
"Aduh buk, maaf sekali bukan saya gak mau, tapi memang saya melakukan itu dengan ikhlas buk, lagian ini juga bareng sama teman-teman, lain kali aja ya buk, terimakasih," ucap bunga dengan lembut menolak tawaran mama Bimu.
"Baiklah kalau begitu, tapi lain kali ibu ajak jangan nolak lagi ya,kamu harus mau," jawab mama Bimu.
"Ba baiklah buk, saya gak akan nolak lagi kok, tapi jangan sekarang ya buk," Balas Bunga.
Mama Bimu pun berlalu meninggalkan mereka dan kemudian.
"Owwww gak benar ini ceritanya yukk kita cari tempat duduk, ceritakan semua kepada kami masalah kamu menolong Bimu,"ucap Luna yang penasaran dengan kejadian itu.
"Nah betul itu, kok gak pernah ada cerita ini sebelumnya," balas Very.
Sementara Afif yang sudah mengetahui terlebih dahulu hanya berdiam diri saja. Mereka pun mencari lokasi tempat duduk memang ajak jauh dari keramaian untuk membahas masalah anta Bimu dan Bunga.
"Kapan tuh kejadiannya?," tanya Luna kepada Bunga.
"Itu udah lama kok, sebelum libur kuliah, kan aku pernah pulang duluan kan dari kampus, nah pas disitu kejadiannya," jawab Bunga.
"Terus kamu kok gak pernah cerita ini sebelumnya, kenapa?," balas Luna merasa curiga.
"Ya karena kan memang gak perlu juga untuk dibahas, lagian itu kan kejadian yang gak musti di ceritain," jawab Bunga dengan senyum tipis.
"Nah kamu kok diam aja Fif?," tanya very merasa heran kepada Afif yang dari tadi hanya diam saja tanpa sepatah kata pun dari mulutnya.
"Iya iya,, aku tau kejadian itu, tapi setelah satu hari berlalu, Bunga nanya ke aku "apa Bimu sudah baik-baik saja, nah terus aku jawab emang Afif kenapa?" tanya ku kepada Bunga, terus Bunga jelasin deh semuanya.
"Owww pantesan kamu diam aja yaaaa” ucap very.
"Udah yukkk gak penting juga, kan kejadiannya udah lewat juga kok," ajak Bunga.
"Mmmmmmmm iya iya gak penting ,tapi keknya kalau masalah Bimu pasti selalu di rahasiakan, betul gak," sindir very.
"Ihhh apa an sih kak ver, udah deh jangan bahas itu lagi, yukk lanjut jalan," ajak Bunga.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan setelah lelah berjalan mereka pun berniat untuk bubar dan kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
"Selamat siang, semua," teriak mama Bimu.
"Ihhh tumben mama teriak, bahagia banget keliatannya," jawab papa Bimu.
"Iya nih ma, gak biasa-biasanya mama seperti ini," sambung Bimu yang ikut terheran-heran melihat tingkah mamanya.
"Mama udah ketemu dengan yang nolong kamu kmaren," ucap mama kepada Bimu.
"Yang nolong Bimuuuu?? emang siapa ma," tanya Bimu yang belum nyambung akan kejadian saat ditolong Bunga.
"Itu tuhhh si gadis desa yang kamu bilang, si Bunga namanya kalau mama gak salah tadi," jawab mama.
"Ohhh Bimu kira siapa, ternyata Bunga tohhh," balas Bimu.
"Iya, anaknya baik yaaa, cantik lagii," puji mama Bimu terhadap Bunga.
"Iya lah ma, selain itu ia juga berprestasi lo di kampus, di hotel kita juga anaknya paling rajin," sambung papanya Bimu.
"Iya lo maaaa,, kerja di hotel kita, tapi shif malam karena dia harus kuliah dari pagi sampe sore," jawab papa.
"Kok pada ngomongin Bunga sih jadinya, gak ada topik lain apa ma” ucap Bimu.
