoba menghirup udara yang tidak pernah ia dapat di kota.
"Ohh ini baru namanya surga dunia,, udara segar, sejuk, pemandangan luar biasa, gk ada polusi, dan gk ada suara bising kendaraan. tempat ini yang aku cari " teriak Bimu.
Tak menunggu waktu lama, karena Bimu pengen istirahat, dia melanjutkan berjalan mencari alamat yang diberikan papanya.
"Permisi pak, numpang tanya, bapak tau alamat ini gk pak???? tanya Bimu kepada bapak seorang petani yang sedang bekerja di sawahnya.
" Ohhj iya mas, mas langsung Lurus aja, kira kira 500 meter ada pertigaan belok kiri, nah rumah warna Hijau itu rumahnya mas.
" Ow baik lah pak, terimakasih infonya pak, permisi," ucap Bimu sambil pamit.
Bimu yang berjalan dengan rangselnya, terkagum melihat suasana di desa itu bagaimana tidak, Desa yang asri, dengan penduduk yang ramah. ditambah lokasi yang begitu menakjubkan membuat Bimu jatih hati pada pandangan pertama kepada Desa itu.
Di tengah jalan Bimu tidak mau melewatkan momen momen itu, dia langsung mengabadikan setiap apa yang dia lihat dengan smartphone miliknya.
Memang benar, sudah tumbuh berapa tahun Bimu belum pernah menemukan suasana seperti di Desa itu.
Dan anak - anak desa terkagum juga melihat ketampanan, dan ke gagahan dari Bimu, uang secara Bimu kan anak orang kaya, yang tidak pernah kekurangan apapun.
Salah seorang anak hendak bicara dengan Bimu*.
"maaf kak ,kakak pendatang baru di Desa ini," tanya anak kecil lucu itu.
"Iya dek, kakak baru nyampe, kakak mau nyari alamat ini, kamu mau bantu kakak mencarinya dek," tanya Bimu.
" Ohhh ini kak,,, ini kan alamat rumah aku,"jawab anak itu.
Ternyata anak tersebut adalah adiknya Bunga, tepat sekali Bimu ketemu dengan anak itu, sampai saat ini Bimu belum tau kalau Papanya mengirim dirinya ke rumah Bunga.
" Sambil cerita - cerita ternyata adiknya bunga banyak bicaranya, dan sifat ingin tahu yang kuat dia melontarkan berbagai macam pertanyaan kepada Bimu, hingga akhirnya sampai di rumah Bunga.
Tokk, tok,,, tok,,, permisi
Assalamualaikum ucap Bimu,
"Waalaikumsalam,jawab Bunga dari dalam ketika Bunga membuka pintu dan Bimu masih hadap belakang,
hendak Bimu berbalik badan akhirnya melihat siapa yang didepan dia...
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
...Bersambung...
__ADS_1
...next episode*...