
Keesokan harinya art yang di tunggu-tunggu pun datang dan diluar perkiraan, ternyata ARTnya masih mudah sekitar umur 20an.
"Assalamualaikum non saya Sinta umurku 20 tahun". sapanya sambil memperkenalkan diri pada Keisya.
"Oh mba' Sinta saya Keisya mba', ya udah mba' masuk dan istirahat saja dulu."
Sinta pun akhirnya beristirahat di kamarnya, setelah menyuruh Sinta istirahat Keisya kembali ke kamarnya.
"Siapa yang datang, bertamu sepagi ini?" tanya Rangga pada Keisya, tapi yang di tanya malah bermuka masam.
"Itu mba' Sinta art kita, jago juga yah mas mili art cantik dan masih mudah lagi, dan nggak Adah tuh tampangnya kaya art." katanya dengan nada kesal.
"Loh kan bukan mas sayang yang mili ini bibi yang carikan, apa kamu cemburu? kalau iya mas senang itu berarti sudah ada benih-benih cinta di hati kamu." sambil menoel-noel hidung Keisya.
"Apaan sih masa aku cemburu? ah nggak mungkin" katanya membatin sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"ya udah kita kebawah, mas mau lihat secantik apa sih artnya sampai istriku takut kala saing," katanya yang selalu usil melihat wajah masam istrinya.
"Mas ngga ada yah yang takut kala saing, aku itu lebih segalanya di bandingkan dia, dan jika mas berani macam-macam, mas akan aku sunat dua kali, biar mas tau rasa."
"Jangan dong sayang, kalau punyaku buntung kamunya gimana?" katanya sambil bergidik nyari bahkan saking seremnya bulu kuduknya berdiri.
"Yah cari lagi." sambil berlalu meninggalkan Rangga yang lagi bingung 😕
Dan di meja makan Rangga tidak menanyakan perihal keberadaan Sinta takut jika Keisya kesal, karena menurut Rangga mood Keisya pagi ini lagi kurang stabil.
"Kenapa mas? kok kelihatannya mas lagi cari sesuatu? apa mas cari mba' Sinta yah, tadi aku suruh istirahat." katanya sambil mengunyah nasi gorengnya.
"Hei anak Mommy kok sedih, kenapa? apa Andra nggak betah tinggal di rumah papi?" kata Keisya karena nggak biasanya Andra kaya gitu.
"Iya kok Andra sedih, cerita yah sama Mommy dan papi, Andra sebenarnya kenapa."
__ADS_1
"Disini sunyi nggak kaya di rumah nenek banyak teman." Andra memang merasa bosan karena Andra nggak punya teman waktu Andra hanya di rumah, kamar dan nonton, jika di rumah neneknya Andra punya banyak teman jadi Andra nggak merasa bosan.
"Ya udah nanti papi antar kerumahnya nenek" katanya membujuk Andra.
"Andra sama mommy aja Pi biar cepat" Mala Andra yang kasi saran sama mommy dan papinya.
Rangga dan Keisya akhirnya menyetujui keinginan Andra, untuk kerumah neneknya dan di antar oleh Keisya, setelah pulang dari rumah mamanya Keisya mampir ke supermarket untuk membeli beberapa makanan yang belum ada di rumahnya.
Keisya mengendarai motor metik nya, toh motornya itu juga nggak kepakai oleh sang mama jadi akhirnya Keisya membawanya ke rumah Rangga.
Sore harinya Rangga pulang dari bekerja dan mendapati motor yang baginya nggak asing.
"assalamualaikum" katanya memberi salam.
Linda yang berada di dapur mendengar salam dan akhirnya pergi membuka pintu.( Linda belum mengenal Rangga kerena Linda sedang istirahat waktu Rangga sarapan dan berangkat kerja )
__ADS_1
"Cari siapa yah pak?" tanyanya pada Rangga.
"Maaf saya Rangga dan saya yang punya rumah" katanya sambil berlalu ke kamarnya.