Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 28


__ADS_3

Sudah beberapa hari perasaan Keisya begitu gelisah entah apa yang akan terjadi, bahkan Keisya sering mimpi buruk yakni Andra di ambil paksa darinya, Keisya punya firasat buruk tentang Andra tapi siapa yang akan memisahkannya dari putranya.


Rangga yang memahami kegelisahan sang istri selalu bertanya namun Keisya belum bisa bercerita karena Keisya memang nggak tau sebenarnya apa yang terjadi, hanya mimpinya lah yang kerap kali di ceritakan kepada sang suami namun hanya di tanggapi bunga tidur oleh suaminya.


Jangan bawa putraku kalian siapa? kalian nggak pantas membawanya aku mommynya kalian siapa?


Mommy tolong Andra mom, Andra nggak mau pisah sama mommy Andra mau ikut mommy, tolong mom...


Andra. Andra Andra jangan tinggalkan mommy...


"Sayang hey bangun kamu mimpi lagi?" ucapnya membangunkan sang istri sambil menepuk-nepuk pipinya.


"Mas mimpi ini nyata, aku nggak mau mereka mengambil anakku? Andra adalah putraku mas?" kayanya sambil menangis dan memeluk sang suami begitu erat.


"Sayang tenang dulu yah, Andra ada di kamarnya bahkan nggak ada yang akan merebutnya dari kamu dan jika memang ada yang akan mengambilnya mas nggak akan tinggal diam"


"Mas aku mau kekamar Andra perasaan aku nggak tenang"

__ADS_1


"Ya udah ayok mas temani kalau perlu kita tidur di kamar Andra"


"Benarkah?" katanya dengan senang saking senangnya Keisya pun memeluk suaminya dengan erat.


Di kamar Andra


"Gimana sayang udah lega perasaannya?"


"Belom mas entah kayanya masih ada yang mengganjal hatiku" sambil duduk di dekat putranya dan mengusap lembut rambutnya


*Sayang entah apa yang akan terjadi perasaan mommy begitu takut, takut akan kehilangan kamu, semoga aja firasat buruk ini hanya firasat saja nggak akan ada yang akan terjadi, Amin.*


"Mommy, mommy nangis kenapa? apa Andra nakal?"


"Nggak sayang Andra nggak nakal, Andra itu pintar, mommy sayang andra" sambil menarik Andra kedalam pelukannya.


"Terus mommy kenapa nangis?" kalau Andra pintar mommy nggak boleh nangis nanti Andra ikutan nangis" sambil mengusap wajah sang mommy, seakan mengerti dengan firasat mommy nya.

__ADS_1


"My jangan tinggalin Andra yah? seperti di mimpi Andra" katanya sambil memeluk mommynya


"Jadi Andra mimpi buruk?" Dan di jawab dengan anggukan oleh sang anak "sayang jangan di pikirin itu hanya bunga tidur, mommy nggak akan tinggalkan Andra apapun yang terjadi" Keisya tetap berusaha menenangkan Andra meskipun hatinya benar-benar kalut.


***ya Allah sebenarnya apa yang akan terjadi kenapa mimpiku dan mimpi Andra bisa sama?***


"Mas," seakan mengerti dengan perasaan sang istri Rangga menggenggam tangannya memberikan kekuatan.


"Andra bobo lagi yah? mommy dan papi juga akan bobo disini sama andra"


"Benarkah? papi nggak bercanda?"


"Iya sayang tanya aja sama mommy"


"Benar mom?"


"Iya sayang apa yang papi bilang itu benar malam ini kita tidur bareng, Andra tidur di tengah, mau ngga tidur bareng Mommy dan papi? kalau nggak mau mommy dan papi kembali kekamar?" katanya menggoda sang putra.

__ADS_1


"Iya aku mau" jawabnya dengan cepat dan penuh semangat "jangan kembali kekamar mommy Andra mau di peluk mommy sama papi."


Akhirnya mereka tidur bertiga dan berpelukan, kegelisahan Andra dan mommy seakan lenyap untuk sementara, Andra tidur dengan lelap begitu pun dengan sang mommy yang tidur dengan pulasnya.


__ADS_2