
Mama meli, yang bingung melihat Rangga, bagai mana tidak selama ini Rangga nggak pernah memperkenalkan teman wanitanya.
"Rangga ada apa ini? siapa mereka? Dan kenapa anak kecil ini memanggil kamu papi?"
"Papi nenek ini siapa?"
"Andra sayang, ini Oma maminya papi."
"Mati aku, ini masalah baru lagi," Kata Keisya membatin.
"Andra, Oma pinjam mami dan papinya Andra sebentar yah? jadi Andra main dulu aja."
"baik Oma."
Setelah Andra nggak ada, mama meli menatap Rangga dan Keisya secara bergantian dengan tatapan mengintimidasi, Keisya yang di tatap pun sulit menelan salipanya bagaikan maling ke tangkap basah sedang nyolong.
"Apa ada yang ingin kalian jelaskan? Apa kalian nggak malu anak udah segedeh itu tapi kalian belum nikah, apa kata orang-orang nanti, Mami malu Ngga, Mami juga sedih, Ap kamu nggak mau bertanggung jawab?"
"Mami, dengarkan penjelasan Rangga dulu Mi, ini nggak seperti yang Mami pikir, Mami jangan mengambil kesimpulan dulu sebelum mendengar penjelasan aku dan Keisya,"
"iya Tante kita bisa jelaskan semuanya kok."
__ADS_1
"Benar Mi, Mami percaya sama Rangga, Rangga kan sudah pernah bilang, bukan lagi perna tapi sering kalau Rangga nggak bakalan nanam benih sembarangan, kecuali sama istri Rangga sendiri."
keisya yang mendengar perkataan ambigu Rangga merasa malu. Dan sekarang wajah Keisya sudah meronah, gimana bisa Rangga se ambigu itu ngomong di depan Keisya.
"Oke Mami percaya tapi, Mami butuh penjelasan."
akhirnya Rangga dan Keisya menjelaskan semuanya, termaksud ke inginan Andra. Kecuali asal usul Andra yang nggak bisa Keisya jelaskan.
Tapi namanya filing seorang ibu itu kuat, Mami meli nggak perca bahwa Keisya adalah ibu kandungnya Andra.
"Kenapa aku nggak percaya kalau Keisya ini udah nikah dan punya anak, kayanya aku harus menyelidikinya." Mami meli membatin.
****
Dan di saat yang bersamaan Rangga yang lewat melihat Keisya tengah duduk sambil menunggu pesanannya.
"Oh jadi gini kelakuan Keisya, saking nggak maunya ketemu sama saya? eh apa coba yang mau dia makan?"
"Wah pesanan saya akhirnya datang juga, jadi nggak sabar pengen icip-icip."
"Makanan apa ini kei? astaga bisa-bisanya makanan pedas kaya gini pengen kamu makan? ganti,"
__ADS_1
"ngapain mas kesini, bukannya mas lagi ketemu sama Andra? ganggu orang makan aja." (sekarang Keisya manggilnya mas atas persetujuan mama meli )
"Saya itu udah dari rumah kamu dan sudah bertemu dengan Andra."
"Awww sakit," tiba-tiba Rangga menyentil kening Keisya
"Makanya jaga mata, jaga hati, di sini itu ada hati yang harus kamu jaga, matanya jangan jelalatan, di depan kamu tuh ya udah ada orang ganteng, atau aku masih kurang ganteng?"
"Bukan kurang ganteng tapi kurang mapan, lagian apa tadi katanya ada hati yang harus aku jaga, Kitakan nggak ada hubungan apa-apa, kecuali tujuan kita satu yaitu partner untuk membahagiakan andra, itu doang."
keisya nggak tau kalau sebenarnya Andra itu sudah mapan seperti perkataannya tadi, karena Keisya terbilang orangnya cuek dan masa bodoh. Bahkan Keisya kalah dari Andra, Andra bahkan sudah pernah berkunjung ke rumah orang tua Rangga, yaitu rumah mami Meli.
"kei aku itu udah mapan loh, bahkan aku nggak bakalan bangkrut tujuh turunan."
"Astaga mas, aku mau nanya deh, mas kenapa nggak nikah aja, seperti ke inginan maminya mas?."
"Aku juga mau nanya sama kamu, kenapa kamu juga nggak nikah?"
"Ih kok aku, yah karena aku itu belum siap."
"Nah jawaban saya, ya itu karena kamu belum siap."
__ADS_1
hu..hu.. Keisya keselleh mendengar jawaban Rangga, emang sih jawaban Rangga singkat tapi jelas, bagi Keisya.
Keisya nggak nyangka Rangga dengan mudahnya ngomong kaya gitu padahal selama ini hubungan keduanya nggak pernah mulus, kan hanya sebatas pura-pura di depan Andra. Ditengah ke gundahan hati Keisya, Sinta, Dewi, dan Reno datang.