
Sore harinya semua pada ngumpul sambil nonton TV.
"Sayang aku punya cemilan enak loh? kerupuk tadi di kasi teman"
"Mana Pi? Andra mau coba,"
"Ini sayang, enak loh tadi papi udah nyoba, bikin nagih, kaya kamu," sambil berbisik pada Keisya.
"Wah Pi, enak banget terus bentuknya unik lagi dan lucu"
"apa papi bilang pasti enak, nih sayang aku suapin, a..." sambil menyuapi Keisya kerupuk.
"Enak kan my?"
"Iya sayang enak," dan tak terasa mereka menghabiskan satu bungkus
"Mas kok perasaan ku nggak enak yah? kayanya aku mau muntah dan ini lagi kok aku gatel." sambil menggaruk, dan berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya.
"Sayang kamu kenapa?" sambil mengusap tengkuk istrinya dan seketika Rangga panik saat melihat tangan Keisya yang sudah merah-merah.
Dan seketika Keisya pingsan karena terlalu banyak memuntahkan isi perutnya sehingga dia melemah dan ambruk, Rangga yang berada di samping istrinya langsung panik, karena melihat kondisi istrinya yang pingsan dan di penuhi bintik merah di tubuhnya.
"Papi mommy kenapa? Kenapa tubah mommy merah-merah?" sambil sesungukan.
"sayang kamu jangan kuatir mommy nggak apa-apa" katanya berusaha untuk membuat Andra nggak panik padahal Rangga sendiri begitu panik, karena dia nggak tau sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya.
__ADS_1
"Sayang, kamu di rumah yah dengan mba Sinta papi mau bawah mommy ke rumah sakit." dan di angguki oleh Andra
Rangga yang terlalu panik melajukan mobilnya sambil ngebut.
Sesampainya di rumah sakit Rangga langsung keluar dari mobil menggendong istrinya sambil berteriak-teriak memanggil dokter, suster pun langsung mengambil brangkar dan membawanya ke IGD.
Setelah melalui pemeriksaan, akhir dokter keluar.
"Dok gimana keadaan istri saya dok?"
"Istri anda sudah sadar dan sudah baik-baik, dan ini resep obat yang harus anda tebus."
"Gimana bisa istri saya baik-baik, dia muntah-muntah, pingsan dan badannya penuh dengan bintik merah." katanya dengan rasa kuatir
"Bapak nggak usah kuatir istri anda hanya terkena alergi"
"Sayang kamu udah baikan? kata dokter kamu alergi? kamu habis makan apa? kok aku nggak tau kalau kamu punya riwayat alergi, terus kamu alergi apa?"
"Mas pertanyaannya satu-satu dong, mas aku mau nanya tadi itu kamu bawah kerupuk apa?" Mala balik bertanya
"Ooh itu kerupuk udang, emangnya kenapa? tapi sayang pertanyaan mas belum kamu jawab Mala balik nanya."
"Nah itu jawaban dari pertanyaan mas, aku alergi udang, karena aku makan keripik udang yang mas bawah makanya aku kaya gini dan mas nggak tau karena mas nggak pernah nanya, maka dari itu aku nggak pernah mau beli udang."
"Mas pulang yuk Andra pasti kuatir? lagian aku kan udah baikan,"
__ADS_1
"Sayang besok aja pulangnya, kita bisa video call kalau kamu mau liat Andra."
Karena Rangga belum mengijinkan Keisya pulang akhirnya Keisya mengalah, untuk rawat inap, sebenarnya keadaannya udah baikan, tapi menurut keisya Rangga aja yang terlalu lebai
Setelah panggilan Vidio antara Keisya dan Andra di akhiri, Keisya merasa kelaparan, mungkin efek habis muntah kali yah, sehingga membuat perutnya meronta minta untuk di isi.
"Mas,"
"hmmmm"
"Hmmmm doang?"
"Terus apa sayang?"
"Makanya sini deh?"
"Ada apa? bikin penasaran aja?" sedikit merasa bingung dengan kelakuan istrinya.
"Sini deh, dekatkan kuping mas di perutku, coba dengar ada yang sedang konser?"
"Apa sih yang?" sambil menempelkan kupingnya di perut Keisya.
"iiih mas nggak peka?" sambil merajuk
"mas laper, mau makan?"
__ADS_1
"Astaga, sayang ngomong ke' dari tadi?" sambil mengusap wajahnya.