Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 13


__ADS_3

Setelah beristirahat Keisya akhirnya beres-beres, dan memasak untuk makan siang. Keisya bukanlah gadis manja, jadi Keisya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga mama selalu mengajarinya untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anaknya.


"Loh sayang lagi ngapain? kamu masak? kan ada bibi." kata mami yang tiba-tiba muncul dari belakang, sedikit rasa kagum, senyum yang terpancar dari mami mertuanya.


"Iya mam, semoga mas Rangga suka dengan masakan aku mam" kata Keisya


"Apa sih yang nggak mas suka dari kamu." kata Rangga yang entah sejak kapan berada di meja makan menyaksikan mami dan istrinya yang sedang asyik bercengkrama.


"Kebetulan mas dan mami ada di sini ayo makan? tapi kok kaya ada yang kelupaan yah" sambil mikir, karena seperti ada yang kurang.


"Astaga Andra mana?" tiba-tiba ke ingat sama Andra yang nggak ada.


"Andra di kamar tadi tidur, ya udah biar mami bangunin," kata maminya ingin pergi untuk membangunkan Andra, tapi Keisya mencegahnya. setelah Keisya pergi mami menasehati anak lelakinya.


"Rangga kamu harus bersyukur bisa punya istri kaya Keisya, cantik, rajin, tidak manja, bahkan pandai mengurus anak, meskipun harus mengurus anak saat umurnya masih mudah, mami tau mengurus anak itu tidak mudah apa lagi di usia mudah kaya Keisya.

__ADS_1


"Apa mami tau Andra itu siapa?" katanya sambil merokok sang mami.


"Iya" jawabnya santai nggak memperdulikan tatapan bingung sang anak yang seakan bertanya dari mana maminya tau.


"Sudah tidak perlu menatap mami kaya gitu, asal kamu tau awal pertemuan mami dan Keisya, mami sudah menyelidiki identitas Andra, karena mami nggak percaya aja kalau itu anaknya Keisya.


"Wah mami gercep juga, dan mami the best" sambil memeluk maminya, dan akhirnya yang di tunggu datang juga.


"papi dan Oma kok pelukan?" tanya Andra merasa bingung melihat papi dan Omanya


"Biasa sayang papi kamu itu manja, maunya di peluk sama Oma."


Keisya nurut aja perkataan Rangga, dan mengikuti Andra entah kemana Andra akan membawanya toh berdebat juga ngga ada gunanya.


"Aku akan belajar untuk memaafkan, supaya aku tenang.

__ADS_1


aku diam karena aku tidak ingin berdebat,


aku sabar karena keyakinan ku kepada Allah tanpa batas."


Keisya membatin.


"mas, sejak kapan mas punya Art?" tanya Keisya karena setahunya rumahnya kosong cuman sekali-kali ada yang bersihkan.


"Ooh itu, bibi tadi kesini bareng mami, soalnya mami pikir menantunya nggak jago masak, tapi tau-taunya mantu mami serba jago, jago masak, beres rumah, ngurus anak, ngurus suami, jago nyenengin hati suami dan jago..." Rangga sengaja menggantung kata-katanya sambil menaikkan turunkan alisnya.


keisya yang ditatap merasa malu, akhirnya menutup muka dengan sebelah tangannya dan yang satu lagi memukul lengan Rangga.


Rangga yang melihat istrinya salah tingkah jadi gemes.


"Jangan gitu nanti aku khilaf loh, sayang makasih yah kamu sudah mau menerima aku dan udah mau membuka hati kamu untukku."

__ADS_1


"Gimana pun sekarang mas sudah menjadi suami aku, imamku dan papinya..."belum juga Keisya menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh Rangga.


"papi untuk Andra, dan adik-adiknya , sambil tangannya mengelus-elus perut ratanya Keisya sambil berkata, cepat hadir di sini papi dan mami nungguin kamu sayang dan juga kakak Andra.


__ADS_2