
Setelah semua keluarga telah mengetahui, mama dan mami mertua Keisya kompak untuk nginap di rumah Rangga, mami mertuanya ingin selalu mendampingi menantunya karena ini adalah cucu pertama
"Sya sayang mau kemana?"
"Mau kebawah mi bosan di kamar terus"
"Mami, mama dan Andra kok nggak ada? mereka kemana?"
"Ooh itu, mereka ke pengadilan sayang? upss" sambil menutup bibirnya dengan kedua tangannya
"Deg... ma...maksud mami apa?" sambil meneteskan air mata
Aduh ini bibir kenapa bisa asal ngomong aja sih nggak pakai rem aduh gininih kalau remnya blong.
"Sya dengarin mami kamu jangan sedih, mami akan jelasin dan percaya Rangga pasti akan memenangkan hak asuh Andra"
__ADS_1
"Dan maaf selama ini kita nyembunyiin semuanya karena kita nggak mau kamu dan calon babynya kenapa-kenapa, kamu maukan anak kamu ini tetap sehat dan Andra tetap akan jadi putramu?" dan di balas anggukan oleh Keisya
"Apapun yang di lakukan Rangga itu semata-mata untuk kebaikan kalian, Rangga akan melakukan yang terbaik buat kalian bertiga percaya sama mami" sambil membelai lembut rambut menantunya
"Mami tapi mereka orang hebat dan mereka orang terpandang, apa mas Rangga mampu melawan mereka?" Keisya masih mencemaskan suaminya
"Sya dengarin mami, sejauh mana kamu tau tentang Rangga? dan satuhal apa yang Rangga inginkan nggak akan pernah berhenti ia perjuangkan sebelum ia memilikinya, mereka memang hebat dan berkuasa tapi percayalah Rangga lebih hebat dan lebih berkuasa percaya sama mami, dan sekarang tenangkan pikiran kamu mami nggak mau kamu dan calon cucu mami kenapa-kenapa"
"Baik mam aku akan mencoba untuk tenang" katanya mencoba untuk meyakini jika Rangga mampu untuk memenangkan persidangan
"Sya, Sya, Keisya" sambil memegang pundaknya
"I-iyah mam, mami memanggilku?" katanya yang tersadar dari lamunannya
"Sya kamu melamun?"
__ADS_1
"Maaf kan Keisya mam? Keisya nggak bisa bohongi perasaan Keisya jujur Keisya khuatir" sambil memeluk sang mami dengan berurai air mata
"Mami bangga nak sama kamu meskipun Andra bukan anak kandung kamu tapi kamu sangat menyayanginya layaknya ibu kandung"
"Mami tau?" sambil mengurai pelukannya
"Dari awal mami udah mengetahuinya" ucap maminya sambil tersenyum
"Jujur dari awal mami udah curiga, usia Andra yang berkisaran 4 tahun bahkan kamu aja masih SMA nggak mungkinkan kamu hamil saat masih SMP dan mana mungkin ada sekolah yang mau menerima murid yang udah punya anak, itulah sebabnya mami menyelidiki kamu secara diam-diam, maafkan mami yah?"
"Buat apa mami minta maaf?"
"Karna mami lancang mencari tau informasi tentang kamu dan andra?, mami salut sama kamu meskipun kamu masih mudah tapi kamu mampu membesarkan dan mendidik Andra di usia mudah"
"Mami jangan bangga dulu karena di balik kasih sayang aku pada Andra pernah anda benci yang mendalam dan pernah ada niat untuk membawa Andra ke panti asuhan, dulu aku masih memiliki sifat egois bahkan aku terbilang mommy yang galak dan jahat, jadi mami jangan pernah membanggakan ku dulu mungkin setelah mami tau rasa kagum mami akan pudar" sambil mengusap sisa-sisa air matanya
__ADS_1
Saat kenangan masa lalu mulai terngiang di ingatan Keisya, betapa jahatnya dan egoisnya dulu saat Andra pertama kali kerumahnya