Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 19


__ADS_3

Dan sekarang Keisya dan mami mertuanya berada di resto langganan mami, sebenarnya Keisya udah lelah tapi mami mertuanya kelihatannya masih semangat mengajak menantu cantiknya untuk jalan-jalan.


Keisya bisa apa coba, ini kali pertamanya mami mengajaknya jalan-jalan, jadi mami dengan pedenya memperkenalkan mantunya pada teman-temannya.


Mami jadi semakin senang mendapatkan. pujian-pujian dari teman-temannya karena mantunya masih mudah dan cantik


Keisya cuman bisa diam dan sekali senyum menanggapi perkataan teman dari mertuanya itu.


"Mi mas Rangga telpon, aku terima telpon mas Rangga dulu yah mi?" dan di angguki oleh mertuanya, tidak lupa pamit juga pada teman maminya.


"Iya mas ada apa?"


"Kamu dimana? kenapa belum pulang?" tanyanya dengan pertanyaan yang beruntun.


"Mas aku di resto langganan mami, apa mas mau kesini nanti aku serlok yah mas, kayanya mami belum mau ulang, masih asyik ngobrol bareng teman-temannya."


"Ya udah mas ke situ apa mami udah belanja?


"Udah mas, malahan ini yang kesekian kalinya aku dan mami makan, mami doyan banget ngajakin aku mampir makan, kayaknya mami mau aku gemuk."

__ADS_1


Akhirnya acara telpon menelpon diakhiri, Rangga benarkan menyusul istrinya karena memang hari sudah semakin sore.


mami keterlaluan ngajakin Keisya nggak nanggung-nanggung ini udah jam berapa tapi kok belum juga pulang, sebenarnya mami ngajakin Keisya kemana aja?


Setelah sampai di depan restoran langganan maminya, Rangga hanya mengirimkan istrinya pesan singkat, bahwa Rangga hanya menunggunya di parkiran.


Setelah pamit sama mami mertua dan teman-teman maminya akhirnya Keisya keluar mencari keberadaan suaminya.


"Mas, maaf aku lama?"


"Nggak juga kok, mami ngapain aja kok belum pulang?"


"Buruan deh mas aku tuh udah gerah pingin mandi"


Rangga pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil sekali-sekali melirik istrinya, Keisya pun yang di lirik sedikit bingung, apa yang terjadi pada suaminya, nggak biasanya Rangga selalu meliriknya saat sedang menyetir.


"Mas ada apa? apa ada yang salah di wajahku?"


"Nggak salah yah Miss Rere menyulap kamu kaya gini, dan tadi di parkiran hampir mas mencungkil bola mata pria yang berani menatapmu, kan tadi mas udah bilang jangan terlalu cantik."

__ADS_1


"Mas ini idenya mami loh, bukan ide aku, mas kok gitu nggak senang apa jika aku cantik dan seksi, kan harusnya mas bangga punya istri cantik."


"Aku sih bangga, tapi mas belum bisa mendapatkan sesuatu yang bikin aku tambah bangga, akan lebih bangganya mas jika istri mas cantik, seksi, dan mempunyai Service yang bikin aku puas."


"Apa mas begitu sangat menginginkannya? kalau mas memang menginginkannya malam ini insyaallah aku siap."


Mendengar penuturan istrinya Rangga sampai ngerem mendadak untung aja jalanan sedikit lenggang, jadi nggak mengganggu pengendara yang lainnya.


"Sayang bisa di ulangi? mas kurang dengar dan mas kurang jelas?"


Keisya yang sedikit malu memalingkan mukanya keluar jendela sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Nggak ada, mas anggap aja aku nggak ngomong apa-apa?"


jujur aku begitu malu untuk mengulang kata-kataku hati ku seakan lomba maraton sekarang, lagian mas Rangga apaan sih pakai nanya padahal aku yakin pasti dia dengar.


"Sya apa yang udah di ucapkan nggak bisa di ingkari, sampai rumah nanti aku akan menagih janjimu." katanya begitu bersemangat, semangat Rangga benar-benar semangat 45."


(cieee yang udah nggak sabar pengen lakukan malam kedua )

__ADS_1


__ADS_2