Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 29


__ADS_3

"Mas bangun udah jam berapa nih?"


"Sayang tapi aku masih ngantuk, sebentar lagi yah?"


"Pokoknya mas bangun sekarang, nanti mas telat ngantor?"


"Iya iya bawel, istriku yang cantik, manis, baik, bikin gemes, makin sayang deh ummmmmua."


Setelah Rangga bangun akhirnya Keisya menyiapkan pakaian suaminya, tapi tiba-tiba handphonenya berdering.


📞 Mama calling


kenapa yah perasaanku tiba-tiba nggak enak, ada apa?.


..."Assalamualaikum mama"...


"Waalaikum salam sayang."


"Ada apa ma? kenapa suara mama beda?" tanyanya dengan rasa cemas karena baru kali ini mama menelponnya dengan suara serak seakan mamanya habis nangis.


"Nak mama mau ngomong sama kamu? dan Andra nggak usah sekolah dulu yah?" katanya memberi saran


"Mam, kalau mama mau ngomong nggak perlu minta izin, emang ada apa mah? ada masa apa? mama jangan membuatku kuatir dong?"

__ADS_1


"Ya udah mama mau ke rumah kamu, telponnya mama tutup yah, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


########


Rumah Rangga


Keisya yang berada di kamarnya mendengar bel berbunyi, Keisya pun turun kebawah bersama dengan Andra.


" Andra kayaknya nenek udah datang, yuk kita liat?"


"Ayo" jawabnya dengan senang karena sang nenek berkunjung ke rumahnya.


"Nenek Andra kangen?" sambil berhambur kepelukan sang nenek " nenek jahat udah nggak mau kesini, nenek kan tau Andra nggak mau pisah jauh dari nenek"


"Iya nenek juga nggak bisa pisah dari Andra, tapikan nenek punya banyak pekerjaan."


"Andra kamu sama mba Sinta dulu yah? sebentar aja kok" karena mengerti dengan perilaku sang mama Keisya akhirnya menyuruh Andra menemui mbanya.


Setelah Andra pergi, Keisya pun bertanya ada apa sebenarnya.


"Ma sebenarnya ada apa? kenapa kelihatannya mama begitu cemas?"

__ADS_1


"Tapi kamu jangan shock yah?"


"Emangnya ada apa mah, mah perasaanku nggak enak, bahkan udah beberapa hari ini,"


"Ini tentang Andra" katanya menggenggam tangan Keisya seolah memberikannya kekuatan sebelum memberi tahukannya yang sebenarnya


"Kakek dan pamannya Andra ingin mengambil Andra dan..."


"Nggak mam, aku nggak mau Andra di ambil siapa pun Andra anakku dan nggak akan ku biarkan siapa pun mengambilnya, aku udah sayang sama Andra" katanya sudah histeris dan menangis sambil memeluk mamanya.


"Sayang tenangkan pikiranmu dulu dan kamu jangan panik mama juga nggak akan membiarkan Andra jatuh ke tangan mereka, tapi apa kita bisa? karena mereka akan melakukan berbagai cara."


"Kenapa mama seakan menyerah, sedangkan kita belum memperjuangkan Andra, mam sebenarnya mereka siapa? kenapa baru sekarang mereka datang di saat aku udah terlanjur sayang sama Andra."


"Saran mama kamu minta bantuan nak Rangga mama yakin suami kamu pasti bisa membantu kita memperjuangkan hak asuh Andra."


"Tapi mam aku?"


"Mam mengerti, kamu pasti nggak mau merepotkan Rangga tapi jika kita nggak minta bantuannya apa kita mampu...."


"sudah ma" katanya udah sesungukan Keisya begitu kuatir jika Andra di ambil oleh mereka, membayangkannya saja Keisya begitu pusing apa lagi jika benar-benar terjadi.


Aku harus bagia mana? aku nggak enak jika aku minta bantuan mas Rangga, apa lagi aku nggak tau sebenarnya jabatan mas Rangga itu apa? jika ingin melawan orang yang berkuasa maka kita harus sama-sama berkuasa. Sedangkan suamiku entah apa jabatannya di kantor aku nggak pernah sedikitpun ingin tau dan cari tau.

__ADS_1


__ADS_2