Kesemsem Gadis Desa

Kesemsem Gadis Desa
Episode 50


__ADS_3

Suara mesin bus pun terdengar yang menandakan, bus sudah siap tempur mengangkut semua mahasiswa yang berencana untuk jelajah alam di hutan wisata, Bunga dan Luna baru saja menaiki bus itu, kursi yang kosong berada agak di belakang tepat disamping Afif dan Very. Selebihnya semua sudah terisi dengan yang lainnya.


“Eh Bunga udah disini aja, tinggal disini yang kosong,” ucap Very.


“Hmmmm pucuk dicinta ulam pun tiba,” sambung Afif sambil terenyum ke arah Bunga.


“Hm iya makasih,” jawab Luna sementara Bunga ngak ada jawaban sama sekali.


Bunga dan Luna pun duduk di kursi yang kosong tersebut, walaupun agak dibelakang tapi gapapa dari pada mereka ngak jadi ikut. Yang penting bagi mereka adalah selalu bersama tidak dipisahkan kalau urusan yang lainnya mereka mana peduli.


Bus pun mulai bergerak menuju lokasi, diperjalanan cuaca mulai hangat, sinar mentari yang sangat menyorot saat itu membuat AC dalam bus serasa tidak berfungsi, para mahasiswa masih merasakan kegerahan yang luar biasa.


“Bunga kamu tadi beli minuman ngak?,” tanya Bimu yang tiba- tiba muncul dari kursi paling belakang.


“Nih ada mas, ehhh kak, tadi Bunga ambil kok,” jawab Bunga sambil mengeluarkan minuman yang diminta oleh Bimu.


“Okkk makasih ,” ucap Singkat Bimu.


“Hmmmm hmmmm hmmm ada angin apa ini???,” tanya Luna.


“Ngak ada apa- apa kok,” ucap Bunga.


“Kok bisa ada minuman Bimu dalam tas kamu???,” tanya Luna.


“Oh iya aku belum cerita, sorry,” ucap Bunga yang luopa menceritakan kepada sahabatnya kalau ia sudah pindah dari kosannya.


“Lupa apa an sih,” tanya Luna.


“Begini Lun, aku dari tiga hari yang lalu sudah ngak nge kos lagi, aku tinggal dengan keluarga pak Rayhan papanya Bimu,” ucap Bunga sambil berbisik.


“Apaaaaaaa???,” teriak Luna secara spontan, dan membuat semua mata tertuju langsung kepada mereka, Bunga pun langsung menutup mulut Luna dengan tangan sebelah kanannya.


“Ngak perlu teriak juga kali Lun!!!!! ,” ucap Bunga.


“Maaf aku tadi kaget mendengar itu,” ucap Luna.


“Terus kok bisa??? ,’’ tanya Luna yang penasaran dengan alasan Bunga.


“Ceritanya gini lo, Orang tua perempuan Bimu kan satu- satunya perempuan yang ada dirumahnya, jadi tante itu merasa kesepian ngak ada teman cerita- cerita kan pastinya boring sendiri dirumah ngak ada teman, jadi ketika pertama kita jumpa di mall si tante langsung ingin mengajak aku tinggal bersama mereka, ehhh jadi kesampaian,” jelas Bunga kepada Luna.


“Jadi sekarang kamu tinggal disana dong???,” ucap Luna.


“Iya aku juga ngak boleh lagi manggil tante, aku udah manggil mama juga dirumah itu,” jawab Bunga.

__ADS_1


“Apaaaa??? Jadi sekarang Bimu kakak kamu dong??? ,’’ tanya Luna.


“Iya Lun, makanya semua perlengkapan kak Bimu ada sama aku, mama yang nyuruh, kalau kak Bimu pastinya ngak bakal ada persiapan,” ucap Bunga.


“Hmmmm pasti banyak yang salah paham nih nanti,” jawab Luna.


“Yaahhh biarin aja, kan bisa dijelasin sama kita nanti, kalau perlu mama sama papa aja yang jelasin ke semua pihak,” ucap Bunga.


“Iya juga yaaa,, sekarang kan kamu ngak sendiri lagi udah masuk di keluarga besar pak Rayha,” ucap Luna.


“Sudah jangan bahas ini lagi ya,,, takut ada yang dengar ngak enank nanti,’’ jawab Bunga.


“Yahhhh biarin aja mereka dengar biar ngak salah paham kek semalam lagi,” ucap Luna.


Setelah mereka selesai berbicara Luna baru sadar kalau mereka berdua sudah menghabiskan waktu selama satu setengah jam membahas masalah Bunga di rumah Bimu.


