Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 12


__ADS_3

Hari ini Rangga mengajak Keisya untuk tinggal bersamanya di rumah Rangga, tidak lupa dia juga mengajak serta sang mertua mengingat sang mama mertua hanya tinggal sendiri


keisya bahagia karena suaminya perduli dengan mamanya, tapi mama menolak ajakan menantunya katanya nggak mau ninggalin rumah yang penuh dengan kenangan terindah bersama anak-anak dan suaminya.


akhirnya Keisya dan Rangga mengizinkan dengan Syarat harus ada yang menemaninya, Rangga juga sudah melarang mama mertuanya untuk bekerja di toko bunga seorang diri, jadi Keisya mencari orang yang membutuhkan pekerjaan untuk membantu sang mama di toko bunga.


Sebenarnya Keisya berat untuk meninggalkan mamanya, tapi mau gimana lagi mama udah di ajak tapi mama ngga mau ikut.


Rangga yang mengerti kegundahan hati istrinya menggenggam erat tangan Keisya memberikan sebuah kekuatan.


"Udah nggak usah sedih kan kita bisa berkunjung jika kalian mau" sambil menatap wajah sang istri tercinta, yang di tatap pun mengangguk.


setelah sampai di rumah Rangga, dan di sambut oleh sang mami mertua maminya Rangga, Rangga sudah memberi kabar pada sang mama perihal dirinya yang akan menempati rumahnya.


"Oma.. " terik Andra sambil berlari memeluk Oma maminya Rangga katanya kangen

__ADS_1


" Oma juga kangen" sambil memeluk Andra dan menghujani pipi Andra dengan ciuman, Andra yang di perlakukan seperti itu oleh Oma hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena kegelian.


melihat perlakuan manis mami mertuanya pada Andra membuat Keisya tersenyum karena mami mertuanya bisa menerima Andra di tengah-tengahnya


"Ga', ajak Keisya untuk istirahat, pasti kalian kelelahan, biar Andra sama mami."katanya sambil mengajak Andra.


sepeninggalan sang mami Rangga mengajak Keisya ke kamarnya, untuk istirahat sejenak.


"Sya? aku minta maaf atas kejadian waktu malam itu?, aku harap kamu ngga membenciku karena ke bodohan ku.


"jadi kamu ngga lagi membenciku kan? kamu sudah siap menerima aku sebagai suami kamu, kata Rangga ingin meyakinkan hati dan perasaannya, yang selama ini masih simpang siur


maksud mas Rangga apa yah menerima seutuhnya, apa dia mau minta haknya malam ini, atau sekarang Andra kan ngga ada, aduh mami balikin Andra, aku belum siap.katanya dalam hati sambil geleng-geleng kepala .


Rangga yang memperhatikan tingkah laku istrinya merasa lucu, sehingga timbul ide jahil di pikirannya, ingin menjahili istrinya.

__ADS_1


"Sya kenapa? kamu mikirin apa? pasti kamu mikirin yang jorok yah, kamu udah nggak sabar pengen coba lagi?" katanya tanpa malu sedikit pun, Keisya yang mendengar perkataan sang suami merasa malu.


"apaan sih mas siapa juga yang mau ngulang, itu sakitnya pakai banget," katanya mengingat perlakuan kasar Rangga tempo hari.


"Tapi kata orang awalnya aja sakit ntar juga ketagihan" katanya semakin menggoda istrinya, Keisya semakin merasa malu mendengar penuturan suaminya yang menurutnya sangat ambigu.


"oh ya Sya apa kamu ngga mau lanjut kuliah?" katanya sambil menatap sang istri.


"nggak deh mas aku mau fokus ngerawat Andra dulu, dan juga gimana kalau aku hamil?" sambil memicingkan matanya, dan yang di tatap pun merasa senang karena istrinya ingin fokus untuk mengurus anak-anak nya kelak.


"Gimana kalau mas bikin kamu hamil aja?"


"Maksud mas apa? dan gimana bisa?" keisya masih ngeh dengan kata-kata Rangga


"Yah kita lakuin aja malam pertama kita, eh lupa malam kedua kita, supaya kamu cepat hamil" sambil menaik turunkan alisnya, mumpung Andra nggak ada sayang, mami itu pengertian sengaja ngajak Andra keluar." dan yang di tatap pun replek melayangkan bantal ke punggung Rangga.

__ADS_1


__ADS_2