Kidung Renjana

Kidung Renjana
Pria Hidung Belang


__ADS_3

''Apa-apaan ini!'' ucap Agam begitu melihat beberapa foto yang ditunjukkan oleh Hardy kepadanya.


''Iya, bos. Ada seseorang yang sepertinya dengan sengaja menyebarkan foto-foto ini. Tapi hanya wajah mbak Ranum saja yang nampak jelas dalam foto itu.'' jawab Hardy.


''Kurang ajar! Berani-beraninya orang itu!'' geram Agam dengan amarahnya.


''Ada apa? Foto apa memangnya?'' sahut Ranum yang penasaran lalu melihat foto yang Hardy tunjukkan.


''Astaga! Pantas saja orang-orang di kantor tadi melihat ku seperti melihat hantu ternyata gara-gara foto nggak jelas ini.'' gerutu Ranum yang merasa kesal karena adanya gosip tentang dirinya yang kini sudah menyebar luas di penjuru kantor.


Dari arah luar pintu kembali diketuk oleh seseorang. Ya, orang itu adalah Maya.


''Maaf pak Agam, tapi saya harus bertemu dengan Ranum.'' ucap Maya dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal karena berlari dari ruangannya menuju ruangan Agam untuk menenangkan sahabatnya itu.


''Aku nggak apa-apa.'' jawab Ranum yang langsung menghampiri Maya.


''Kamu sudah tahu tentang foto itu?'' tanya Maya lagi.


''Hm.'' jawab Ranum sambil menganggukan kepalanya.


''Menurut analisa saya orang yang menyebarkan foto ini masih ada hubungannya dengan orang-orang di perusahaan kita atau bisa jadi orang kita sendiri bos. Karena foto itu pertama kali muncul dari nomor tak dikenal yang tiba-tiba masuk di grup Whatsdown karyawan kita bos.'' ucap Hardy.


''Benar, saya sependapat dengan Pak Hardy.'' sahut Maya yang ikut merasa kesal pada pelaku penyebar fitnah sahabat itu.


''Kalau begitu segera temukan orang yang pertama kali menyebar foto itu dan seret dia kemari!'' perintah Agam pada Hardy.


''Baik, bos.'' jawab Hardy yang langsung pergi meninggalkan Agam dan Ranum di dalam ruang kerjanya.


''Ranum, kamu baik-baik saja kan?'' tanya Maya.


''Kamu tenang saja, aku sudah kebal dengan gosip-gosip nggak jelas kaya gini.'' jawab Ranum dengan tetep tenang.


''Aku khawatir banget sama kamu, Num. Tapi karena sudah ada Pak Agam, aku menjadi sedikit lebih tenang sekarang.'' ucap Maya.


''Kamu tidak perlu khawatir, masalah ini akan segera teratasi.'' sahut Agam.


''Baiklah kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu ya, Num.'' ucap Maya pada Ranum.

__ADS_1


''Hm.''


''Saya permisi pak, saya percaya dan tolong jaga sahabat saya dengan baik.'' ucap Maya pada Agam sambil berpamitan keluar dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Agam.


Setelah kepergian Hardy dan juga Maya, Ranum kembali menata hati dan amarahnya. Berulang-ulang kali ia mengambil udara banyak-banyak untuk ia bawa ke dalam paru-parunya lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan.


''Kamu tenang saja, aku akan segera mencari orang yang sudah menyebarkan foto itu. Dan akan aku pastikan jika namamu akan kembali bersih.'' ucap Agam pada Ranum.


''Kamu baik-baik saja kan?'' tanya Agam yang merasa khawatir pada psikologis Ranum saat ini.


''Hm.'' jawab Ranum singkat.


''Kamu tenang saja, Hardy sangat bisa diandalkan dalam urusan seperti ini. Semua akan segera teratasi.'' ucap Agam berusaha untuk menenangkan Ranum.


''Aku baik-baik saja, jangan terlalu dipikirkan. Aku hanya sedang berpikir apa kesalahan yang sudah aku perbuat pasa orang itu hingga orang itu tega membuat berita konyol seperti ini.'' jawab Ranum.


