
Kenapa Refa tiba-tiba bertanya seperti ini? batinku.
"Oh gitu. Ya sudah, aku mau istirahat, aku lelah " ucap Refa sambil berlalu.
Aku masih termangu di ruang tengah, kemudian tersadar ketika ada bunyi pesan yang masuk.
Arini mengirim pesan ,aku pergi ke depan untuk membalasnya ,takut kalau Refa tiba-tiba keluar dari kamar dan melihat pesan Arini,
"Ada apa? aku sedang di rumah !" balasku.
"Maaf, aku hanya mencemaskan mu, bagaimana dengan Refa apa kalian baik-baik saja? " tanya Arini.
"Ya begitulah. Sudah ya, jangan mengirim pesan lagi ,besok kita ketemu."
Ku akhiri obrolanku pesanku dengan Arini ,kemudian menyusul Refa ke kamar.
Melihat dia yang sedang terbaring di tempat tidur, dengan baju tidur berbahan tipis dan menerawang,
"Sayang. Aku benar-benar merindukanmu"
Aku menyentuh bagian tubuh atas Refa ,sambil berbisik di telinganya.
Refa tidak menolak ,lalu aku lanjutkan gerakan tanganku, padahal semalam aku sudah melakukan beberapa kali dengan Arini.
Ketika melihat Refa, aku masih menginginkan untuk melakukan dengannya.
Tapi entah kenapa kali ini permainanku lebih singkat, apa staminaku selemah ini? baru saja pusakaku masuk kenapa sudah keluar?.
Dan lebih parahnya, pusakaku tidak bisa berdiri lagi,
ahh ... aku bingung harus berkata apa pada Refa.
"Kita sudah satu minggu tidak melakukannya, tapi kenapa milik mu cepat sekali puas? dan tidak sanggup lagi berdiri !" ketus Refa.
"Mungkin karena aku terlalu lelah, sayang. Tunggu beberapa saat lagi yaa, pasti punya ku berdiri lagi " bujuk Arga pada refa.
"Sudahlah. Aku tidak mau menunggu ,minggir ! aku mau istirahat!" bentak Refa mengusir Arga.
Aku tahu Refa sangat kecewa ,bagaimana bisa aku pelepasan sebelum dia.
****
*susut pandang Refa*
Satu bulan berlalu .
Dari soal pergi bekerja sampai pulang kerja, aku merasa tidak seperti biasanya.
Ada perubahan yang aku rasakan, Arga semakin sering pulang larut bahkan sempat beberapa kali pulang pagi .
"Bu. Yayah temana? tenapa belum pulag ?" tanya Gara.
__ADS_1
"Mungkin ayah kamu lagi banyak pekerjaan, sayang" jawab Refa.
"Maca cih cibut teluc, campe lupa pulag? butan cuma tali ini yayah pulang lambat ,tapi uda celing."
"Nanti Gara tanyain sama yayah kalau yayah sudah pulang, Ya? sekarang Gara bobo dulu, ini sudah malam."
Lalu Gara pun pergi masuk ke kamarnya.
Mungkin kali ini Arga tidak akan pulang lagi, batinku.
Hati ini terasa hampa dan tidak nyaman, merasa ada sebilah hati yang hilang.
Sampai pada pagi hari pukul enam pagi, aku berencana mencari tukang sayur di sekitar komplek.
Di sepanjang jalan aku menghirup udara pagi sebanyak banyak nya, supaya paru-paruku penuh dengan oksigen, berharap dengan begitu kegelisahan akibat pikiran yang negatif dapat di netralisir.
Hingga jantungku serasa mau loncat, ketika melihat di jalan sebrang sana, Arga sedang berjalan ke arah diriku dia tersenyum ,nampak jelas rasa lelah diwajahnya, aku hanya menatapnya tanpa ingin membalas senyumannya.
"Mau kemana ?"
tanya Arga ketika jarak kita semakin dekat.
"Mau beli sayur " jawabku tanpa ber basa basi.
"Ohh , Gara sama siapa ?"
"Masih tidur ,aku titip ke tetangga kalau nanti dia bangun,"
Sambil ku percepat langkahku, tidak ingin memperlihatkan rasa khawatir dan keraguan dalam diriku.