"Yah mama baru ketemu sama dia, jadi wajar dong mama ngomongin anak itu, tadi juga keknya dia serasi banget sama teman cowoknya," jawab mama yang membuat Bimu terkejut pasalnya ia juga punya hati untuk Bunga.
"Lohh emang siapa cowok yang sama Bunga?" tanya Bimu.
"Emang kenapa kok kamu terkejut gitu mama ngomong dia sama cowok, apa jangan-jangan??," ledek mama Bimu.
"Ihhh apa an sih ma, gak ada kok Bimu cuma penasaran doang, gak boleh emang," jawab Bimu.
"Tadi itu si Afif sama Very yang nemani Bunga," jawab mama.
"Dasar curang nih si Afif diam-diam dia ngajak Bunga jalan,kalau seperti ini caranya bisa-bisa aku di potong nih sama Afif," gumam Bimu dalam hati.
__ADS_1
"Eh anak mama kok jadi melamun gitu, apa coba yang kamu pikirkan," tanya mama merasa heran.
"Hehehehe gak kok ma, Bimu gak mikir apa-apa," jawab Bimu.
"Bunga itu ma, anaknya rajin, riang, suka buat keributan di hotel, kalau dia gak datang hotel bakal sepi gak ada suara dia, kata teman-temannya sih papa dengar," ucap papa.
"Iya pa kelihatannya juga memang anaknya periang, rendah hati, cara bicaranya juga tadi sopan banget ," puji mama Bimu lagi terhadap Bunga.
"Iya ma, memang itu salah satunya yang membuat Bunga jadi banyak teman dan selalu jadi pembicaraan dimana pun ia berada," balas papa.
"Baiklah pa mama ke kamar dulu, capek seharian belanja, abisnya anak mama gak mau nemanin jadi kewalahan deh bawa barang-barang," sindir mama untuk Bimu, sembari melangkah menuju kamarnya.
"Mmmm sindir terus, mama paling bisa nih masalah nyindir," ucap Bimu terhadap mamanya.
"Lagian memang betul sesekali kan gak apa-apa nemani mama kamu tuh, kasihan kan mama kamu jadi kecapekan tuh," lanjut papa.
"Sekalian aja papa yang nemani mama, biar klop," jawab Bimu.
"Tadi kan kamu udah dengar tuh mama ngomongin Bunga, nyari pacar itu yang seperti Bunga jangan nanti taunya cuma minta uang buat shoping-shoping ke kamu," sindir papa lagi.
"Udah akh pa aku juga ke kamar, Bunga terus yang di bahas, bosan tau," ucap Bimu agak kesal dan langsung ke kamarnya.
Sampai dikamar Bimu pun merenung mengenai apa yang dibicarakan oleh orang tua nya. Mengenai Bunga yang orangtuanya puji dari tadi, "Memang betul sih Bunga itu, cantik, baik, ramah, sopan, cara bicaranya juga lembut, sudah pantas kali banyak laki-laki yang ingin menjadikan Bunga sebagai pacarnya," ucapnya dalam hati.
Tapi apa boleh buat kali ini Bimu sudah tinggal satu poin dari Afif , hari ini Bunga lagi jalan-jalan dengan Afif, sementara Bimu hanya pas acara liburan ketika di desa Bunga, setelah itu di cafe itupun pertemuan yang tidak disengaja, selain itu tidak pernah lagi sampai sekarang.
Bimu si mr.cool juga memang cowok idaman setiap kaum hawa, pasalnya mulai dari wajah, postur tubuh, cara berpenampilan dan lainnya semua memadai, jadi wajar aja banyak cewek yang tergila-gila kepada Bimu. termasuk juga salah satunya Bunga yang mulai tumbuh perasaan terhadap Bimu, semenjak pertemuan di desa Bunga.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Bersambung...
...Jangan Lupa Like,Vote & Komentar yang membangun...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏🙏...