Kisah Cinta Dan Penghianatan

Kisah Cinta Dan Penghianatan
Bab 5. Melanjutkan perselingkuhan.


__ADS_3

Suasana menjadi hening. Lama Arini merenung memikirkan jawaban dan keputusan apa yang harus ia pilih.


Disisi lain ia sudah sangat terobsesi untuk mendapatkan Arga dan ingin membalas perkataan Refa. Tapi disisi lainnya , Arini merasa ironis bisa mendapatkan Arga dengan cara seperti ini yang menjadi simpanan. Lalu Arini mengumpulkan keberanian dan berkata,


"Maksudmu ... kamu mau menjadikan aku sebagai istri simpananmu?."


"Jika kamu bersedia aku tidak akan memaksa." Arga menjawab dengan cepat.


Lagi-lagi Arini tersenyum kecut,


"Lalu apa jaminanmu? agar aku bisa percaya sama ucapan kamu" tanya Arini.


"Aku akan berusaha untuk bersikap adil " jelas Arga.


"Bagaimana dengan istrimu ? " tanya Arini ketus.


"Aku akan mengurus nya sendiri, itu urusanku !" jawab Arga.


Arini tersenyum miring dan berkata,


"Apa kamu bisa menjamin, kalau dia tidak akan mencari tahu tentang pernikahan ini? kalau sampai dia tahu bagaimana dengan aku? kamu tidak akan meninggalkannya ,tapi aku dapat apa? dapat makian dan akhirnya ditinggalkan?." Arini mencibir.


"Asalkan kamu tidak memberitahu dan mengakuinya ,semua akan baik-baik saja." Arga meyakinkan Arini.


"Dan satu lagi ... aku tidak akan meninggalkan kamu selama kamu tidak mengganggu istriku !" lanjut Arga dengan tegas.


Ucapan Arga berhasil meluluhlantakkan harapan Arini, dia tersenyum dengan kepedihan dalam hatinya.


Ternyata tetap saja hati Arga hanya milik Refa ,meski Arini bisa memiliki raganya tapi tidak hatinya.


Arini berpikir bagaimana dia harus menikah dengan Arga, sementara ibu nya pasti akan menolak.


"Baiklah ... kalau kamu mau menikahi aku , setidaknya kamu harus meminta izin kepada orang tua ku,"


"Apa kamu yakin, ingin menikah denganku? tapi kenapa tiba-tiba. Setelah kamu menghilang beberapa bulan yang lalu, sekarang ingin menikah denganku?" tanya Arini lagi.


Arga menjawab dengan pandangan yang lurus ,membayangkan semua yang ia katakan,


"Awalnya aku ingin menghentikan dan melupakan semuanya, berharap kesalahan ku masih sempat untuk di perbaiki. Tapi nyatanya ... aku selalu di abaikan, sekarang mungkin dia masih tidak percaya kalau kita sudah tidak punya hubungan ... " lirih Arga yang tersenyum ketir .


Arini menatap Arga yang tengah merasa terabaikan dan terlihat jelas rasa penyesalan dalam matanya.


"Jadi ... ini alasan kamu mau menikahi aku?" tanya Arini yang menatap tajam pada Arga .


"Jika kamu mau Arini !"


Arini memalingkan wajah sambil tersenyum miris.


"Aku tidak akan memaksamu, aku pulang ... " ucap Arga dengan nada yang rendah.


Sementara Arini menatap tidak percaya pada Arga yang hendak pergi.


Dengan terburu-buru Arini mengatakan,


"Baiklah. Aku tunggu besok keseriusan kamu, jika kamu bisa bersikap adil, aku bisa menerima permintaanmu !" teriak Arini.


Arga menoleh melihat Arini,


" ... baik "

__ADS_1


kemudian Arga berlalu dari rumah Arini.


Tubuh Arini ambruk di kursi tiba-tiba merasa lemas ,ia bergumam,


"Aku tidak menyangka, keinginanku membawaku ke titik ini ... tapi kenapa harus seperti ini, apa aku salah menginginkan?."


Secara tidak sadar air mata Arini mengalir membasahi pipinya.


***


Sementara itu, setiba Arga dirumah nya ia menyandarkan diri di sofa.


Dan ia teringat akan seluruh cerita dimana ia mengatakan ingin menikahi Arini.


Dia mengusap wajahnya kasar.


"Sial kamu Arga! ... kenapa jadi begini" ucap Arga menyesal.


Sejujurnya dia menginginkan sebuah pelampiasan, tapi tidak di sangka malah seperti ini.