Agam pun segera berjalan mendekati Ranum dan membawa wanita pujaannya itu untuk bersandar di pelukannya. Untuk beberapa saat, keduanya pun larut dalam angan masing-masing. Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua hingga. Lalu, setelah keheningan yang tercipta untuk beberapa waktu itu,


''Emm, jadi ini yang kamu tanyakan tadi?'' tanya Ranum yang langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Agam dalam-dalam.


Agam pun hanya dapat memalingkan wajahnya karena lagi-lagi telah salah paham pada wanita di hadapannya itu.


''Enak saja! Siapa yang cemburu!'' kilah Agam.


''Terus kenapa kamu tadi marah-marah? Sepertinya seru juga ya kalau beneran punya om-om kaya.'' goda Ranum.


''Jadi kamu berpikiran akan menjadi simpanan pria hidung belang?'' tanya Agam dengan sedikit menaikkan intonasi kalimatnya.


''Hm, kenapa tidak. Lagi pula gosip itu juga sudah menyebar luas. Kenapa tidak sekalian saja?'' ucap Ranum dengan memainkan kedua alisnya menggoda pria di hadapannya itu.


''Nggak boleh!'' sahut Agam cepat.


''Kalau pria hidung belangnya masih muda dan tampan kan nggak masalah!'' jawab Ranum dengan santai.


''Awas saja jika kamu benar-benar melakukan itu!'' ancam Agam.


''Aku nggak takut dengan ancamanmu. Lagi pula saat ini aku juga sudah menemukan pria kaya itu!'' ucap Ranum dengan santai.

__ADS_1


Agam pun sontak membelelakkan kedua matanya begitu mendengar apa yang Ranum katakan. Ia benar-benar merasa tak terima saat itu.


''Ranum, jangan gila kamu!'' kesal Agam.


''Apa kau ingin tahu siapa pria hidung belang itu?'' tanya Ranum.


''Sini, mendekatlah jika kamu ingin tahu siapa orangnya!''


Wajah Agam benar-benar merah padam saat itu. Ia tidak habis pikir karena Ranum benar-benar akan menjadi wanita simpanan pria hidung belang. Lalu, Agam pun langsung mendekat ke arah Ranum untuk melihat siapakah orang yang dimaksud olehnya.


''Hah!?'' teriak Agam.


''Memangnya aku ini pria hidung belang apa!'' protes Agam saat melihat sebuah foto yang ditunjukkan oleh Ranum kepadanya.


Ranum pun sontak tertawa dengan terbahak-bahak begitu berhasil mengerjai Agam.


''Eh, tunggu dulu! Jika aku adalah pria hidung belang yang kamu maksud itu, jadi aku adalah.....'' ucap Agam yang langsung dipotong oleh Ranum.


''Jadi apa! Jangan GR kamu!'' potong Ranum yang mengetahui arah pembicaraan Agam.


''Hei, benerkan apa yang akan aku katakan? Jadi jika yang kamu maksud pria hidung belang itu adalah aku, secara tidak langsung kamu mengakui jika aku ini adalah kekasihmu, kan?'' tanya Agam lagi dengan menggebu-gebu.


''Nggak usah terlalu cepat menyimpulkan!'' kilah Ranum yang awalnya hanya berniat untuk mengerjai Agam malah kini berbalik sendiri kepadanya.


''Ranum, aku benar-benar sangat bahagia mendengarnya!'' ucap Agam dengan penuh antusias.


''Bahagia? Apa kamu bahagia menjadi pria hidung belang?'' tanya Ranum.


''Aku rela menjadi apa saja, mau jadi pria hidung belang kek jadi sugar dady atau apapun itu asalkan aku menjadi orang yang spesial di hidupmu akan aku lakukan.'' ucap Agam dengan sungguh-sungguh.


''Dasar gila!"


Saat Ranum dan Agam larut dalam perdebatan yang dibalut dengan canda tawa itu, pintu ruangan Agam kembali ada yang mengetuk.


Tok..tok.. tok...


''Permisi bos.'' ucap Hardy dari balik pintu.

__ADS_1


''Masuk lah!'' ucap Agam dengan sedikit keras Agar Hardy bisa mendengar suaranya.


''Bos, saya sudah menemukan siapa pelakunya.'' ucap Hardy begitu masuk ke dalam ruangan atasannya itu.


__ADS_2