Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 17


__ADS_3

"Aku juga pernah di posisi mba Sinta, jadi aku tau gi mana rasanya di omongin orang".


"Emangnya kamu di omongin apa?"


"Biasalah mas, orang mencemohku saat aku menjadi mommy untuk Andra bahkan aku dijahui teman-teman."


"Emangnya nggak ada yang kenal kalau Andra bukan anak kandung kamu?"


"Nggak ada mas, kalau di tempat yang lama semua tau aku itu gimana tapi di tempat yang sekarang mah bedah lagi ceritanya, "


"Kenapa kamu nggak jujur pada mereka?"


"Percuma mas, lagian aku nggak mau Andra tau kalau aku ini bukan ibu kandungnya, meski pun awalnya aku nggak mau Andra memanggilku mommy, tapi lama kelamaan aku pun terbiasa dan menjadi nyaman saat di panggil mommy,"


"Awalnya aku emang egois, tapi seiring berjalannya waktu aku pun bisa menerima semuanya ditambah mama selalu menasehati aku, akhirnya aku terbiasa


"Aku, sudah terbiasa ditampar dengan masalah.

__ADS_1


Sudah terbiasa berjalan di atas cobaan.


Bahkan sudah terbiasa akan ujian.


pintaku pada allah, jangan pernah ambil rasa sabar, yang telah di tanam di dalam hatiku, supaya aku tetap menjadi manusia yang kuat."


"Amin sayang, apapun itu mas selalu mendukungmu, sambil membawa istrinya kedalam dekapannya membiarkan sang istri sedikit tenang, karena Keisya sudah mulai mau terbuka, sedikit demi sedikit Keisya pasti akan menerimanya"


apakah selama ini hidup Keisya benar-benar rumit sehingga seakan masalah begitu bertubi-tubi, tapi Rangga salut pada istrinya, diusia mudanya Keisya mampu menjalani semuanya tanggung jawabnya tanpa mau semua orang tau siapa Andra sebenarnya meski harus mengorbankan perasaannya.


Tak terasa buliran bening mengalir dari sudut matanya, dan mengenai hidung Keisya.


"hmmmm."


"Mas nangis?"


"Nggak kok, siapa yang nangis." elaknya.

__ADS_1


"Tapi kok ada yang netes yah? apa itu incesnya mas Rangga?"


"Apa sih nggak ada yah, air mata mas aja yang nggak malu dan nggak permisi keluar gitu aja" katanya sambil melirik sang istri.


"Ih apa sih mas, mana ada air mata minta permisi dulu jika mau keluar dan nggak ada sejara air mata mau malu." katanya di iringi tawa kecil dan senyuman tidak lupa tangannya juga mencubit gemes suaminya.


"Mas senang melihat kamu senyum lagi, sumpah mas nggak kuat dengar cerita kamu apa lagi jika mas yang jalaninnya, bisa stres deh suami kamu ini."


"Makanya mas jangan remehin aku, aku itu serba bisa, aku bahkan jago silat loh mas." katanya sambil membanggakan diri.


"Masa sih sayang, kok mas rada nggak percaya yah?"


"Yah mas harus percaya, karena dulu itu aku mikir siapa yang akan melindungi aku, mama dan Andra makanya aku ikut tekwondo meskipun aku nggak jago-jago amat tapi setidaknya aku mampu jaga diri"


"Wah nggak salah mas mili kamu sebagai istri sudah pintar, cantik, jago pula lagi," katanya sambil memuji.


"Tapikan, bukannya kita nikah karena sesuatu hal bukan karena pilihan." katanya sambil mengingat kembali apa yang udah berlalu.

__ADS_1


"Hei dari awal mas memang mengagumimu, tapi hanya cara Maslah yang salah untuk mendapatkanmu tapi percayalah mas memang memiliki rasa awal kita berjumpa, itu semua gara-gara air mineral sialan itu."


"Udah lah mas mari kita lupakan masal kita, lebih baik kita memulai dari awal, dan aku akan mencoba untuk mencintai mas, dan aku harap mas mau mengajari aku untuk mencintai mas karena selama ini aku nggak pernah tau apa itu cinta."


__ADS_2