
Sore harinya di rumah Rangga.
"Sayang kamu belum bangun? tidur terus, apa nggak Bosen?" katanya Rangga yang baru pulang kerja dan masih mendapati istrinya bobok cantik.
Sebenarnya Keisya tadi sudah bangun tapi karena nggak tau mau ngapain makanya Keisya kembali berbaring dan akhirnya tertidur.
"Baru juga mas aku tertidur, bosan aja, nggak tau mau ngapain makanya aku baring, eh tau-tau nya aku malah molor benarran."
"Benar? atau kamu melakukan semua itu untuk persiapan ntar malam?" katanya sambil menaik turunkan alisnya, itulah kebiasaan baru seorang Rangga untuk menggoda istrinya, karena bagi Rangga melihat senyum malu-malu Keisya itu sangatlah lucu.
"Ih mas mulai lagi deh," (sambil melempar guling ke arah suaminya).
"Tapi sayang, semua yang ada di diri kamu itu seakan candu bagi mas, apa lagi yang ini, mas seakan betah berada di dalamnya,"
__ADS_1
"Udah deh mas, malu tau, mas kok biasa aja nggak malu apa ngomong gitu? aku aja malu."
"Ngapain mas malu, yah karena emang kamu itu enak yang." sambil memeluk istrinya
"Mas lepas yah, aku mau bikinin mas kopi, dan mas mandi gih agar otak mas Fresh nggak ngelantur terus pikiran Mas tuh entah berada di mana."
"Sayang, mas nggak mau minum kopi, mas maunya minum susu," sambil matanya menatap lurus ke depan dimana ada dua benda yang masih terbungkus rapi, benda yang akan menjadi candu bagi Rangga.
Keisya yang sadar kemana arah pandang Rangga replek menyilang kan tangan di dadanya.
Sekarang ini wajah keisya bersemu merah mendengar penuturan suaminya.
"Udah mas, mandi sana." sambil mendorong suaminya ke kamar mandi, tapi karena Rangga malah menariknya dan Tampa sadar Keisya kini sudah berada dalam kamar mandi bareng suaminya
__ADS_1
"Loh mas kenapa di kunci?"
"Kita mandi bareng, plus kita mencoba sesuatu yang baru, bercinta di sini pasti beda sayang, dan kamu mandikan mas bantu mas gosok punggung, karena tangan mas nggak sampai,"
"Tapi mas tadi itu aku sudah mandi, dan mas ada-ada aja, ini masih sore udah minta jatah aja," katanya nolak tapi kayanya nolak percuma.
Dan akhirnya terjadilah apa yang meski terjadi, mandi yang biasanya sebentar kini memakan waktu yang lama.
"Udah nggak usah gitu, apa tadi masih kurang? mau nambah lagi, mas masih kuat loh jika kamu masih mau nambah, bahkan mas masih kuat untuk tiga ronde." Rangga sengaja menggoda istrinya yang selalu mengomel sambil mengeringkan rambutnya.
"Mas itu apa nggak lelah? didalam situ aja mas dua ronde, heran yah, aku itu punya suami mesum dan gak ada lelahnya, di luar kerja eh sampai di rumah kerja lagi bahkan nggak ada puas-puasnya."
"kalau untuk yang satu itu mas nggak pernah lelah, mesum pada istri sendiri nggak apa dong, mas emang kerja diluar rasanya lelah tapi rasa lelah mas akan hilang jika melihat kamu apa lagi jika mas di kasih jatah dan minum..."Rangga sengaja menggantung kata-katanya, tapi pandangan matanya tak lepas dari dada sang istri.
__ADS_1
"Tuh kan mas mulai lagi? mas tau aku tuh bisa encok jika di garap terus-menerus, udah encok nggak bisa jalan pula lagi," katanya sedikit protes, karena siang tadi sedikit dapat teguran dari mba katanya cara jalannya bedah, untuk Keisya punya alasan yang tepat.