Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 25


__ADS_3

Setelah kejadian tempo hari Rangga begitu menjaga pola makan Keisya, nggak ada yang boleh memasukkan udang kedalam rumah apapun alasannya, bahkan saat Andra pengen makan udang goreng saos asam manis, Rangga lebih memilih menemani Andra makan di restoran langganannya ketimbang menyuruh mba Sinta yang membuatnya.


"Mas apa nggak keterlaluan? kan lebih baik aku dan mba Sinta yang memasak untuk Andra."


"Ssssss nggak usah protes mas hanya nggak mau sampai kamu kaya waktu itu mas panik." sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir istrinya.


"Tapi kan aku nggak bakalan memakannya aku cuman membuatnya, dulu juga gitu" sambil memasang muka masam


"Udah jangan manyun gitu nanti aku makan loh"


"Ih mas mah gitu, terus kalau mas keluar sama Andra masa aku tinggal sendiri?"


"Kali ini mas nggak bisa ngajak kamu, jadi kamu di rumah aja sama mba Sinta."


Merasa bosan di rumah nggak tau mau ngapain akhirnya Keisya Vidio call dengan sahabatnya, udah lama juga nggak pernah telponan bareng sahabat-sahabatnya.


"hai guys lama nggak ada kabar? kalian jahat deh?"


"Sorry beb?" kata Dewi yang hanya bisa bilang sorry.

__ADS_1


"Oh ya anak gantengku mana? kangen tau?" kata Sinta ( namanya mirip yah sama nama ARTnya)


"Katanya kangen, nanya kabar aja jarang? lagi keluar sama papinya .


"Kok nggak ikut? wah jangan-jangan Rangga bawa mommy baru untuk Andra?" katanya menggoda, tapi Dewi nggak nyadar jika candaannya mampu merubah mimik wajah keisya.


Setelah panggilan Vidio ketiganya berakhir, Keisya begitu merenungi perkataan Dewi.


Apa benar yah mas Rangga ngajakin wanita lain? mas Rangga kan tadi maksa agar aku nggak ikut, tapi jika benar mas Rangga ngajak wanita lain awas aja tidur di luar, tapi kan ini rumah nya mas Rangga, masa tuan rumah yang tidur di luar.


"Siapa yang mau tidur di luar?" katanya bertanya setelah mendengar kata tidur di luar.


"Astagfirulla mas, kalau masuk tuh ucapkan salam? ini malah main nyelonong aja, bikin kaget." sambil berjalan kearahnya dan memeriksa bagian tubuh suaminya dan juga mengendus bau parfumnya, kali aja ada bau parfum yang lain.


"Kali aja ada bekas ****** dan bau parfum cewek yang tertinggal di baju kamu mas,"


"Astaga sayang kamu pikir mas diluaran sana macam-macam? kalau mas mau dinner bareng wanita lain nggak mungkin aku ngajak Andra." sambil menyentil kening Keisya.


"Adu mas sakit?" sambil mengusap keningnya

__ADS_1


"Habisnya kamu mikirnya kelewatan," sambil menarik Keisya kedalam pelukannya.


"Oh ya mas Andra mana? terus mas beliin aku apa?"


"Di bawah"


"Kok jawabnya gitu doag?"


"Terus jawabnya apa sayang? kan Andra ada di bawah terus makanan yang mas beli juga ada di bawah, jadi mas jawab apa dong?"


"Iya deh maaf?


kok aku jadi gampang marah yah terus kadang juga gampang baper ada apa yah?


"kok malah bingung? ayo kebawah?"


"Iya mas ayo,"


Akhirnya mereka turun kebawah sambil bergandengan tangan.

__ADS_1


"Mommy dan papi soswit deh? gandengan tangan aja kaya mau nyebrang." katanya sambil cekikikan


Tapi yang sedang di goda oleh putranya , sama sekali nggak peduli malahan asik makan martabak, entah apa yang terjadi pada Keisya, martabak yang biasanya di makan berempat Mala di makan sendiri, bagaikan orang yang sedang kelaparan.


__ADS_2