
"Temen yang mana, Mas? kenapa bisa dia foto sendiri di ponselmu? itu lebih mirip foto yang di ambil diam-diam!"
Arga hanya menundukkan kepala tanpa berbicara apapun,
lidahnya terasa kelu.
"Kenapa diam saja ... ini siapa?!" bentak Refa.
Refa semakin tersulut emosi, lagi-lagi Arga ingin mengelak
berharap semuanya tidak perlu di perpanjang.
"Temen ... " lirih Arga .
"Kalo gitu temen yang mana dan sejak kapan foto temen kamu ini ada di ponsel kamu?" tanya Refa dengan sedikit menaikan nadanya
"Temen kampus, sudah lama sekali " jawab Arga tidak berdaya.
Refa tau kalau teman kuliah Arga itu hanya beberapa saja yang mau di foto bersama, Refa juga mengenali wajah mereka.
"Benarkah? foto ini baru saja tersimpan di ponsel kamu. Kamu pikir aku bodoh? tentu saja, setiap foto yang di ambil atau di kirim dan di terima, pasti ada keterangan kapan foto itu di ambil, di kirim dan di terima. Foto ini baru saja kamu ambil lima jam yang lalu!"
Refa menjelaskan bukti yang ia punya secara rinci dengan nada sedikit tinggi.
"Ya emang kenapa? lagian kan cuma sebuah foto !"
Arga sedikit meninggikan nada bicaranya berharap Refa merasa takut.
"Masalahnya ini foto wanita dan jelas wanita ini bukan temen kamu! kamu selingkuh, Mas! " bentak Refa.
Arga hanya terdiam kaku tanpa mau melihat Refa, posisinya masih tetap sama menundukkan kepala .
"Jawab aku mas ..." lirih Refa yang hampir menangis.
Dengan suara gemetar arga mengakuinya. "I-iya ...."
setelah mendengar jawaban dari Arga, tubuh Refa merosot.
"Apa salahku, Mas? sampai kamu tega kaya gini ...."
Air mata turun membasahi pipi Refa, kecewa ? tentu saja.
"Maaf sayang, aku khilaf aku janji tidak akan mengulanginya lagi ..."
Arga langsung memeluk Refa yang sudah terduduk di lantai dan tergugu menangis pilu. Tapi Refa menepisnya,
"Jangan sentuh aku!."
"Refa. Tolong maafkan aku, aku sungguh minta maaf ,tolong dengarkan penjelasan aku, ya "
Hati Arga juga terasa sakit saat melihat Refa terluka ,apalagi Refa juga tidak mau Arga menyentuhnya .
__ADS_1
"Apa lagi yang mau di jelaskan? jelas-jelas kamu selingkuh !" ketus Refa dengan masih sesenggukan.
"Tapi Refa, aku dan dia belum melakukan apa-apa" jelas Arga.
"Benar kah? sudah berapa lama memangnya kalian saling mengenal? sampai belum pernah melakukan apa-apa!" tanya Refa tidak percaya.
"Kita baru kenal satu bulan, Re. Dan kami belum melakukan apa-apa ..." lirih Arga berharap Refa percaya.
"Lalu apa saja yang sudah kamu berikan buat dia? kamu beri dia uang?" masih dengan nada yang tinggi.
" ... Ia " jawab Arga lama.
Kegiatan Refa mengintrogasi Arga terhenti ketika Gara menangis, saat itu usia gara baru berumur satu tahun.
Refa memilih menghampiri Gara dan mengabaikan Arga.
Untuk sesaat Arga merasa tenang .
Lalu ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berkirim pesan dengan Arini .
"Arini, istriku sudah tau tentang kita " pesan dari Arga.
Tidak lama Arini menjawab pesan Arga, mereka benar-benar berkomunikasi di saat Refa menenangkan buah hatinya. Tapi itu tidak berselang lama , Refa menyadari suaminya sedang fokus pada ponselnya.
Refa menduga kalau sekarang mungkin Arga sedang berkirim pesan dengan wanita itu.
"Arini. Jika nanti istriku bertanya tentang hubungan kita, katakan saja kalau kita baru kenal satu bulan dan belum melakukan apa-apa " perintah Arga pada Arini.
