Kisah Cinta Dan Penghianatan

Kisah Cinta Dan Penghianatan
Bab 21.


__ADS_3

Di tempat lain.


Arini yang selalu kesal terhadap Arga karena di abaikan.


"Aku tidak menyangka, kalau akan ada masa dimana aku di abaikan, laki-laki semua pembohong! mereka dengan mudah mengatakan cinta, tapi ketika apa yang mereka tuju sudah tercapai, berlalu begitu saja ... " lirih Arini terdengar seperti prustasi.


Bagaimana tidak, semenjak arga tahu sifat asli Arini yang materialistis, dia mulai menghindar apalagi sekarang ada yang baru, Arini semakin di abaikan.


Sementara itu Arga dengan kesombongannya.


"Gak nyangka ya, ternyata gue laku keras kaya manisan, ampe bu Mila aja naksir sama gue, lumayan lah dapet ikan kakap hehe, jauh lebih baik dari pada Arini" ucap Arga bangga.


Awalnya arga hanya kagum sama Mila yang terbilang wanita karir, berbeda dengan Refa dan Arini, hanya Ibu Rumah tangga.


"Ternyata begini rasanya punya banyak cewek, kalau di pikir-pikir, ada aja ya cewek yang mau sama gue, berarti gue ganteng dong?" tanya Arga bangga pada andreas.


Mereka bertemu di sebuah kafe tapa sengaja.


"Emang lu punya cewe berapa? gede pala lu" tanya Andreas kecut.


"Yaa ada lah, lu sendiri suda punya istri berapa ?" tanya Arga.


"Sorry ye, gue tipe cowok setia! gak kaya lu playboy cap kadal. Ngomong-ngomong, lu masih sama si arini?"


tiba-tiba Andreas teringat hubungan Arga dengan Arini.


"Ya begitulah, emang kenapa? Mau lu embat ?" tanya Arga penuh selidik.


"Sudi! gue cuma kasian saja sama si Refa, sabar banget dia sama lu, kalau si Arini sih gue bodo amat. Dengar-dengar selama lu gak datang-datang kerumahnya, dia deket ama seseorang" ucap Andreas.


Arga langsung terdiam kemudian berkata,


"Ya baguslah, gue jadi lebih mudah lepas dari dia,"


"Maksud lu?" tanya Andreas yang penasaran.


"Ya, gue juga uda pengen lepas dari Arini, hanya saja dia gak mau lepasin gue" ucap Arga pasrah.


"Ya, elu mah sudah dapet yang baru ... lu itu nakal sesuai tingkatan, dimana lu kerja, disitu lu menginginkan sosok cewek sesuai lingkungan tempat kerja lu. Dulu juga sama Arini, lu suka karena di lingkungan tempat kerja lagi tren janda seksi. Sekarang lu kerja di tempat ke gini, pasti lu juga pengen dapet cewe yang penampilannya sesuai lingkungan tempat kerja disini. Yang lebih pentingnya, asal ada yang mau terima lu, jadi ajah di tikung.."


Andreas bicara panjang lebar seperti sedang bercerita.


"Sialan lu, mau bilang gue gak laku sama cewek berkualitas, hah ?" kesal Arga.


"Lu yang bilang loh, bukan gue wkwkwk" ujar Andreas .


"Bilang saja lu ngiri sama gue" ejek Arga.

__ADS_1


"Kagak tuh, gue lebih bangga jadi cowok setia" ucap Andreas bangga.


"Hah, setia karena kagak laku" ejek Arga.


Jleb, ucapan Arga serasa menancap di jantung Andreas .


"Tck, gue mau sih, asal cewek nya bini lu!" ucap Andreas menggoda Arga.


"Siapa, Arini? sana gih ambil! dari dulu suda gue kasih, kan? cuma lu nya saja yang bodoh, kagak bisa menaklukkan hatinya!" ejek Arga .


"Dih, sorry. Bukan selera gue si Arini mah, bukan tidak bisa menaklukkan, gue nya saja yang gak mau, mata gue gak buta, cewek kaya gitu lu demen, dih ogah gue mah" ucap Andreas sebal..


