Kidung Renjana

Kidung Renjana
Berita Miring


__ADS_3

''Tunggu!'' sahut Agam dengan cepat saat mendapati Ranum yang akan melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangannya.


''Apa lagi, sih!'' gerutu Ranum.


Agam melangkah perlahan dan berjalan mendekat ke arah Ranum, mencoba mengikis jarak yang memisahkan mereka.


''Mau ngapain?'' ucap Ranum dengan sedikit terbata, bersiap-siap untuk melindungi dirinya dari Agam yang terus melangkah mendekatinya.


''Diamlah disitu dan jangan bergerak!'' perintah Agam dengan terus menatap dan mendekat ke arah Ranum.


Kini jarak yang ada diantara mereka hanya tinggal menyisakan sejengkal telapak tangan saja. Agam sedikit membungkukkan tinggi tubuhnya untuk mensejajarkan dengan tinggi Ranum. Berada dalam jarak yang sedekat ini membuat tubuh Ranum seketika menegang. Ia seperti terhipnotis dan tak dapat melakukan apa-apa. Dan secara otomatis di luar kendalinya, Ranum perlahan-lahan memejamkan kedua matanya begitu wajah Agam berada semakin dekat dengan wajahnya.


Dengan jelas Ranum bisa merasakan hembusan hangat nafas lelaki di hadapannya itu yang langsung menerpa mengenai permukaan kulit wajahnya. Terang saja, Ranum pun semakin merapatkan kedua matanya untuk tetap terpejam.


Deg.. deg... deg... suara detak jantung Ranum yang semakin berdetak tak beraturan. Namun, tiba-tiba....


''Sudah!'' ucap Agam yanglangsung membuat Ranum membuka kedua matanya lebar-lebar.


''Hah?'' sahut Ranum tak mengerti. Ia masih berada dalam mode setengah sadar kali ini. Dan entah mengapa tiba-tiba saja ia merasa begitu kesal pada Agam karena peristiwa beberapa detik lalu.


''Ini!'' ucap Agam dengan menunjukkan sebuah bulu mata yang terjatuh di pipi Ranum.


Sontak saja wajah Ranum langsung memerah bagaikan buah chery yang merona segar. Ia merasa sangat malu karena sudah berpikiran yang tidak-tidak. Ia pun segera berlari dari ruangan Agam tanpa mengucapkan sepetah kata pun dengan raut wajahnya yang tak terbaca.


Jeglek! Suara pintu tertutup dengan cukup keras saat Ranum keluar dari ruangan Agam.


''Ranum!'' panggil Agam karena terkejut tiba-tiba saja Ranum meninggalkannya.

__ADS_1


''Kenapa dia malah pergi begitu saja, aku kan belum selesai. Apa dia marah? Apa aku salah lagi ya?'' gumam Agam tak mengerti.


...----------------...


Jam pulang kantor telah tiba. Ranum pun segera bergegas meninggalkan ruang kerjanya untuk menjemput putranya di sekolah.


''Hati-hati, May. Salam ya untuk Yuda dan tolong katakan padanya jika Sabtu besok akan aku usahakan agar bisa datang ke kafenya.'' ucap Ranum pada Maya.


''Hm nanti akan aku sampaikan pada Yuda. Kamu juga hati-hati ya, salam untuk si tampan El...'' kedua sahabat itu pun saling berpamitan dan melangkah dengan arah jalan yang berbeda.


Setelah itu, Ranum segera melajukan kendaraannya untuk menuju sekolah Elzein. Namun saat ia baru saja keluar dari halaman kantor, tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai mendadak mati mesin dan tidak dapat menyala.


''Aduh, kenapa sih ini mobilnya?'' ucap Ranum sambil berusaha untuk menstarter mobilnya berulang-ulang kali agar bisa kembali menyala.


''Udah jam segini lagi, lima belas menit lagi El sudah keluar dari kelas.'' Ranum melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.


Dari arah kejauhan pada saat yang bersamaan, sebuah mobil mewah melaju tepat di bekalang mobil Ranum dan mobil itu pun berhenti tepat sejajar dengan mobilnya.


''Bos, sepertinya itu mobil mbak Ranum. Apa mobilnya mogok ya sejak tadi saya perhatikan nggak jalan-jalan.'' ucap Hardy dari kejauhan saat melihat mobil Ranum yang berhenti di tengah jalan keluar.


