Kisah Cinta Dan Penghianatan

Kisah Cinta Dan Penghianatan
Bab 12. Ancaman Arini.


__ADS_3

"Sudah kuduga" gumam ku.


"Wanita mana yang ingin di poligami dan lagi ... apa kamu yakin bisa adil? coba saja kamu nikahi si Arini lalu kamu poligami dia! aku mau tahu bagaimana reaksinya ?" ejek Refa.


Aku kaget saat Refa menyebut nama Arini, apakah dia sudah tahu wanita yang aku maksud adalah Arini ? atau hanya asal tebak ?.


Aku tidak bisa menjawab lagi kalau di teruskan, aku takut malah menjadi semakin runyam, batin arga.


*****


Di kediaman Arini.


"Mas. Bagaimana apa kamu sudah bicara sama Refa ?" tanya Arini dalam pesan singkat.


"Masih di usahakan "


jika aku mengatakan belum , pasti Arini ngomel-ngomel.


"Maksudnya? emang sesusah itu ya ngomong sama refa?" tanya Arini kesal.


Tuh kan mulai deh .


"Sabar dong, Rin. Aku butuh waktu buat membujuk Refa ,dia tidak mungkin semudah itu menerima kenyataan ini " jawab Arga.


"Ya sudah. Kalau kamu tidak bisa ,biar aku saja yang bilang " ketus Arini.


"Kamu apa-apa sih. Ingat ya, Rin! jangan sampai kamu mengganggu refa!" bentak Arga tidak suka dengan keputusan Arini.


"Kalau tidak kenapa ?" tantang Arini.


"Kenapa kamu jadi gini sih, Rin?" tanya Arga menyesal.


"Lalu aku harus bagaimana!" tanya Arini.


huhhhh aku menghela nafas panjang, tidak ku sangka Arini akan begini.


Arini semakin terus menuntut dan semakin mendominasi.


Di sisi lain aku selalu berusaha membujuk Refa, berharap dia mau memberi ku izin untuk berpoligami, aku tahu persis hatinya Refa itu lembut.


Kupikir lambat laun dia akan menerima , tapi kenyataannya tidak sesuai harapan dan aku pun mulai kehilangan keberanian untuk bicara lagi soal poligami.


Ketika Refa bilang,


"Sampai kapan pun, aku tidak ingin di poligami! kalau kamu ngotot, jangan aku yang kamu poligami! ceraikan aku nikahi Arini lalu kamu poligami dia!" ucap Refa mengingatkan Arga.


"Aku ingin menikah sama kamu bukan untuk di poligami. Aku mampu bertahan dalam keadaan seberat apapun, tapi tidak untuk poligami, lebih baik aku tidak hidup dengan kamu !" tambah Refa .


Aku tidak tahu harus bagaimana ,hingga akhirnya aku memutuskan untuk menghindari Arini


Tapi siapa tahu rencana tuhan seperti apa, meski aku berusaha menghindar selalu saja aku tidak bisa menolak Arini.

__ADS_1


Mungkin karena rumahnya yang searah bahkan dekat dengan tempat kerja ku, aku tidak bisa menolak pesona seorang Arini ,hingga kadang aku masih berhubungan badan dengannya setiap kali bertemu


****


*sudut pandang Arga*


Hampir satu bulan setelah pertemuan yang berakhir di ranjang itu.


Aku tidak pernah lagi menemuinya, kebetulan aku sedang di pindah tugas kan ke kantor cabang yang lain, hingga Arini mengirimkan pesan kepada ku.


"Aku telat datang bulan" pesan Arini.


Aku mengerutkan kening, untuk mencerna ucapan arini.


"Dia hamil ?" gumamku.


Aku tidak membalas pesannya lalu Arini mengirimkan pesan lagi.


"Kamu jangan harap mengabaikan ataupun membuang ku ,kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya!"


Aku menyugar rambutku .


"Kenapa jadi begini sih ?" ujar ku.


Aku memilih mengabaikan pesan arini niat Ingin mengakhirinya, tapi malah seperti ini .


"Tuhaaan ... kenapa di saat aku ingin kembali ke jalan mu ,tapi sekarang malah seperti ini ,aku harus bagaiman ... ?" lirih ku.


Saat Refa menghampiri ,mengajak bicara ,aku tidak berani menatap matanya.


