Kisah Cinta Dan Penghianatan

Kisah Cinta Dan Penghianatan
Bab 1. pertengkaran.


__ADS_3

Malam itu aku menerima pesan dari Arga, aku terkejut melihat isi pesan nya,


"Rin, istri ku sudah tau hubungan kita !" seketika aku resah.


Bagaimana ini? meskipun memang antara aku dan Arga belum menjalin sebuah status yang nyata. Tapi hubungan kami bisa di bilang cukup dekat dan obrolan kami juga bukan cuma sekedar obrolan biasa.


Kami sudah seperti kekasih, hanya saja belum punya status. Karena keadaan yang membingungkan buat aku, antara ingin memiliki dan tidak ingin menjadi pribadi seperti seseorang yang aku benci.


Kenyataan nya aku tidak bisa menghindari hati yang hampa dan kosong beberapa tahun ini .


Seakan aku yang haus cinta dan kasih, aku tidak bisa menolak pesona dari Arga. Bahkan aku semakin berani menerimanya, meski aku tau dia sudah berkeluarga.


Dengan perasaan resah aku membalas pesan Arga .


"Mas, sekarang lagi dimana?."


"Di rumah !"


"Lalu istri mas gimana ?"


tanya Arini.


Tidak ada jawaban dari Arga, aku semakin resah di buat nya.


Ting !!!


Nada pesan di ponselku. Pertanda ada pesan masuk buru-buru aku buka. Aku lemas saat membaca pesan itu ,nomor nya jelas dari Arga tapi aku tahu isi pesannya bukan dari Arga.


" Sudah berapa lama dan sejauh apa hubungan kalian ?,"


Ahhh pasti ini istrinya Arga, ponselnya di rebut dan bisa di pastikan mereka sedang bertengkar .


Aku gemetar. Mungkin seperti ini rasanya ketahuan maling .


"Baru satu bulan dan Alhamdulillah kita belum apa-apa"


jawabku dengan hati-hati.


"Oya? kamu pikir aku percaya ?!" pesan Refa.


Aku memutar bola mataku ,ternyata Refa ini sangat menyebalkan. Kalau tidak percaya untuk apa masih bertanya, dia ingin mengintrogasi aku? heh jangan harap.


"Terserah anda! mau percaya atau tidak, tapi saya berkata jujur apa adanya dan maaf, jika kehadiran saya membuat Rumah tangga kalian berantakan. Saya tahu saya salah ,sekali lagi maaf ."


Balas ku berusaha menenangkan singa betina yang sedang marah, berharap Arga baik-baik saja dan masalahnya segera selesai. Aku tidak mau kalau masalah ini berkepanjangan, akan sulit bagiku kedepanya untuk berhubungan dengan Arga.

__ADS_1


"Tidak ada wanita baik-baik yang mau melayani suami orang ! lalu kamu apa ?" ketus Refa dalam pesannya.


"Saya tidak pernah merayu suami kamu, suami kamu saja yang gatel. Dia yang dateng kerumah saya ,harusnya kamu tanya diri sendiri ,kenapa suami kamu nakal !"


Aku semakin emosi dibuatnya ,apa maksudnya dia mau bilang aku murahan? batin ku.


"Mana ada maling ngaku, apa orang tua kamu tidak mendidik kamu dengan baik?! malah sengaja menjual anaknya jadi pelacur !"


Kata-kata nya menusuk ke jantung ku. Kenapa dia membawa-bawa orang tua ku dan apa maksudnya "pelacur?" heuh ternyata sama aja istri tua sampah, bisanya menyalahkan orang lain. Melempar kesalahan sendiri kepada orang lain.


Jelas-jelas dia yang tidak bisa menjaga suaminya, meski dulu suamiku juga di ambil sahabat sendiri, tapi mulutku tidak sepedas dia .


"Jangan bawa-bawa orangtua, so suci kamu! aku tidak seperti yang kamu bayangkan, aku bukan pelacur seperti yang kamu katakan. Emang apa yang aku dapatkan dari suamimu? sampai kau berkata seperti itu. Tidak sopan!" balas Arini.