Ketika hendak membalas pesan dari Arini, Arga melihat Refa menghampirinya.
Dengan cepat ia menghapus pesan terakhir dari dirinya untuk Arini, tepat saat Refa sudah di hadapan Arga ,dia meletakan benda pipih itu.
Tapi Refa mengabaikan Arga dia melangkah ke ruangan tempat penyimpanan pakaian .
Seketika Arga terkejut , pasti Refa mau mengemasi pakaian nya, sontak saja Arga pun menghampiri Refa dan bertanya,
"Sayang ... kamu mau kemana? ... aku mohon jangan pergi, maafkan aku, Reee ... "
ucapan Arga setengah memelas ,seperti sekor kucing yang meminta di beri makan.
"Kenapa? bukan nya sekarang kamu punya wanita itu! sepertinya dia lebih baik dari aku di hatimu" ketus Refa.
Kini tidak ada air mata di wajahnya ,mungkin Refa sudah merasa aga baikan meski sebenarnya luka itu ada dan sangat nyata.
"Tidak Reee, kamu jauh lebih baik dari segi apapun " jawab Arga cepat.
Refa tidak mengindahkan perkataan Arga, dia terus melanjutkan kegiatan nya .
Lalu keluar dari ruangan sambil membawa koper, namun tiba-tiba kaki Refa terasa berat .
Refa menoleh dan melihat ada apa dengan kakinya?
__ADS_1
ternyata , Arga yang memeluk kaki Refa sambil menangis.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku, Refa ..."
Belum sempat Refa menjawab pertanyaan Arga, ponsel Arga menyala dan terlihat ada panggilan.
tapi bukan dari Arini .
Refa mengambil benda pipih itu lalu menggesernya ,
ternyata panggilan dari teman kerjanya .
Refa penasaran apa saja yang sudah di bicarakan dua cecunguk ini saat tadi Refa menenangkan Gara.
Lalu Refa mengetik pesan untuk Arini, Arga sadar bahwa sekarang Refa sedang menghubungi Arini dari ponselnya.
Dia berharap Arini bisa menangani Refa tanpa melukainya, karena Arga tidak rela jika Refa tersakiti oleh siapapun termasuk oleh Arini sekalipun.
Hati pria lebih rumit dan sulit di mengerti daripada wanita, jelas sangat mencintai yang pertama,
tapi masih sanggup menghadirkan yang kedua.
Setelah lama Refa berdebat dengan Arini, kini Refa menatap tajam pada Arga,
"Kamu pilih siapa? aku atau dia?!" tanya Refa dengan serius.
Arga berdiri dan berkata,
"Aku tidak akan melepaskan mu Refa, jagan tinggalkan aku ...."
"Jika tidak ada pilihan, maka aku yang akan pergi " jawab Refa tenang.
Arga lari ke dapur dan kembali dengan membawa sebuah garpu, lalu mendekatkan garpu itu ke leher nya .
"Jika kamu pergi ,aku akan bunuh diri !" teriak Arga sambil menodongkan garfu ke lehernya.
Refa memutar bola matnya, merasa geli dengan tindakan Arga, dia pikir dirinya anak kecil yang mudah di tipu ? .
"Silahkan saja, aku tidak peduli!" kata Refa tidak peduli.
Lagi-lagi Arga memeluk kaki istrinya, kali ini dia benar-benar menangis histeris, seperti anak kecil yang di tinggal pergi orangtuanya.
"Ya tuhan, Arga! kenapa kamu itu menyebalkan sekali, berhenti memeluk kakiku! itu berat Argaa !" bentak Refa .
Tentu saja Refa tidak bisa bergerak sma sekali , bahkan sampai membuat Refa terjungkal karena tarikan dari Arga .
Tinggi badan Refa sekitar 135cm dengan berat badan 45kg, sementara Arga ,tinggi 175cm dengan berat badan 75kg.
Belum lagi keadaan Refa yang menggendong Gara di tangan kiri dan di tangan kanan membawa koper. Kebayang kaya gimana keadaan posisi Refa?.
Terimakasih sudah membaca karyaku 🥰
__ADS_1