
Batin Arga bertanya, kenapa Refa tidak pernah bertanya? apa dia marah sama aku? tapi marah kenapa? atau jangan-jangan ,dia sudah tahu maslah Arini? tidak ,tidak , tidak mungkin.
Arga membuang perkiraannya, berharap Refa tidak tahu tentang Arini.
Sudah tiga bulan Arga tidak masuk kerja, tapi tidak ada telpon yang menanyakan Arga dari perusahaan maupun teman kantornya .
"Mungkin mereka emang tidak pernah peduli sama gue" gumam Arga..
Ting.
Notif pesan di ponsel Arga berdering, menampilkan satu pesan masuk di layarnya, Arga membukanya dan pesan itu dari Arini.
"P."
Dia hanya mengirim pesan teks dengan huruf "P" tapi Arga paham dengan maksudnya lalu membalas,
"Aku sedang tidak ada uang" balas Arga.
"Ini sudah tiga bulan, kamu tidak memberi kabar, dan sekarang kamu bilang tidak punya uang? terus kapan kamu punya uang?" balasan pesan Arini.
"Sudah aku jelaskan tentang keadaanku, jika kamu tidak bisa menerima keadaanku, kamu boleh meminta cerai!" tegas Arga.
"Bukan itu jawaban yang aku harapkan! setidaknya beri aku kabar, aku juga sama istrimu, tapi kamu tidak pernah mengganggap aku, Mas!" jawab dari pesan Arini.
Arga tidak ingin membalas, ia berpikir apakah ucapan Arini tulus?.
"Kapan kamu menghubungiku bukan untuk meminta uang?" gumam Arga.
Lalu Arga teringat Refa.
"Aku baru sadar, kalau aku tidak pernah memberi uang bulanan pada Refa " ujar Arga tersadar .
"Tapi Refa tidak pernah bertanya tentang uang bulanan yang biasa ia dapatkan setiap bulan, jangan kan menanyakan itu, menanyakan pekerjaan ku saja tidak, ckk Refa Refa ... sebenarnya seberapa peduli sih kamu sama aku?."
Arga berbicara dan bertanya sendiri, ia mendecak dan menggelengkan kepala.
"Aku tidak bisa begini saja, aku harus mencari pekerjaan lain."
Lalu Arga bergegas pergi, untuk menemui teman yang sudah lama tidak pernah ia jumpai, pertemuan dengan temannya membuahkan hasil, Arga di beri tahu tentang lowongan pekerjaan yang terbilang terhormat.
Kemudian Arga mempersiapkan persyaratannya dan Arga juga memberi tahu Refa tentang pekerjaannya yang ia tinggalkan, serta ingin memberi tahu bahwa Arga ingin melamar pekerjaan baru, yang di rekomendasikan teman nya.
Refa memberi restu untuk Arga,
"Semoga lancar dan berhasil, Mas."
"Makasih sayang" jawab Arga.
Seminggu berlalu setelah surat lamaran di kirimkan, Arga di panggil untuk mengikuti seleksi selanjutnya.
"Ree, aku dpat panggilan untuk seleksi selanjutnya dan tempat nya di luar kota, selama tiga hari" kata Arga memberi tahu Refa.
"Di kota mana? terus pemberitahuan di terima tidak nya kapan?" tanya Refa.
__ADS_1
"Di kota bandung, selama seminggu setelah seleksi kali ini, dan kalau kali ini lulus seleksi, langsung di kirim untuk mengikuti pelatihan" jelas Arga.
"Yaa semoga saja lulus, soalnya yang ikut seleksi hampir tiga ribu orang ,bisa lebih malah" sambung Arga.
"Ohh ... kapan waktunya mas ikut seleksi ke bandung?" tanya Refa.
"Hari kamis, tolong siapkan keperluan ku ya Ree, untuk tiga hari" pinta Arga yang kemudian di balas anggukkan oleh Refa.
Sampai hari kamis pun tiba.
Arga berpamitan pada Refa dan Gara, untuk pergi ke bandung selama tiga hari .
"Boy, selama Ayah tidak ada, kamu jaga ibu untuk Ayah yaa!" perintah Arga .
"Oteee, Ayah dicana tangan natal yah !"
Gara berkata sambil mengedipkan matanya sebelah.