"Kalau bukan pelacur lalu apa? sudah tau suami orang, masih dilayani! tidak mungkin mau melayani kalau tidak di kasih uang, Kan?" tanya Refa.


"Tanya saja sama suami kamu! apa dia suda pernah memberi uang sama saya?!" jawab Arini.


Brengsek si Arga. Kemana sih dia? kenapa diam saja saat istrinya memaki aku pakai ponselnya, apa dia suami takut istri yang diam saja tidak berani melawan ? gumam Arini.


"Itu yang di bilang suami ku! dia suda memberi kamu uang. Dasar pelacur murahan !" ucap Refa mengejek.


ohh ... yaa ampuuun ...


Seberapa bencinya aku padanya? sampai aku pun tanpa sadar mengikuti jejaknya untuk melampiaskan amarahku padanya dan inikah rasanya jadi dia?.


Sosok Mira teman baikku sekaligus musuh dalam selimut, yang dulu merebut suami dan bertengkar dengan ku.


Aku maraung di tengah kepedihan hati yang hancur dan bercampur aduk, kenapa nasibku seperti ini tuhan ...


****


Sementara di sebrang sana ada dua orang yang sedang terlibat drama telenovela .


Sepulang kerja. Arga tertidur di sofa, dia lelah dengan rutinitas pekerjaannya.


Refa memandang suaminya itu dengan perasaan yang sulit di artikan.


Mungkin naluri seorang istri itu sangat kuat, beberapa hari ini Refa merasa ada yang berbeda pada suaminya, entah kenapa Refa merasakan penasaran yang mendalam akan kehidupan suaminya akhir-akhir ini.


Refa pun memberanikan diri mengambil ponsel Arga saat dia tertidur pulas.


Ternyata ponselnya terkunci ,tapi berhasil di buka dengan kata sandi yang asal di tebak Refa.


"Benar saja, kata sandinya huruf yang terdapat dari nama Gara, ternyata se sayang itu kamu sama Gara" ucap Refa stelah berhasil membuka kunci ponsel Arga.

__ADS_1


Refa bukannya membuka pesan tapi membuka galeri. Entahlah, Refa lebih penasaran membuka galeri ketimbang pesan .


Refa menggulir tombol navigasi lalu mengusap layar


melihat foto-foto bergantian .


Dan kegiatannya terhenti pada satu foto, itu adalah foto seorang wanita? dan anehnya lagi ,foto itu disimpan terpisah dari foto yang lainnya.


Di perbesar fotonya untuk melihat secara jelas siapa wanita di foto itu? tapi tetap saja Refa tidak bisa mengenali siapa wanita itu, pikiran Refa akhirnya traveling.


Kecurigaan pun muncul hatinya mulai terasa perih, jantungnya berdegup tidak karuan, ingin bertanya tapi takut suaminya marah. Jika tidak, rasa penasaran,curiga dan sesak di dadanya akan terus melanda dirinya.


Akhirnya Refa memberanikan diri untuk bertanya, perlahan Refa membangunkan Arga yang sedang tertidur ,


"Mas ... Mas, bangun!"


suara Refa pelan membangunkan Arga sambil mencolek bahunya.


Perlahan Arga membuka matanya tanpa mengubah posisi.


"Mm ... kenapa ?" suara serak Arga khas bangun tidur.


Kemudian Refa bertanya,


"aku mau tanya, Mas ... ini foto siapa ?" sambil menyodorkan ponsel milik Arga ke hadapannya.


Arga mencoba melihat dengan posisi masih tetap terbaring di sofa.


Degggg.


Rasanya jantung Arga seolah terhenti mendadak, tapi dia berusaha untuk tetap terlihat tenang sambil berkata,


"Temen."


Kemudian Arga berpura pura melanjutkan tidurnya, berharap Refa percaya dan tidak memperpanjang masalah foto itu.


Namun Refa tidak puas dengan jawaban Arga ,lalu ia menggoyangkan kembali badan Arga dan bertanya lagi,


"Temen yang mana, Mas? kenapa bisa dia foto sendiri di ponselmu? itu lebih mirip foto yang di ambil diam-diam!"


Terimakasih sudah membaca karyaku 🥰


 


 

__ADS_1


__ADS_2