
Esok harinya di kampus naura dan bimu berangkat dari rumah, tetapi Bunga memutuskan dengan membawa sendiri sepeda motor miliknya ketimbang harus jalan bareng dengan Bimu. Karena Bunga enggan mendengarkan celotehan teman- temannya yang lain di kampus.
Sepuluh menit kemudian, Bunga pun sampai di kampus. Saat semua mahasiswa sedang berkumpul di kelas, terdengar suara Bimu sebagai ketua tingkatan jurusan seni menggunakan toa yang mengumumkan bahwa semua mahasiswa jurusan seni segera berkumpul di aula yang bersebelahan dengan lab.
Bunga dan Luna yang merasa dalam jurusan seni pun langsung bergegas menuju aula yang diumumkan oleh ketua tingkatan jurusan.
“Lun ada apa ya kok kita dipanggil ke aula segala?,” tanya Bunga.
“Nggak tau tuh, kita dengarin aja nanti,” jawab Luna.
“Yaudah kita masuk yuk, biar dapet tepat duduk,” ucap Bunga yang mengingat bahwa mahasiswa jurusan seni lumayan banyak.
Lalu mereka pun duduk di kusi yang berada di tengah, Bimu pun angkat bicara setelah mendengar banyaknya siswa yang ngoceh sendiri bersama temannya, membuat suasana seperti berada di pasar malam.
“Bisa perhatikan semua ke sini, dan tolong diam!,” Ucap Bimu
“Wahhhhhh kak Bimu,, meleleh deh mendengar suaranya,,,, buat hatiku deg degkan,” ucapan yang keluar dari mulut kaum hawa.
Bunga yang mendengar kata – kata itu menjadi agak sedikit jengkel, Bimu juga memperhatikan ekspresi Bunga, tak lama kemudian Bunga pun menyadarinya dan segera mengubah raut wajahnya dengan sedikit agak ceria.
“ Kamu kenapa sih?,” tanya Luna.
“gapap kok Lun,” jawab Bunga.
Setelah itu Bimu dan anggotanya yang lain mengumumkan bahawa akan mengadakan kegiatan jelajh alam ke hutan wisata, lalu Bimu menjelaskan bahwa yang harus dilakukan dialam tersenut yaitu, mencatat bagaimana keadaan sekitar di lokasi, dan mencatatan beberapa jenis hewan dan tumbuhan disekitar lokasi serta hal- hal lainnya.
Setelah semua tersampaikan kira- kira lima belas menit kemudian, mereka harus membentuk kelompok, mereka membagi sepuluh orang per kelompok, dan dalam kelompok tersenut diharuskan ada cowoknya.
“Lun kita bareng ya, jangan pisah,” ucap Bunga.
“Ok Bunga, aku pikir begitu yang terbaik,” jawab Luna.
“Perhatian untuk semuanya, dikarenakan keadaan yang kurang kondusif, maka pembagian akan dilakukan oleh kami dan akan kami tempel besok pagi di mading kampus,” Jelas Bimu setelah mendapatkan persetujuan dari semua mahasiswa’’.
Setelah semua mahasiswa bubar, dan sudah menuju kelas masing- masing tinggal Bunga serta Luna yang segera menemui Bimu, untuk mengusul agar mereka berdua jangan dipisahkan dan harus berada dalam satu kelompok.
“Kak Bimu,” ucap Luna.
“Ya ada apa?,” tanya Bimu.
“Kak kalau bisa, Luna minta tolong kalau kita jangan dipisah ya kak, kita berdua satu kelompok,” Pinta Luna.
__ADS_1
“Nggak tau Lun kan bukan kaka sendiri aja yang membagi ,” ucap Bimu.
“Ya tapi kan kakak sebagai ketua bisa dong usul sama yang lain,” sahut Bunga.
“Ya udah nanti kakak usahain,” ucap Bimu.
“Ya udah makasih kak Bimu,” jawab Luna.
Luna dan Bunga segera menuju pintu keluar dan melangkah ke kelas lagi untuk mengikuti mata kuliah lainnya.
“Ehhh,,,, Bunga,” Panggil Bimu.
Deg, aduh gimana nih, pake di panggil segala lagi, tiba- tiba saja jantung Bunga berdegub kencang.
“Kan kamu satu kelompok sama Luna, tapi ada syaratnya,” ancam Bimu.
Untung ngak tanya yang lain, dalam batin Bunga.
