
Ke esokan harinya
Keisya yang lagi nonton TV nggak sengaja melihat acara tv yang menayangkan seseorang lagi memakan mangga mudah tiba-tiba terbesit di pikirannya juga kepengen mangga mudah.
"Wah kayanya enak tuh" sambil menelan salipanya "Tapi mas Rangga nggak ada? aku maunya mas Rangga yang bawain terus makan sama mas Rangga"
Keisya akhirnya mencari henponnya dan segera mencari kontak my husband, setelah beberapa saat panggilannya pun terjawab di sebrang sana
"Mas" katanya sedikit manja
"Ada apa sayang? tumben suaranya manja gini" katanya sedikit aneh karena baru kali ini istrinya bersikap manja
"Mmm mas aku mau mangga mudah tapi mas yang beliin terus mas juga yang bawah pulang pokoknya mas juga makan bareng aku"
"Tapi kan sayang mas lagi banyak kerjaan? suruh mba Sinta aja yah atau gini mas suruh Rehan yang bawah kerumah?" katanya masih memberi saran
"Nggak ah pokoknya aku nggak mau, kalau mas nggak pulang aku bakalan marah?" katanya dengan isakan dan mematikan telponnya
__ADS_1
"Astaga" sambil mengusap wajahnya kasar
Akhirnya Rangga pulang untuk memenuhi permintaan istri dan calon buah hatinya, dan jadilah Rehan yang memegang semua tugas yang belum sempat bosnya selesaikan
Setelah mendapat buah yang di inginkan Rangga pun melaju mobilnya untuk pulang ke kediamannya.
Saat sampai di rumah ia di sambut oleh istri tercinta dengan senyuman yang merekah di bibirnya.
"Mas banyak amat mangganya? aku kan maunya cuman 2 buah, satu untukku dan satu lagi untuk mas" katanya sambil senyum, tiba-tiba senyum Rangga yang tadi merekah seketikah berganti dengan senyum yang di paksakan bagai mana tidak Rangga yang sejatinya emang nggak menyukai buah yang masam
"Mas ayo masuk" sambil menggandeng tangan Rangga "Oya mas yang kupas buahnya biar mba Sinta yang membuat bumbu rujaknya" katanya sambil berjalan kebelakang
"Iya dong mas emang jago dalam membuka kulit mangga apa lagi kalau buka yang itu" sambil melihat ke arah dada istrinya sambil senyum jahil
"Idih pede bangat suamiku ini" nggak lama setelah itu Mba Sinta pun datang membawa serta bumbu rujaknya
Saat Sinta pamit kebelakang Rangga kembali memanggilnya.
__ADS_1
"Mba tolong panggilin mama dan mami yah kita makan mangga bareng-bareng sekalian mba juga ikut makan" dan di iyakan oleh Sinta
Akhirnya Keisya memakannya, belum cukup satu iris yang Keisya makan Keisya kembali berulah
"Mmm asam banget, ternyata nggak enak" sambil melepaskan sisa mangga yang ada di dalam mulutnya
Setelah itu mama, mami dan mba Sinta turut serta bergabung bersamanya sepasang pasutri yang penuh dengan drama, dan mereka akhirnya menyaksikan drama yang di ciptakan Keisya
"Mas, ternyata iklannya boong, katanya ngerujak itu enak tapi ini asam banget"
"Astaga sayang jadi kamu cuman liat buah mangga di TV dan melihat orang ngerujak akhirnya kamu juga pengen?"
"Iya" katanya dengan suara datar sambil menunduk
"Rangga" saat Rangga berbalik menatap sang mami, maminya pun geleng kepala seolah menyuruh nya diam dan menurut aja apa kata sang istri
"Ya udah mangga yang udah kita kupas di buang aja" katanya karena dia juga nggak menyukai buah mangga muda
__ADS_1
"Jangan" katanya sontak membuat yang ada di ruangan itu menatapnya dengan tatapan aneh.