
Di sinilah mereka di ruang keluarga sedang berkumpul sambil bersenda gurau
"Mmm mas, boleh nggak malam ini kita ngadain acara barbeque?" katanya memberi saran
"Wah mami setuju banget, jadi malam ini kita makan-makan dong" kata mertuanya ikut menimpali
"Mas sih setuju aja tapi kan kita belum punya perlengkapan untuk acara barbeque nya sayang?"
"Tenang, serahin semuanya sama mami biar mami yang pergi berbelanja"
"Iya mas biar mami, mama dan aku yang pergi" katanya memberi saran
"Nggak, mas nggak ngijinin kamu ikut, ingat kamu itu nggak sendiri, jadi mas nggak mau kamu lelah, biar mama, mami dan mba Sinta yang pergi, kamu cukup diam diri di rumah, ok"
"Tapi mas? a..." tiba-tiba Rangga menyela ucapannya
"Ya atau tidak sama sekali"
Seketika senyum ceria Keisya lenyap seketika melihat tatapan mengerikan suaminya, mami mertuanya yang berada tak jauh darinya menggenggam jemarinya seakan menyemangati Keisya dan seakan menyuruhnya untuk menuruti suaminya.
__ADS_1
Begitulah Rangga dia akan berusaha melindungi apa yang udah dia punya, dia memang keras tapi begitulah caranya menjaga istri dan calon buah hatinya.
Karena Keisya menyadari kesalahannya diapun mendekati suaminya dan ingin meminta maaf, karena Rangga melakukan ini semua semata-mata hanya untuk kebaikannya.
"Mas, mm maaf yah?" katanya
"untuk?"
"Yah, karena aku sedikit keras kepala mas, dan mas makasih yah, karena mas udah mau bersabar menghadapi aku yang masih rada kekanak-kanakan"
"Iya permohonan maaf di terima" katanya menggoda sang istri "Dan mas akan membuat istri mas yang katanya masih kekanak-kanakan ini menjadi dewasa, tapi mas bangga meskipun masih kekanak-kanakan tapi sudah pandai membuat anak" sambil tersenyum jahil dan sengaja mencolek dagu sang istri
"Sya, ngga, kami jalan dulu yah, Oya Sya kamu mau titip apa? nanti mami beliin"
"Mm apa yah?" katanya sambil mikir "Kayanya nggak ada deh mi"
Setelah semua orang udah berangkat sepasang suami istri itu kembali mengobrol dan bersenda gurau
"Sayang Andra mana? katanya menanyakan Andra,?" karena semenjak dari kamar nggak pernah melihat Andra
__ADS_1
"Kayanya di kamarnya mas, kenapa? apa mau aku panggilkan?"
"Nggak usah sayang karena itu tandanya kamu akan naik turun tangga"
"Kan.." belum sempat Keisya menyelesaikan apa yang ingin ia katakan ia kembali terdiam
"Kan kenapa?" katanya penasaran
"Nggak kok mas nggak kenapa-kenapa" sambil cengengesan
"Ya udah biar kita naik atas sama-sama, mas lelah sayang ingin istirahat"
"Ayo aku temanin" katanya antusias sambil bergandengan tangan menuju kamarnya
"Keliatannya istriku senang, ada apa nih? roman-romannya kayanya mas bukannya istirahat malah akan mandi keringat nih gegara olah raga" katanya tersenyum jahil
"Ih mas itu doang yang di pikirkan" sambil mencubit pinggang sang suami, dan yang di cubit malah menjerit mesra
"Sayang tahan dulu deh, kalau udah di kamar mas akan jabanin cubitan mesrah kamu, ini masih di tangga sayang" sambil menaik turunkan alisnya
__ADS_1
Keisya yang mendengar penuturan suaminya jadi merasa gemes sendiri, bagai mana tidak suaminya ini malah bersikap mesum padanya di waktu dan tempat yang salah, tapi meskipun suaminya bersikap seperti itu Keisya malah di buat semakin gemes