
Keesokan harinya Keisya, bangun pagi-pagi karena sudah terbiasa bangun pagi. Keisya beres-beres rumah memasak dan lain sebagainya, apa lagi Keisya tidak memiliki kesibukan lain. Jadi Keisya mengerjakan pekerjaan yang bisa dia kerjakan.
Di rumah Rangga memang tidak ada pembantu karena bibi yang ikut dengan mami kemarin, sudah pulang ke rumah mami Rangga.
Rangga pun terbangun dan merambah tempat di sampingnya dan tidak menemukan Keisya, akhirnya bangun untuk mencari keberadaan sang istri, ke kamar mandi tidak ada akhirnya Rangga kebawah dan mendapati Keisya duduk sambil memijit betisnya.
"Sya capek yah? sebaiknya kita cari art yah untuk bantu-bantu kamu" katanya kasihan dengan istrinya, membayang kan saja, Andra yang lelah, mulai dari nyapu, ngepel, nyuci dan memasak Keisya yang mengerjakan di kasi bonus pula dua lagi yang harus di urus, Andra dan Rangga. bayangkan aja lelahnya gi mana.
"Kemarin bi' Ira bilang kalau dia punya kenalan, nah kenalannya itu lagi cari kerja karena lagi butuh uang , kamu mau nggak? tanyanya pada Keisya.
"Terserah mas aja, aku ngikutin mas gimana bagusnya."
"Istri pinter selalu nurut apa kata suami, kecuali itu?" sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum jahil.
Keisya yang mendengar perkataan Rangga cuman bisa tersenyum kecut, karena Keisya pun tau arti dari perkataan suaminya.
__ADS_1
"Maafin aku mas, untuk yang satu itu rasanya masih berat untuk aku menyerahkannya," katanya membatin sambil berlalu melihat Andra di kamar.
Setelah Keisya pergi, Rangga akhirnya menelpon bi' Ira untuk menanyakan perihal art yang di katakan bibi kemarin, kalau dia dan Keisya bersedia mempekerjakan art di rumahnya.
"Loh anak mommy kok baru bangun? sini mandi dulu supaya ganteng, dan wangi." katanya sambil mengendus tubuh mungil Andra.
"iiih mommy Andra geli" katanya sambil terbahak-bahak.
Rangga yang mendengar keributan di kamarnya akhirnya keatas melihat istri dan anaknya.
"Itu papi, Andra mandinya bareng papi aja mom? katanya sambil meminta izin pada mommy nya.
"Nggak sayang, sama mommy aja nanti papi telat berangkat kerja." sambil membujuk Andra, tapi sayang yang di bujuk sedikit keras kepala.
"ya uda sini sama papi, mungkin Andra malu jika mommy nya yang mandiin, malu di liatin itunya?" sambil berbisik di kuping Keisya, Keisya yang mendapat bisikan, menjadi meremang, bulu kuduknya seakan berdiri semua.
__ADS_1
"Apaan sih mas, lagian masih kecil juga, malah belum sunat juga, sok soan malu, aku kan mommy nya yah nggak apalah aku liat. katanya sambil berenggu sebel.
"Wajar dong sayang, tapi kalau kamu ngotot pingin mandiin Andra, mending mandiin papinya ajah? kalau mandiin papinya, papinya nggak malu dan itunya juga udah besar sudah bisa bikin kamu puas, di jamin kamu bakalan puas sampai minta lagi dan lagi.
Keisya yang mendengar perkataan ambigu dari Andra, replek melempar handuk ke wajah suaminya.
"Mas malu dong sama Andra, nanti Andra dengar, pertanyaannya bisa banyak lagi kaya waktu itu, aku nggak mau tanggung jawab."
"Andra nggak bakalan dengar udah di dalam kamar mandi, kamu nggak usah tanggung jawab kan aku sudah tanggung jawab dengan cara menikahimu."
keisya jadi merasa aneh dengan suaminya, semakin kesini Rangga semakin aneh dan semakin mesum menurut Keisya, Keisya merasa maluh dengan setiap perkataan yang di lontarkan Rangga padanya.
sepeninggal Rangga, Keisya jadi senyum-senyum sendiri mengingat-ingat setiap perkataan Rangga, dan kini wajahnya terasa panas dan memerah, untung Rangga di kamar mandi, kalau tidak bisa kena' gombalan lagi deh Keisya dari suami jahitnya
Jadi sekarang Rangga bukan lagi suami rese' dan nyebellin
__ADS_1
Sekarang jadi suami jahil dan ngangenin.