
"Kamu ini kenapa, Ree? jangan nyari ribut deh, mungkin bisa saja status Arini di tujukan untuk orang lain" elak Arga.
"Termasuk ucapan selamat ulang tahun dan orang lain itu kebetulan punya tanggal lahir yang sama dengan kamu?!"
ucap Refa semakin terbawa emosi.
"Ya mungkin, dia masih suka sama aku dan masih berharap sama aku " jawab Arga konyol.
" Hahah ha ... " tawaku yang merasa tidak masuk akal.
Jawaban macam apa itu? aku sungguh tidak mengerti di buatnya. Apa maksud dari semua ini !.
Setelah kejadian itu Arga lebih sering menghindar dan aku lebih sering melihat-lihat beranda Arini, lagi-lagi aku melihat status arini.
"Kamu masih di bohongi sama dia !."
Apalagi ini? tanyaku dalam hati.
"Apa maksud dari ucapanmu ,siapa yang kamu maksud masih di bohongin?." Refa mengirimkan inbox di Facebook Arini.
"Ada dech. Lagian kamu kepo amat sih jadi orang" balas Arini mengejek.
"Kamu juga. Kepo sama kehidupan orang, sampai-sampai masuk dalam kehidupannya dan jadi duri " balas Refa ketus.
Entah mengapa meski semua bukti harus nya sudah sangat jelas dan saat itu kalau aku mau, aku bisa saja pergi membuntuti arga.
Tapi aku memilih mengelak semuanya ,menutupi kebenaran dengan menipu diri sendiri, rasa cintaku pada arga membuatku menjadi orang yang paling bodoh.
"Tanya saja sendiri sama suami kamu" balas Arini.
Ohhh ya tuhaaan, apalagi ini ?.
Aku menunggu Arga pulang hanya untuk menanyakan hal ini.
"Mas. Aku mohon ... jawab aku dengan jujur, jangan kepercayaanku kamu sia-siakan dan di balas dengan dusta " ucap Refa memohon pada Arga.
"Kamu kenapa lagi, Ree? aku lelah" ketus Arga.
"Kalau kamu mencintai Arini ... tinggalkan aku, Mas. Kalau kamu masih menginginkan aku dan Gara ... tinggalkan Arini!" pinta Refa sekaligus mengancam.
"Kamu ngomong apa sih, Re?" tanya Arga berlaga tidak mengerti.
"Arini bilang sama aku, kalau kamu masih bohong sama aku dan dia nyuruh aku buat nanya sama kamu tentang kebohongan kamu !" ucapku.
Arga menarik tanganku dan mengambil ponsel milikku .
"Aku sudah bilang berkali-kali, jangan berhubungan dengan Arini, jauhi dia!" bentak Arga.
*Bersambung..........
****
*sudut pandang Arini*
Pernikahan ku dengan Arga baru saja lima hari.
Selama lima hari itu aku dan arga hampir setiap hari melakukan hubungan. Dalam satu hari bisa sampai tiga kali permainan.
Tapi aku merasa belum cukup puas, karena selama berhubungan badan arga tidak pernah menatapku.
__ADS_1
Sampai kepulangan Refa tiba, Arga harus menjemput Refa dan meninggalkanku.
Di hari berikutnya, seperti biasa dia datang ke rumahku tapi hanya mampir sekalian pergi atau pulang kerja .
"Mas" ucap Arini .
"Kenapa?" tanya Arga .
"Apa malam ini kamu tidak tidur denganku?" tanya Arini manja.
"Sepertinya tidak, Rin. Nanti Refa akan bertanya aku tidur dimana?" jawab Arga.
"Tapi jangan cepet pulang ya, tidak apa-apa kan kalau pulang terlambat?" pinta Arini.
"Baiklah. Lalu kamu mau apa denganku?" tanya Arga.
"Aku ingin, Mas" ucapku sambil menyentuh dada bidang Arga.
"Akan ku puaskan keinginanmu" kini arga yang balik menyerang aku .
Kami memulai pemanasan dan menuju kepuasan surga dunia.
Arga terus meremas kedua gunung kembarku dengan rakus .
"Ahhhh ... " aku tidak kuasa untuk mengeluarkan suara berisik yang indah menurutku.
Ini sungguh gila, jika sedang seperti ini, perasaan panik,khawatir,takut ,benci dan sebagainya, akan hilang tergantikan dengan kenikmatan.