"Maksud lu gue buta gitu?!" tanya Arga sedikit dengan nada meninggi


"Bisa jadi waktu itu lu di butakan cinta wkwkwk" ejek Andreas.


"Terus yang lu maksud istri gue refa? ... Lu minta di timpuk ya sama gue!" ucap Arga tidak terima.


"Kagak Bang. Gue becanda, gue masih sayang nyawa gak mau mati dua kali, di timpuk lu ama bini gue juga" ucap Andreas memohon ampun.


Mereka bicara sampai lupa waktu hari sudah sore, mereka pulang ke rumah masing-masing.


Arga menerima pesan dari Mila.


"Tadi kemana? tidak ada di kantor!"


"Tadinya mau ke kantor, tapi di jalan ketemu teman lama ngajakin ngopi, akhirnya ngobrol sampai sore" jelas Arga.


Arga tersenyum melihat pesan Mila, lalu membalas,


"Mau saja, apa mau banget ?." Arga balik menggoda.


"Mau baget, apalagi kalau di traktir" goda Mila.


"Boleh, tapi ada syaratnya!" ujar Arga.


"Apa saja, asal jangan minta nikah, aku belum bercerai" ucap Mila bercanda, tapi seolah memberi kode .


"Haha, jadi mau ngopinya kapan dan dimana ?" tanya Arga.


"Serius nih?" tanya Mila tidak percaya.


Karena awalnya Mila hanya bercanda, tidak di sangka kalau Arga menanggapinya.


"Kapan aku tidak serius sama kamu, Beb" ucap Arga jahil.


Hati Mila berbunga-bunga di sapa Beb, padahal sudah biasa setiap bertemu pasti mereka saling menyapa seperti itu, tidak melihat situasi, serasa dunia milik berdua yang lain tidak akan peduli karena cuma ngontrak.

__ADS_1


"Gimana kalau besok siang?" jawab Mila.


"Kenapa gak sekarang saja?" ajak Arga.


"Sebentar lagi malam, aku gak bisa keluar kalau malam" jawab Mila


"Anak mami, apa takut suami?" ejek Arga.


"Bukan takut, tapi menghargai" jelas Mila.


"Ah massa sih?" lagi-lagi arga menggoda.


"Ngomong-ngomong kamu lagi dimana?" ucap Mila mengganti topik pembicaraan.


"Di rumah" jawab Arga singkat.


"Istri kamu ada?" tanya Mila penasaran.


"Ada, kenapa? mau bicara sama istri aku?" tanya Arga sengaja.


"Kamu sengaja ya? gak suka ah" ucap Mila.


"Gitu aja marah, cepet tua loh" bujuk Arga.


Mila tidak menjawab pesan Arga, tentu saja Arga jadi resah, lalu ia berusaha menghubungi nya dengan menelpon, tapi tidak di angkat.


"Beneran marah nih?" Arga mencoba mengirimkan pesan lagi pada Mila, berharap ada jawaban.


Tapi tetap saja tidak membuahkan hasil, akhirnya Arga menyerah dan berkata,


"Ya sudah lah, besok juga ketemu."


Lalu arga membuka beberapa pesan ya belum di buka, dan diantara nya ada pesan dari arini.


kemudian Arga membukanya,


"Aku rindu kamu, Mas. Apa kamu tidak merindukanku, atau ingatkah kamu sama anakmu?"


"Sesekali datanglah, Mas. tengok anakmu, dia juga sama darah daging mu. Aku sudah cukup bersabar, Mas."


"Kemana Arga ku yang dulu? sekarang kamu berubah, Mas. Dulu kamu tidak begini, kenapa sama kamu, Mas?"


"Aku rindu Arga ku yang dulu, andai aku bisa memutar waktu, ingin aku perbaiki. Jika pernikahan kita penyebab hadirnya dosa dan penderitaan, aku akan lebih memilih untuk tidak memilikimu, melihatmu bahagia saja itu sudah cukup bagiku, mungkin ini salahku hadir dalam hidupmu di waktu uang kurang tepat"


Arini mengirim pesan sebanyak itu, tapi Arga tidak membalasnya satu pun. Ia mengabaikannya bahkan menghapusnya.


 

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karyaku 🥰


 


__ADS_2