"Ya sudahlah, sudah begini mau apa?! kupikir Arini akan menolak, tidak di sangka malah begini " ucapnya sendiri.


Arga melihat ponselnya membuka lembaran foto di galeri dan melihat anak istrinya.


"Maafin aku, Ree ... sepertinya aku tidak sanggup lagi kamu abaikan ... " lirih Arga dan lalu terlelap .


***


Di tempat lain ,dimana Refa berada sekarang.


Ia melakukan hal yang sama seperti Arga, menatap layar ponsel yang layar depan nya adalah foto dirinya dan Arga, berharap ada telpon dari nya .


***


Ke esok kan harinya, Arga datang lagi kerumah Arini sebelum pergi kerja, cuacanya sangat mendung dan gerimis. Kebetulan jarak tempat kerja Arga dan rumah Arini sangat dekat .


Ia berencana mampir dulu kerumah Arini sebelum jam kerja,


Arga sengaja pergi agak pagi.


"Assalamualaikum" sapa Arga.


Tidak lama dari dalam ada suara yang menyambut salam.


"Wa'alaikumsalam."


Pintu terbuka dan seperti biasa, Arini yang sudah rapih di pagi hari menyambut Arga.


Mungkin Arga kagum dengan Arini yang pandai merawat diri, penampilan dari pagi hingga sore masih selalu rapih, bahkan sepagi ini pun Arini sudah rapih.


"Kenapa bengong saja? kaya ngelihat hantu "


cibir Arini yang melihat Arga terbengong sedari tadi.


"Ehh ... ia. Mau kemana pagi-pagi udah rapih?" tanya Arga.


"Emangnya yang kerja saja, yang boleh rapih dari pagi sampai sore ?" jawab arini kembali bertanya.


"Enggak juga sih " jawab Arga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Mau masuk apa diluar saja ?" tanya Arini.


"Emang boleh masuk ?" goda Arga.


"Ya terserah saja sih, kalau mau kedinginan ya silahkan diam saja disana !"


ketus Arini lalu menutup pintu tapi Arga menghalanginya.


"Bukankah tidak sopan ,kalo ada tamu pintunya di tutup ?" lagi-lagi Arga menggoda Arini .


"Kirain kamu bukan tamu !" ketus Arini .


"Aku tamu sepesial " jawab Arga. Lalu duduk menghadap ke televisi yang sudah menyala,


"Sebentar ya, aku buatin teh hangat dulu" ucap Arini sambil berlalu .


Arga hanya mengangguk. Tidak lama Arini datang dengan membawa dua gelas teh hangat .


"Silahkan diminum" tawar Arini sambil menyodorkan gelas.


"Ia. Makasih" jawab arga lalu meminum tehnya.


"Tumben pergi pagi sudah berangkat, biasanya siang ?" tanya Arini


"Sengaja. Biar bisa mampir dulu " jawab Arga.


"Huh basi " ejek Arini.


"Emang gak bawa jas hujan ya? bajunya kebasahan tuh " lanjut Arini.


"Ia lupa ... biasa nya Refr-"


ucapan arga tergantung dan arga tampak melamun, Arga tiba-tiba teringat Refa.


Biasanya kalau pergi kerja, Arga sudah di siapkan semua kebutuhan nya. Tapi kali ini, bahkan ia lupa memasukan jas hujan pada bagasi motor nya.


"Lalu kenapa sekarang tidak di bawakan ?" tanya Arini kesal melihat Arga yang sedang mengingat istrinya.


"Dia sedang tidak dirumah, dia pergi menginap kerumah ayahnya " jawab Arga yang sudah tersadar dari lamunannya.


"Ohh ... uda berapa lama ?" tanya Arini dengan kesal dan berpura-pura tidak tahu.


"Yaa, adalah empat hari sama sekarang" jawab arga.


"Ohh, jadi ceritanya kamu sedang kesepian lalu mencari aku ?" cibir Arini.


"Enggak begitu juga. Bukankah biasanya juga begini, kan? ketika aku sama kamu apa aku pernah lupa sama istriku?" ucap Arga.


"Kamu berengsek, tidak menghargai perasaan ku!" maki Arini.


"Lalu kamu mau aku gimana?" tanya Arga berusaha sabar.


Karena cuaca di luar mendung di iringi rintik hujan kecil, suasana terasa dingin dan sepi, Arini memilih duduk di sebelah Arga ketimbang di sofa yang lain.


 


terimakasih sudah membaca karyaku 🥰


 

__ADS_1


 


__ADS_2