“Syarat??? Apa itu???,” tanya Bunga.
“Syaratnya kamu harus satu kelompok sama aku,” ucap Bimu.
“Ya biar ada yang ngejagain kamu lah, mama juga nanti pasti akan nyuruh buat jagain kamu,” ucap Bimu.
“Issshhhh terserah kakak aja lah, intinya aku harus bareng Luna”. Jawab Bunga.
“Ya udah jangan lupa siap- siap 2 hari lagi acara ini akan dilaksanakan,” ucap Bimu memberitahu kapan akan diadakan acara tersebut.
“Hm iya,” jawab singkat Bunga.
Bimu pun segera menuju aula lagi karena disana yang lainnya sudah menyediakan beberapa unit komputer guna untuk mengetik semua tugas – tugas para ketua dan anggota tingkatan lainnya.
Bimu langsung membagi kelompok, tapi tiba- tiba ada telepon yang mengharuskan Bimu untuk pulang , dia sudah mengusulkan kalau Bunga dengan Luna harus satu kelompok, dan anggota meng iya kan saja.
“Eh Lun, kamu belum cerita deh masalah semalam, siapa cowok yang dijodohkan denganmu?,” tanya Bunga.
Serrrrr....... seketika wajah Luna berubah pucat mendengar pertanyaan dari Bunga.
“A...aaaa akuuuuu,” jawab Luna masih kaku untuk mengucapkan siapa yang di jodohkan dengan dirinya.
“Ia siapaaa Lunaaaa,,,, susah banget sihh!!!,” ucap Bunga.
__ADS_1
“Kamu pasti ngak akan percaya kalau akau sebutin nama orangnya,” jawab Luna.
“Ahhhhh emang siapa, kok kamu bilang seperti itu,” tanya Bunga lagi.
“Yang di jodohkan orang tua ku itu adalah Miko,” jawab Luna.
“Hahhhhh apaaaaaaa?????? Mikoooooooo??????,” ucap Bunga dengan melotot sangking terkejutnya.
“Iyaaa Bunga,” jawab Luna.
“Kamu ngak bercanda kan, ini bukan main – main lo, ini serius,” ucap Bunga yang masih kurang percaya dengan yang dikatakan Luna.
“Iya Bunga desa, aku serius, serius banget malahan, aku juga ngak nyangka kalau yang dijodohkan itu dengan aku adalah Miko, sebeb orang tua kita yang saling kenal, tapi kita berdua sama sekali belum pernah saling mengunjungi, makanya aku ngak tau kalau orang tua ku sahabat dari orang tua Miko,” jawab Luna yang menjelaskan tentang kejadian itu.
“Terus gimana, kamu terima,” tanya Bunga dengan penasaran.
“Hmmmmm iya Bunga aku nerimanya, tapi aku sudah mengatakan kepada Miko aku menerima ini tapi aku belum bisa cinta kepada dia, ini masih karena orang tua,” jawab Luna.
“Ya setidaknya yang dijodohkan dengan kamu itu adalah orang yang sudah akrab dengan kita, coba aja orang lain yang sama sekali kita nggak kenal kan gak lucu ceritany,” ucap Bunga.
“Iya juga sih, tapi kan ini juga aku masih ragu dengan keputusan ku,” jawab Luna.
“Ngapain ragu lagi, kan tadi malam juga aku udah cerita, kalau Miko sudah mengatakan kalau dia itu cinta dan sayang sama kamu, tapi karena dia merasa nggak sanggup bilang ke kamu dengan alasan mau dijodohkan, ehhh ternyata dengan kamu juga,” ucap Bunga.
“Iya aku ingat tapi kan aku nggak semudah itu untuk membalas perasaannya, semua kan butuh proses Bunga, nggak se instan yang kita pikirkan,” jawab Luna.
“Iya juga sih,” ucap Bunga.
“Ini kan yang kita bicarakan tentang aku, sekarang bagaimana dengan kamu siapa yang sedang dekat denganmu?,” tanya Luna dengan sinis kepada Bunga.
“Ehhhhh Lunaaaa,,,, aku nggak sempat ya mikirin cowok, yang ada di otak ku hanya kuliah, kerja daoat uang banyak trus dikirim ke desa buat orang tua, itu aja nggak ada cowok – cowok an,” ucap Bunga.
Padahal sebenarnya Bunga juga sudah mulai merasakan bahwa ia juga ada perasaan kepada .........
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan lupa Like, Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
__ADS_1