Ketika aku sedang menikmati milik arga dalam tubuhku, Arga semakin mempercepat gerakannya, lagi-lagi aku bernyanyi.
Dan Arga pelepasan sebelum aku, lalu aku melakukan sesuatu agar miliknya kembali berdiri dan Arga juga tidak tinggal diam, tangannya kembali bermain di gunung kembar ku, yang satunya memainkan milikku yang di bawah, sepuluh menit berlalu .
"Ia bentar " jawab Arga.
Ku lihat kepunyaannya ,ternyata ...
"Belum berdiri, dari tadi belum berdiri ?" tanyaku tidak percaya.
"Aku juga tidak tahu, padahal aku nafsu bangeut " jawab Arga napasnya terengah-engah.
Aku kecewa dibuatnya karena harus mengakhirinya tanpa pelepasan .
"Sudahlah. Aku tau kamu pasti sudah lelah dengan Refa!" ketus Arini.
Arga tidak menjawab dan aku membiarkan arga pergi, setelah dia pergi aku menuntaskan keinginanku sendiri.
***
Hingga hari berikutnya .
Arga datang benar-benar hanya mampir saat pergi dan pulang bekerja saja.
Sampai suatu hari aku merindukan pertempuran ranjang bersamanya .
Dimalam hari aku sengaja mengganggunya dengan pesan-pesan yang ku kirim sengaja, biar Arga tidak ada waktu untuk bersenang-senang dengan Refa.
Dan esoknya.
"Mas. Jadi nginep, kan?" tanyaku karena semalam dia sudah berjanji untuk menginap malam ini.
__ADS_1
"Ia ia, aku nginep " jawab Arga .
Malam terasa panjang membuat aku bahagia, kali ini aku terpuaskan .
"Kamu puas?" arga bertanya tanpa berhenti bermain.
"Sangat ... sangaaaaatttt"
Aku melakukan pelepasan yang kedua.
Sampai beberapa bulan berlalu, Arga sering menginap dirumah ku.
Entah alasan apa yang dia berikan pada Refa, aku tidak peduli yang penting aku puas dan senang.
Hingga suatu ketika aku merasa tidak enak badan.
"Mas. Aku rindu kamu " ku kirim pesan pada Arga.
"Aku juga rindu kamu, nanti hari kerja aku akan menemui kamu lagi" balas Arga.
"Tapi kali ini aku benar-benar merindukan mu, Mas. Aku sakit" ucap Arini manja .
"Kamu sakit apa, udah minum obat ?" tanya Arga .
"Sudah, Mas. Tapi aku ingin ketemu kamu " rengek Arini.
"Hari ini aku benar-benar tidak bisa menemui kamu, aku sedang menemani anak ku " jelas Arga .
"Aku harap kamu mengerti " tambah arga.
Meski Refa perlahan tergeser di hati Arga, tapi masih ada anaknya. Entah mengapa akhir-akhir ini, Arga jadi jarang menemui ku pesan pun jarang ia balas.
"Apakah Arga mulai bosan dengan ku?" batin Arini.
Aku teringat percakapan ku dengan temanku Rina.
"Mau sampai kapan kamu begini sama Arga, Rin ?" tanya Rina,
"Entahlah. Selama aku senang tidak masalah, kan ?" kataku asal.
"Tapi maaf ya, Rin. Seharusnya kamu tidak perlu terlalu memakai perasaan. kalau tidak, maka kamu harus mempersiapkan mental" saran Rina.
"Kenapa emang, harus nyiapin mental segala ?" tanya Arini.
"Kalau si Arga udah bosen lalu dia ninggalin kamu, setidaknya kamu tidak akan terlalu kecewa" kali ini Tika yang mengingatkan.
"Lagian apa kamu yakin, kalau si Arga gak bakal ninggalin kamu ketika istrinya tau hubungan kalian ?" tanya Rina.
"Ia. Bukan kah dulu kamu pernah bilang, kalau si Arga gak bakal ninggalin si Refa !" timpal Tika.
"Kalian berisik. Lagipula aku yang menjalaninya kenapa kalian yang ribet!" ketus Arini.
"Kita kan temen kamu, Rin. Pastinya khawatir sama kamu " jelas Rina.
terimakasih sudah membaca karyaku 🥰
__ADS_1