Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 8


__ADS_3

Semakin lama hubungan Rangga dan Keisya semakin membaik bahkan Andra juga sudah semakin dekat dengan maminya Rangga, maka tak jarang Andra sering nginap di kediaman mami Meli yah tentunya bersama dengan sang papi, bahkan mami Meli maunya di panggil Oma oleh Andra.


keisya sebenarnya nggak relah jika Andra nginap di kediaman keluarga Rangga, tapi mau gimana lagi itu maunya Andra sendiri, Keisya nggak bisa ngelihat jika Andra bersedih.


jika Keisya nolak, Andra punya jurus jitu untuk menaklukkan hati sang mommy, katanya kenapa mommy dan papi nggak tinggal bareng dan tidur bareng kaya mama dan papa teman Andra? keisya bisa apa coba' jika Andra sudah ngomong gitu.


Sang mama dan maminya Rangga seakan kompak ingin menyatukan Rangga dan Keisya melalui Andra sang cucu.


Seperti sekarang ini, karena malam Minggu mami Meli ngajak Andra nginap di rumahnya sedangkan Rangga dan Keisya keluar bareng mumpung katanya malam Minggu.


"Mas ngapain sih malam mingguan segalah?mending di rumah tidur."


"Mami yang suruh, katanya hilangin ke jenuhan kamu untuk sejenak," Rangga memang hanya menuruti keinginan sang mami, karena keinginan sang mami untuk mendekatkan mereka tanpa adanya Andra.


"Mas pulang yuk udah malem nih," Keisya melihat jam yang menunjukkan pukul 21:00 yang ada di telepon genggam nya


"Ok kita pulang"


Dan di jalan pas lampu merah Rangga menghentikan laju mobilnya. kebetulan ada penjual air mineral Rangga membeli Satu botol, Rangga yang memang sedang haus meminum air itu sampai habis.


Setelah Rangga melajukan kemudi mobilnya, Andra merasa ada yang aneh pada tubuhnya, tubuh Rangga serasa panas, Rangga jadi curiga jika air yang dia minum ada apa-apanya.


"Sya ke apartemen aku dulu yah? tiba-tiba badan aku kayanya panas banget," Rangga nggak cerita tentang apa sebenarnya yang terjadi, Rangga takut kalau Keisya panik.

__ADS_1


"Kamu sakit yah mas kok muka kamu merah? kalau kamu sakit pulang ke rumah mami Meli aja supaya ada yang rawat." saran Keisya pada Rangga.


Tapi Rangga tidak bisa menimpali perkataan Keisya, Rangga tetap melajukan mobilnya ke apartemen, tanpa kecurigaan Keisya sedikitpun, karena Rangga sudah diliputi gairah.


Di apartemen Rangga.


"Sya tolong aku?" sambil melepas kancing kemejanya satu persatu.


keisya yang belum menyadari apa-apa pun maju dan berkata


"Mas mau apa? apa yang bisa aku bantu, emang mas minta tolong apa?"


Rangga yang udah nggak tahan tiba-tiba menarik tangan Keisya dan membisikkan sesuatu di kuping Keisya.


Deg...


Rangga yang sudah kebakar api gairah, sudah nggak perduli dengan jeritan dan rintihan yang keluar dari bibir mungil Keisya, bahkan Keisya yang bersumpah akan membencinya pun tidak Rangga perduli kan.


keisya cuman bisa nangis dan pasrah atas perlakuan Rangga padanya malam ini. Dan satu kata yang Rangga ucapkan,yaitu kata maaf yang sempat keluar dari bibir manis Rangga, dan karena terlelah dengan aktifitasnya Rangga pun tertidur sambil memeluk pinggang ramping Keisya.


Keesokan paginya Rangga lebih dulu terbangun, dan mendapati Keisya yang masih terlelap di sampingnya, sekilas bayangan kejadian semalam terlintas di ingatannya.


Rangga mengerang prustasi

__ADS_1


"Aaaahk brengsek" sambil meremas rambutnya .


keisya pun akhirnya terbangun karena mendengar teriakan Rangga, Keisya pun sama kagetnya dengan Rangga, dan akhirnya Keisya menjerit.


"Sya, maafka aku sya?"


"Jangan mendekat? saya benci sama kamu? hiks...hiks...sambil terus menangis


Saat Keisya berdiri dan melangkahkan kakinya tiba-tiba.


"awww sakit," hiks...


"Sya kamu kenapa?" Rangga pun secepat kilat memakai celananya yang tergeletak di lantai.


Tiba-tiba matanya tertuju pada satu titik yang ada di seprainya, yaitu darah.


Deg... apa mungkin Keisya masih perawan Rangga membatin, pantas rasanya bedah.


"Sya darah?" kata Rangga panik, tapi tidak mendapat respon dari Keisya


"Sya apa kamu? sambil menggantung kata-katanya.


"Apa kamu puas telah menghancurkan masa dapan saya? puas kamu" plak tanpa sadar Keisya menampar Rangga dan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2