Saat Refa menyentuhku ,aku tidak berani menerimanya, aku merasakan kekecewaan yang Refa rasakan.


Tapi Refa selalu sabar pada sikap ku, sikap sabarnya yang membuat aku semakin merasa bersalah .


Lagi-lagi Arini mengirim pesan.


"Apa kamu mau lari dari tanggung jawab? ini sudah empat hari sejak aku mengabari kamu bahwa aku telat datang bulan ,kamu masih tidak datang kesini? apa perlu aku yang datang kerumah mu !."


Selama satu bulan aku tidak menemuinya, bagaimana bisa dia hamil? apa itu anak ku? aku tidak tahu pasti, batinku.


Karena sikap Arini yang menonjol dan gampang bergaul dengan banyak pria .


Pikiran ini melintas begitu saja semua kecurigaan ,ke ragu an, semua muncul setelah Arini mengatakan bahwa ia hamil dan mengancam ku.


"Aku tidak bercanda ,jika kamu masih tidak menemui ku ,aku akan datang kerumah mu dan mengatakan semuanya pada Refa!" pesan Arini .


Spontan aku menendang ke segala arah kursi dan meja terjungkal, aku benar-benar marah pada Arini,


"Bagaimana bisa kamu hamil? bukannya kamu minum pil saat berhubungan denganku? terakhir kita melakukan sudah satu bulan berlalu dan hanya satu kali " balasku.


"Apa maksudmu? kamu pikir ini keinginanku, ini darah daging mu bagaimana bisa kamu berkata seperti itu ?" balas Arini.

__ADS_1


"Lalu sekarang harus bagaimana ?" balas ku prustasi di buatnya.


"Ya tanggung jawab lah, jangan lari dan meninggalkan aku dalam keadaan hamil " jawab balasan pesan Arini.


Hah ... sudah kuduga ,ini rencana kamu Arini. Mungkin dia sudah merasakan kerenggangan jarak diantara aku dengan dirinya.


Dia sudah menebak kalau aku akan meninggalkannya dan sekarang Arini ingin menggunakan kehamilan untuk mengikatku .


Kamu hebat Arini ,aku salah menilai kamu dan terlalu meremehkan mu .


Dengan terpaksa aku menemui Arini, tanpa mengatakan sepatah kata aku hanya terdiam duduk di sofa ,sambil terus memainkan ponsel .


"Kamu kesini hanya untuk bermain ponsel! tidak ada yang ingin di katakan ?" tanya Arini ketus.


"Aku harus mengatakan apa ?" jawabku acuh tak acuh.


Kudengar Arini mendengus kesal, karena aku tetap menatap layar ponselku.


"Sekarang aku hamil. Apa kamu masih tidak akan memberi tahu Refa ?"


"Aku benci harus membahas ini" kesal Arga.


"Kenapa? kamu begitu menghargai perasaan Refa ,tapi tidak denganku !" ujar Arini dengan nada tinggi.


"Cukup arini! dari awal aku sudah mengatakan semuanya ,aku tidak ingin menyakiti Refa apalagi meninggalkannya " tegas Arga .


"Aku peringatkan sekali lagi ,jangan sampai kamu menyakiti Refa ,kalau tidak ... aku tidak akan tinggal diam!" ancam Arga.


"Apa? kamu mau melakukan apa sama aku ?" tanya Arini menantang.


"Aku akan melakukan hal yang sama. Jika Refa tersakiti ,maka jangan harap aku bertahan sama kamu !" ucapku lalu pergi meninggalkan Arini.


lima bulan berlalu ,aku hampir tidak pernah menemui Arini


dia pun tidak banyak menghubungiku.


Sedikit lega bagi ku, tapi merasa heran dengan sikap Arini yang tidak biasa.


Ketika sedang berada dirumah, Refa tiba-tiba menghampiri dan bertanya tanpa basa basi, dia bertanya kenapa Arini muncul lagi dan kenapa Arini selalu tahu apa yang terjadi padaku.


Dia curiga kalau aku masih ada hubungan dengan Arini, aku tidak menyangka kali ini Arini ternyata nekat sampai sejauh ini.


Aku sakit melihat kekecewaan di mata Refa, lalu aku menemui Arini, mempertanyakan alasannya mengganggu Refa.


 


Terimakasih telah membaca karyaku 🥰


 


jangan lupa like dan komen yaa 😘

__ADS_1


__ADS_2