Arga dan Refa tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Aku pergi dulu Re. Jaga Gara, setelah aku sampai akan langsung aku kabari" pamit Arga.
"Ia Mas. Hati-hati ya jangan ngebut!" kata Refa.
Kemudian Arga berlalu bersama teman-temannya, dia tidak membawa kendaraan sendiri, melainkan pergi dengan kendaraan teman nya dan mereka pergi bersama sebanyak lima orang.
Setelah sampai di tempat tujuan, mereka di beri kunci kamar hotel masing-masing, satu kamar untuk empat orang kemudian Arga menghubungi Refa setelah berada di kamar hotel.
tuuuut
tuuuut
"Ree, aku sudah sampai sekarang aku baru masuk hotel dan sedang bersiap untuk acara pertemuan" jelas Arga.
"Syukurlah, ya sudah kamu istirahat saja, kamu harus baik-baik di sana, Mas" ujar Refa.
"Ia, makasih ya."
"Ia, Mas. Selamat istirahat" kata Refa dan mengakhiri panggilan.
Di hari kedua. Arga menerima panggilan video call dari Arini, tapi Arga tidak menerimanya ia menutupnya lalu mengirimkan pesan,
"Aku sedang bekerja!."
"Ohh gitu ya? kayanya uda dapet kerjaan baru?" tanya Arini.
"Baru seleksi."
Arga menjawab dengan malas.
"Alhamdulillah, semoga lancar dan di terima, kerja apa ?" tanya Arini lagi.
Arga tidak membalasnya lagi, karena dia sedang sibuk .
__ADS_1
Tiga hari kemudian seleksi Arga selesai dan Arga pulang ke rumah, setibanya dirumah ia di sambut oleh Refa.
"Gimana Mas. Seleksinya ?" taya Refa pada Arga yang baru tiba.
"Alhamdulillah lancar" jawab Arga.
Lalu melihat sekeliling ia tidak melihat Gara lalu bertanya,
"Dimana Gara ?"
"Dia lagi tidur siang" jawab Refa.
Setelah mendengar jawaban dari Refa, Arga lalu menerkam Refa .
"Astaga! kamu kenapa Mas. Tiba-tiba nabrak aku bikin kaget aja!"
Refa kaget dengan tindakan Arga yang tiba-tiba.
"Aku menginginkanmu, sayang. Sudah lebih dari tiga hari aku tidak mendapat jatah" ucap Arga yang sudah meremang.
"Tapi kamu baru pulang, ga cape apa?" tanya Refa.
"Tentu saja lelah, tapi sebelum istirahat aku ingin kamu, supaya aku bisa tidur nyenyak" jelas Arga yang sudah hilang kendali.
"Ya tapi jangan di sini juga, kan? lebih baik kamu mandi dulu, biar aku siap-si-"
"Ahhh ... Arga! apa yang kamu lakukan!"
Refa terkejut dan reflek berteriak karena Arga menggendong Refa gaya bridal, kemudian berjalan menuju kamar mereka.
"Apa kamu ingin gara bangun? berteriak begitu kencang" ucap Arga.
"Kamu yang membuat ku terkejut, apa yang kamu lakukan? turunkan aku! kamu mau bawa aku ke mana?"
Refa bertanya tanpa henti dengan setengah berbisik.
"Memangnya bisa aku bawa kemana lagi, kalau bukan ke kamar dan apalagi yang bisa aku lakukan ,saat aku menginginkan mu, hemm" jawab Arga.
Dan mereka tiba di kamar, Arga menurunkan Refa di atas kasur kemudian dia berjongkok di atas tubuh Refa.
"Setidaknya kamu mandi dulu" ucap Refa malu, ia memalingkan wajahnya.
"Nanti saja mandinya, lagipula aku sudah mandi sebelum pulang " jawab Arga tidak sabar.
"Arga tunggu, mmm"
ucapan nya terhenti karena Arga membungkam mulutnya dan mereka pun bergelut di atas ranjang, namun tanpa di duga Gara terbangun dan berteriak,
"Ibu , Ibu, Ibu tamu dimana ?,"
"Gara? cepat hentikan, Gara bangun!" ucap Refa panik.
"Tidak bisa, aku tidak bisa berhenti sekarang, ahhh aku ... aku mau" ucap Arga ter engah tidak bisa menahan sesuatu yang ingin keluar .
__ADS_1