
Hari berganti hari, Minggu pun berganti Minggu, kini usia pernikahan Keisya dan Rangga masuk dua bulan.
Bahkan usia Andra dua hari lagi, ulang tahun yang ke 4 tahun, ulang tahun kali ini Andra maunya berbagi pada anak yatim, bahkan Andra ingin mengundang anak-anak panti.
Keisya salut dengan keinginan Andra, karena Andra mempunyai pikiran yang sangat mulia.
"Sayang mommy mau nanya, boleh?"
"Boleh my, mommy mau nanya apa?"
"Kenapa Andra mau kasi santunan kepada mereka sayang? bukannya di restoran atau di mana gitu kan papi mau ngajak jalan kepuncak atau ketempat yang belum pernah Andra kunjungi." Keisya mau tau alasan putranya, mengapa dia mau ulang tahunnya kali ini nggak dirayakan.
Tapi Keisya sudah menyiapkan kejutan untuk putranya, di mana Andra pasti akan sangat bahagia.
"My, Andra punya teman di panti, namanya Linda, Linda sering cerita my, kalau di panti itu enak nggak enak, makan seadanya, dan lauknya tahu dan tempe, Andra bersyukur karena Andra punya mommy."
Keisya yang mendengar penuturan putranya tak terasa meneteskan air mata, dia jadi kebayang bagai mana jika seandainya Keisya nggak ada mungkin nasib Andra sama dengan nasib Linda temannya Andra.
*Ya Allah maafkanlah hambamu Ini jika selama ini aku belum pandai bersyukur bahkan selama ini aku kadang masih kufur nikmat.
bersyukur lah
**nikmati dulu yang ada, merasa cukup dulu, bahagia di saat kekurangan memang sulit, tapi bersyukur itu wajib.
janji Allah ketika kita mensyukuri yang sedikit, Allah akan tambah, dan Allah nggak akan pernah ingkar janji.** itulah pesan mama.
__ADS_1
Kakak maafkan aku, karena aku pernah membenci kehadiran Andra yang menurutku hanya menyusahkan*.
"Mommy nangis? apa Andra ada salah sama mommy?"
"Nggak sayang mommy hanya terharu, putra mommy udah besar sekarang,"
"Andra nanti kita ke makam mami dan papi yah?"
"Iya mom udah lama kita tidak kemakan mami Dinda dan papi"
"Kita telpon papi dulu, ijin kalau kita mau kemakan."
📞 calling
"Papi ini Andra" jawabnya antusias dan mengambil handphone dari sang mommy.
"Andra ada apa sayang? tumben telepon?"
"Andra dan mommy mau ijin sama papi, boleh yah?"
"Emang mau ijin kemana? belum juga di iyain udah boleh aja, kasi ke mommy dulu, papi mau ngomong."
"My papi mau ngomong katanya"
"Ada apa mas?" aku sama Andra bilah yah ke makam kak dinda?"
__ADS_1
"Loh kok ada apa? salah yah jika mas kangan sama istri mas?"
"hehehe nggak salah, yang salah itu jika kangennya pada istri orang," sambil cengengesan
"Mas? boleh yah aku pergi?"
"Boleh, tapi habis dari makam jangan kemana-mana langsung pulang,"
"Iya mas"
"Iya papi"
Mommy dan anak jawabnya kompak.
"Wah kompak banget nih jawabannya"
Setelah teleponnya di akhiri, karena masih siang Keisya akhirnya menyuruh Andra untuk tidur siang sebelum berangkat,
"Sayang kita tidur dulu yah?"
"Iya mommy, ayok kita tidur?"
Akhirnya Andra udah tertidur, tapi Keisya sama sekali nggak bisa memejamkan mata, akhirnya keisya kebawah menuju dapur untuk membuat cemilan, di bantu mba Sinta
Setelah semuanya kelar bahkan Andra pun udah terbangun, waktunya untuk siap-siap untuk berangkat, saking antusiasnya Andra, tanpa di suruh pun Andra sudah menuju kamarnya untuk siap-siap.
__ADS_1