***
Dan satu tahun berlalu .
Aku semakin merasa separuh hatiku hilang.
"Aku lebih baik tidak punya suami ,daripada harus hidup dengan laki-laki yang hatinya tidak untuk ku ... " batinku lirih.
Karena hubunganku dengan Arga semakin merenggang, Arga semakin menjaga jarak denganku, komunikasi yang semakin berkurang, bahkan tanpa sadar dia tidak ingin aku menyentuhnya .
Sampai suatu hari saat aku membuka akun Facebook. Tidak sengaja aku menemukan akun Arini yang memberikan like di foto Gara.
Merasa tidak percaya, aku lihat profil dari akun tersebut.
"Ternyata memang Arini, tapi kenapa, apa tujuannya ?"
Berbagai pertanyaan muncul di benakku dan aku memberi tahu Arga .
"Mas " ucapku.
"Apa ?" tanya Arga sambil pandanganya tidak lepas dari ponsel.
__ADS_1
"Kenapa ya, sudah satu tahun aku hampir lupa sama Arini, tapi tiba-tiba Arini muncul lagi?" tanyaku.
"Kamu bertemu sama Arini? dimana ?." Arga terlihat panik dan menoleh padaku.
"Aku tidak bertemu dengan dia, hanya di Facebook. Arini memberi like pada foto Gara ,itu membuat aku merasa tidak tenang dan membuat aku jadi banyak pertanyaan ,dia mau apa ?" jawabku panjang lebar.
"Emang kamu berteman di Facebook sama Arini ? ngapain sih ,hapus aja !" ucap Arga kasar.
Aku kaget dengan ekspresi Arga, kenapa dia? kenapa begitu khawatir aku dekat dengan Arini ?.
"Mana ada! dia saja yang muncul tiba-tiba" jawabku.
Arga pokus lagi ke ponselnya.
Beberapa hari kemudian aku memberanikan diri menghubungi Arini.
Entah keberanian apa yang mendorongku.
"Kenapa kamu tiba-tiba muncul dengan memberi like pada foto anakku ?" tanyaku dalam pesan yang aku kirim pada Arini.
"Yang mana yaa? maaf, aku tidak merasa melakukan apa yang kamu katakan" balasan Arini.
"Dengar ya! aku tidak mau kamu hadir lagi dalam kehidupanku! dalam waktu satu tahun ini untuk melupakanmu saja sudah susah ,sekarang kamu malah muncul lagi ,apa mau kamu ?" pesan Refa.
"Hihi " jawab Arini.
Apa maksudnya, dia hanya menjawab tawa?. Lalu aku mulai melihat-lihat berandanya.
Dia ternyata sering update di beranda Facebook nya, beberapa dari setatus nya ada yang terasa di tujukan padaku dan Arga.
Dari situ lah kami jadi sering lempar sindiran, kalau mengingat ke masa ini aku merasa diriku seperti orang bodoh.
Mengikuti alur dari permainan orang bodoh dan picik, hingga statusnya membuat aku merasa heran.
"Tidak apa-apa meski usaha kecil-kecilan, yang penting halal, sayang." Status di beranda Arini.
"Selamat hari jadi priaku" itu setatus di beranda arini juga, pas di hari ulang tahun Arga .
Aku tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, lalu aku hampiri Arga.
"Kenapa ... kenapa Arini seolah tau apa saja yang di alami kamu, dan statusnya seolah di tujukan untuk kamu!" ucap ku tiba-tiba pada Arga, yang sedang asik dengan ponselnya.
"Kamu kenapa, tiba-tiba ngomongin Arini ?" Arga tak kalah kaget atas ucapanku.
"Aku tanya sama kamu ,jawab !" bentak ku.
"Mana aku tahu. Kenapa juga kamu kepoin Facebook nya si Arini? bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menghapusnya !" jawab Arga tak kalah tinggi nadanya.
"aku tanya sama kamu, Mas. Apa kamu masih punya hubungan sama Arini ?" selidik Refa.
"Kamu ini kenapa, Ree? jangan nyari ribut deh, mungkin bisa saja status Arini di tujukan untuk orang lain" elak Arga.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karyaku 🥰
like kalian mengubah karyaku ....