“Duhhhh aku udah ngak sabar nihhh, pingin cepat- cepat samapai,” ucap Reny ketua geng julid.


“Kalau samapai emnag kamu mau apaaaa???,” tanya Sahsa.


“Biasa lahhhh,, melangsungkan rencana mendekati my honey Bimu,” jawab Reny.


“Wekkkk mimpiiiiii,,,, ada Bunga tuhhh,” ucap Ica.


“Bukan ngejatuhin sih tapi kan emang kenyatannya seperti itu,” ucap Ica dengan polosnya.


“Dasar Ica, udah akhhh mendingan kmau diam aja,” bentak Sahsa melihat tingkah Ica yang terlalu polos.


“Pokoknya kali ini aku akan berhasil buat Bimu jatuh cinta kepadaku,” ucap Reny.


“Yukkkk setujuuuu,,, Semangatttt Renyyyy,” jawab Sahsa dengan semangat.


Tapi disebelah kursi Bunga dan Luna ada Afif yang sudah tidak bisa berkata- kata lagi, soalnya ada Bimu yang akan mengawasi saudara barunya itu, tapi itu tidak membuat semangat untuk berusaha mendekti Bunga menjadi luntur.


“Sabar boy kalau jodoh itu pasti ngak bakal kemana,” ucap Very terhadap Afif.


“Iya iya aku tau kok, tapi ini menjadi lebih sedikit sulit,” jawab Afif.


“Pokoknya usaha aja dulu, hasilnya kan belakngan,” ucap Very memberi semangat kepada sahabatnya itu.


“Pastinya dong, selalu semangat man,” ucap Afif.


seperti pengumuman tour guidnya mereka akan tiba dilokasi sekitar 10 menit lagi. semua mahasiswa bersiap mengkemasi semua barang bawaan masing- masing agara tidak ada yang tertinggal di dalam bus. Dengan penuh semangat semua bernyanyi dengan lagu kesayangan masing- masing yang namanya mahasiswa jurusan seni pasti sudah ada kecintaan tersendiri terhadap suatu karya.

__ADS_1


Tetap di lokasi yang dituju bus pun berhenti, semua mahasiswa turun secara bergantian, dan langsung diarahkan oleh dosen pendamping menuju lapangan untuk mendirikan kemah, kebetulan pada waktu itu sudah menjelang sore.


Afif melihat barang bawaan Bunga yang lumayan banyak ia menawarkan bantuan.


“Sini Bunga biar saya bantu,” ucap Afif.


“Makasih kak, aku bisa kok,” jawab Bunga.


“Udah sini aja, biar lebih ringan,” ucap Afif.


“Bunga bisa kok, kan ada Luna juga yang bisa ngebantu kak,” jawab Bunga yang menolak bantuan dari Afif karena menurutnya dia bisa membawa barang- barangnnya sendiri.


“Hmmmm iya lah,” ucap Afif yang marasa gagal di kesempatan pertamanya.


Dari sudut lain Bimu melihat saudaranya membawa barang yang di dalamnya juga ada kebutuhan untuk dia, segera berjalan menuju tempat Bunga.


“Sini kakak bantu,” ucap Bimu.


“Udah kak biar Bunga aja, bunga kan kuat,” jawab Bimu.


“Kalau Bunga ngak mau aku butuh bantuan kok kak,” sahut Reny yang mendengar Bunga menolak bantuan dari Bimu.


“Dihhh siapa juga yang mau ngebantu kamu Reny,” jawab Bimu.


“Sini aja biar kakak bawa, kalau mama tau kakak bisa dimarahi nanti,” bisik Bimu kepada Bunga.


“Hm ia lah kak,tapi yang agak berat sama kakak ya hehehehe,” jawab Bunga dengan senyum tipisnya.


Bunga sadar kalau Afif dekat dengan mamanya makanya Bunga takut kalau ada yang mengadukan kalaU Bimu kakaknya tidak mau membantu Bunga.


“Nahhh gitu dong, adik kakak kan ngak boleh capek – capek, kakak juga nanti yang dihukum mama,” ucap Bimu.


“Siap kak Bunga ngak bakal ngadu kok,” jawab Bunga.


Reny dan teman- temannya melihat kejadian Bunga yang semakin dekat dengan Bimu, membuat hati Reny semakin panas, dan merasa harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan perhatian Bimu, sementara Bimu sudah muak melihat tingkah trio julid yang dulu membuat fitnah tentang Bunga di kampus.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Bersambung...


...Jangan Lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...


...Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2