
Keisya emang nggak tahu menahu tentang status suaminya di kantor apa bahkan Keisya nggak pernah ke tempat kerja suaminya.
Setelah sang mama pulang Keisya kembali kekamarnya dan hanya bisa menangis dan menangis, akan kah dia kehilangan hak asu Andra yang udah dia asu selama beberapa tahun ini?
Keisya sadar memang dulu dia nggak pantas untuk mengasuh Andra karena dia masih terlalu kecil tapi sekarang Keisya sudah merasa sanggup karena Keisya sudah berumah tangga.
kenapa baru sekarang mereka hadir untuk mengambil Andra setelah rasa sayang ku tumbuh semakin dalam, aku akui dulu aku memang nggak pantas untuk jadi mommy tapi sekarang aku udah bisa bahkan aku uda pantas jadi mommynya Andra bahkan rasa sayang ini semakin dalam.
Tuhan jangan biarkan Andra direbut oleh mereka, kakak bantu aku agar mereka nggak mengambil Andra, Andra adalah anakku dan aku adalah mommy meskipun Andra nggak lahir dari rahimku tapi aku sangat menyayanginya.
Setelah puas mengeluarkan unek-unek nya Keisya pun ke bawah mencari Andra, dan ternyata sang mertua datang berkunjung, mungkin karena terlalu lama di kamar Keisya ngga menyadari kedatangan sang mami mertua
"Mami dari tadi yah?" sambil memeluk dan mencium punggung tangan mami mertuanya
"Iya mami dari tadi malah, kamu kenapa kata Andra kamu nangis? dan buktinya mata kamu benar sembab, apa Rangga jahatin kamu? cerita sama mami"
__ADS_1
Belum sempat Keisya ngomong Andra udah datang dengan setelan lengkap ingin pergi jalan
"Oma, Andra udah siap" katanya penuh semangat
"Ok sayang, tapi pamit dengan mommynya dulu, pasti mommy nggak tau kita mau kemana"
"Mommy Andra mau izin sama mommy, Andra mau pergi sama Oma jalan -jalan bosan my di rumah terus"
"Tapi Andra jangan nakal yah jangan buat Oma kewalahan yah sayang" katanya memberi nasehat pada sang putra
"Mommy percaya sama Andra "
"Keisya mami berangkat yah? dan ingat kalau ad masalah jangan di pendam"
Akhirnya mereka berangkat tinggallah Keisya yang kembali kesepian di tinggal sang putra.
__ADS_1
Sunyi lagi deh, aku mau ngapain yah di rumah sendiri atau apa aku kekantor mas Rangga aja, tapi kalau kehadiranku nanti merepotkan nya gimana, atau mas Rangga keganggu dan malu.
Setelah puas berperang dengan batinnya Keisya pun memutuskan menelpon sang asisten suaminya
Bu bos calling 📞
Wah tumben Bu bos nelpon ada apa yah?
"Halo Bu ada yang bisa saya bantu?" *merasa heran karena ini kali pertama istri dari bosnya menelpon.
"Oh nggak kenapa-kenapa kok pak, saya cuman mau nanya mas Rangga lagi apa yah? atau bapak lagi sama mas Rangga?"
Wah heranni kok tanya kabar sama saya bukan sama orangnya langsung, wah ada yang nggak beres nih*.
"Aduh Bu bos jangan panggil pak dong panggil nama aja, pak bos ada kok tapi lagi ada tamu kalau Bu bos mau titip pesan boleh kok nanti saya sampaikan"
__ADS_1
"Maaf tapi udah kebiasaan aku manggilnya pak bahkan udah fasih dan sudah hafal, nggak ada pesan kok saya cuman mau kekantor boleh nggak yah? saya di rumah lagi kesepian, jadi pengen jalan aja ke tempat kerja mas rangga"