
keesokan paginya
keisya terbangun mendapati dirinya tengah di peluk dari belakang oleh Rangga, hampir saja Keisya menjerit tapi untung kesadarannya sepenuhnya kembali, kalau ternyata dirinya sekarang udah jadi seorang istri.
"Mommy bangun, papi juga bangun" Andra berusaha terus mengetuk pintu kamar sang Mommy, sampai akhirnya Keisya pun membuka pintu kamarnya.
"Ada apa sayang pagi-pagi udah heboh" pertanyaan Keisya pada Andra Karena tak biasanya Andra bangun sepagi ini.
"Andra mau ngajak papi lari pagi my" ucapnya polos
"tumben Andra mau lari pagi ada apa sayang? tanyanya pada Andra, Karna tak biasanya Andra mau lari pagi, karena biasanya di ajak nggak mau
"Mau pamer my sama teman kalau Andra sudah punya papi"jawabnya polos. Keisya pun tanpa sadar menitihkan air mata mendengar jawaban sang buah hati.
__ADS_1
Rangga yang mendengar pun keluar menghampiri Keisya dan Andra yang tengah bercerita mengenai dirinya
"Wah wah wah kayanya papi mau di jadikan bahan pamerannih keliling komplek" jawabnya pura-pura merajuk, tapi malah di anggap lelucon bagi Keisya, Andra yang menatap sang mommy senyum-senyum sendiri merasa aneh.
"sudah berangkat Sanah nanti mala kesiangan, nggak jadi perkenalan diri sama teman-teman Andra," jawabnya sambil sedikit mendorong lengan Rangga.
Rangga benar-benar kualahan menjawab pertanyaan dari teman-teman Andra karena seputar pertanyaan yang begitu sulit untuk di jawab, bagai mana tida ada yang mengatakan
Selama ini om Rangga ke mana? kata Andra papinya udah di surga, dan kata mama orang kalau di surga ngga bisa turun lagi ke bumi?, Rangga benar-benar bingung.
Dan akhirnya Rangga dan Andra sampai rumah agak siangan, karena harus menghadapi anak-anak itu harus siap jiwa dan raga dan punya mental yang kuat, nggak stres, biasa lah anak-anak yang selalu punya jiwa ingin taunya.
"kayanya anak mommy bahagia nih habis jalan sama papinya" kata Keisya pada anaknya yang baru memasuki halaman rumah.
__ADS_1
Andra pun akhirnya menceritakan perihal apa saja kegiatannya bersama sang papi, Keisya bahagia melihat rautan kebahagian di wajah mungil Andra.
kayanya Keisya harus bisa memaafkan kesalahan Rangga demi Andra, Keisya harus membuang ego demi kebahagian sang buah hati, melihat Andra begitu bahagia dengan ke hadiran Rangga, mempunyai kesimpulan bahwa Keisya harus mengalah.
"Sayang papi mau mandi Andra mandi juga yah di temani mommy?"katanya Rangga menyuruh Andra untuk mandi juga
"Andra sudah besar papi aku bisa mandi sendiri" katanya sambil berlalu ke kamarnya, sebenarnya Andra sudah punya kamar sendiri tapi selama ini Keisya selalu pengen tidur bareng Andra aja katanya Andra masih terlalu kecil untuk tidur sendiri.
Di kamar Rangga bingung karena sedari tadi pandangan Keisya ngga pernah lepas darinya, Keisya menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Kenapa mandangnya gitu amat, baru nyadar yah kalau kamu punya suami ganteng" sambil nyengir kuda.
keisya yang mendengarkan perkataan sang suami replek memukul lengan Rangga
__ADS_1
"Apaan sih pede banget, sana mandi baunya kemana mana, aku mau kekamar Andra" Keisya ngga bisa membiarkan Andra mandi sendiri tanpa pengawasannya takut kenapa-kenapa.
keisya pun ke kamar Andra memastikan apakah andra mandi atau tidak karena memungkinkan Andra mandinya ngga bersih.