Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 38


__ADS_3

"Mommy bangun Andra mau makan" Andra membangunkan sang mommy dengan suara cedalnya


"Apa sih ganggu aja, sana minta sama nenek Tante mau tidur"


"Andra maunya sama mommy, bukan nenek" sambil memasang wajah sedihnya " ini mommy bukan ante, kata mami Inda ini mommy keica bukan ante" sambil mengusap air matanya


"Ya Allah begini banget sih nasip aku, ya udah sini" sambil berjalan keluar meninggalkan Andra yang masih berada di dalam kamarnya


"Mama.. mam Keisya nggak sanggup" sambil memeluk sang mama dari belakang yang sedang sibuk di dapur


"Udah jangan manja, tuh liat anak kamu liatin" sambil melirik Andra yang entah sejak kapan berdiri di belakang sang mommy


"Mam dia bukan anak aku, aku ini tantenya bukan mommy titik" meskipun bibirnya ngedumel tapi tangannya masih cekatan menyiapkan Andra makanan

__ADS_1


"Ya kali mama yang jadi mommynya, lucu aja kali mama udah tua terus nanti saat Andra udah gede mama udah pakai tongkat, kasian Andra nya dong, bisa-bisanya jadi bahan bulian di sekolah"


Dengan wajah muram Keisya menyuapi Andra dengan cekatan, meskipun dengan perasaan dongkol


"My Andra nggak suka sayur?"


"Loh kenapa? sayur itu bikin sehat dan bikin pinter, agar kamu pinter nggak repotin"


"Key" sambil memandang sang anak


"Mama dengar loh yah kamu ngomong apa?" sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putri bungsunya yang ternyata cemburu dengan kehadiran Andra


Dan tak terasa Andra pun udah kenyang, emang udah kebiasaan Andra sarapan pagi karena Dinda udah membiasakannya sebelum berangkat kerja, memandikan dan mengajak Andra sarapan meskipun Andra punya pengasuh tapi Dinda lebih senang jika dia yang memandikan dan memberi makan kepada anaknya

__ADS_1


"Mau tambah?" Keisya bertanya karena melihat piring yang dia pegang udah kosong


"Andra kenyang my"


"Ya udah, mah key ke kamar yah mau mandi" dan di angguki oleh sang mama


Begitulah hari-hari Keisya yang mendapat kesibukan baru semenjak adanya Andra di kehidupannya.


dulu hari-harinya hanyalah bermain bersama teman dan sahabatnya kini hidupnya berubah drastis semenjak adanya Andra, bahkan sebagian temannya menjauhinya karena mereka fikir Keisya gadis yang nggak benar yang udah mepunyai anak di luar nikah.


Belum hilang rasa bencinya kini hadir lagi benci yang lain, kesabaran Keisya benar-benar teruji karena hadirnya andra, karena saking kesalnya pernah terbesit dipikiran untuk memasukkan Andra ke panti asuhan.


Seiring berjalannya waktu rasa benci yang mendalam mampu terkikis oleh waktu berubah dengan sendirinya rasa benci, kesal, marah, kini semuanya sirnah berganti dengan rasa sayang yang mendalam, senyum tulus yang setiap hari di suguhkan Andra pada mommynya mampu mengikis rasa benci menjadi sayang.

__ADS_1


Di tambah dukungan dari ke dua sahabatnya, membuat hati nuraninya bergetar, kelak dirinya akan menjadi ibu yang akan melahirkan anak-anaknya kedunia ini.


Memang sulit tapi itulah kenyataannya, Keisya yang di kenal baik berjiwa ke ibuan di usia mudahnya sejujurnya tidak seperti yang di pandang mata, dia juga pernah memiliki sifat yang egois.


__ADS_2