''Ya kamu benar itu mobil Ranum. Ayo cepat hampiri dia!'' perintah Agam.


''Baik, bos.'' jawab Hardy yang langsung menepikan mobilnya dan mendekati mobil Ranum.


Tin! Tin!


''Hei, kenapa diam di situ?'' tanya Agam dari dalam mobilnya, ia hanya menyapa Ranum dari dalam mobil dengan menurunkan kaca pada mobilnya.

__ADS_1


''Bukan urusan kamu!'' jawab Ranum ketus dan tetap mengabaikan pertanyaan Agam.


''Mobil kamu mogok? Ayo cepat naiklah, sebentar lagi El akan segera keluar kelas.'' ucap Agam sambil melihat jam di tangan kirinya.


''Biar aku panggilkan orang bengkel untuk mengurus mobilmu, sekarang naiklah...'' ucap Agam lagi.


''Nggak usah, makasih. Aku bisa sendiri.'' jawab Ranum dengan tetap mengabaikan tawaran Agam.


''Nggak usah gengsi, apa kamu nggak kasihan sama Elzein karena membiarkannya terlalu lama menunggu jika kamu tetap bersikeras sepert itu.'' ucap Agam berusaha membujuk Ranum.


''Tapi?'' Ranum nampak berpikir dengan keras mengenai tawaran yang Agam berikan.


''Ayolah, sebelum El semakin lama menunggu, kasihan dia.'' bujuk Agam.


Setelah berpikir untuk beberapa saat, pada akhirnya Ranum pun menerima tawaran Agam dan segera naik ke dalam mobil Agam setelah salah seorang security mengambil kunci mobilnya untuk nantinya akan diserahkan kepada orang bengkel kepercayaan Agam.


''Hardy, segera ke sekolah Elzein. Aku tidak ingin membuat putraku menunggu terlalu lama.'' perintah Agam pada Hardy.


''Baik, bos.'' jawab Hardy yang segera melajukan kembali arah jalannya menuju sekolah Elzein.


Melihat sikap dan perhatian yang Agam tunjukkan saat itu, membuat Ranum merasa sedikit tersentuh dan tanpa ia sadari ia pun mengangkat sudut bibirnya dan mengucap syukur di dalam hati.


Di sisi lain, tanpa mereka sadari dari arah seberang jalan ada seorang perempuan yang juga merupakan salah seorang karyawan di perusahaan Agam yang sejak tadi memperhatikan Ranum. Tanpa sengaja perempuan itu melihat saat Ranum hendak naik ke dalam mobil Agam. Lalu, perempuan itu pun segera meraih ponselnya dan mengambil foto Ranum yang dari kejauhan nampak akan mencium Agam saat sedang naik ke dalam mobil.


''Bener kan gue bilang, tuh cewek emang simpenan om-om.'' ucap perempuan yang juga bekerja di perusahaan Agam tersebut.


''Gue harus sebarin foto-foto ini, biar tau rasa tuh cewek murahan! Enak aja dia mau berkuasa di sini, mentang-mentang banyak yang naksir terus dia pikir dia bisa seenaknya sendiri apa, nggak akan gue biarin!'' ucap perempuan itu dengan tatapan penuh kebencian pada Ranum.

__ADS_1


Benar saja, ia langsung menyebarluaskan foto-foto Ranum yang ia ambil tadi pada grup whatsdown karyawan perusahaan. Dalam foto-foto itu memperlihatkan Ranum yang sedang berada di dalam mobil mewah bersama dengan seorang pria yang jika dilihat dari mobil yang dikendarai menunjukkan jika pria itu adalah pria kaya. Dari arah foto itu diambil memang tidak terlihat begitu jelas siapa sosok lelaki yang ada di dalam mobil yang sedang bersama Ranum. Hanya wajah dan pakaian Ranum yang tampak jelas dalam foto tersebut. Berbagai caption miring yang tertulis pada foto-foto itu ditambah dengan sudut pengambilan gambar yang seolah-olah menujukkan jika Ranum sedang mencium pria kaya tersebut semakin memperkuat gosip yang perempuan itu sebarkan jika Ranum adalah simpanan pria hidung belang.


__ADS_2