
"Andra lagi ngapain sayang? anak mommy rajin amat belajarnya?"
"Iya mom, Andra harus belajar agar Andra jadi anak yang pintar kalau Andra udah bessar Andra mau jadi orang sukses punya banyak uang,"
"Wah anak mommy ternyata luar biasa, mommy doain semoga Allah mengabulkan cita-cita kamu sayang"
"Amin yah mom, Andra sayang banget sama mommy" sambil memeluk mommynya
*kak seandainya kakak masih ada pasti kakak akan bahagia mendengar semuanya, dan kakak pasti bangga punya putra yang hebat, kakak di sana bahagia yah aku disini akan menyayangi Andra seperti menyayangi anakku sendiri.
kakak begitu hebat melahirkan anak yang sekuat dan sehebat Andra, bahkan Andra nggak pernah sedikit pun menyusahkan ku dia begitu mandiri,bahkan dia masih kecil tapi udah pingin membahagiakanku dan akan melindungiku, aku benar-benar bangga.
"Kok mommy sedih? kenapa? apa Andra salah?"
"Nggak kok sayang mommy nggak sedih, mommy hanya terharu, mommy bahagia punya anak kaya Andra."
"Benar kah?"
"Iya dong sayang" sambil menggelitik pinggang putranya.
"hahaha Ih mom geli, udah dong mom, papi tolongin Andra Pi,"
"papi nggak ada sayang"
"Khmmm ada apa nih?" tiba-tiba papi Rangga datang.
"Papi tolongin Andra Pi?"
__ADS_1
"Sayang udah dong? papi dari kerja bukannya di sambut."
"Iya deh mas maaf tunggu yah aku buatkan kopi?"
"Iya sayang,"sambil mengecup kening sang istri.
"Wah anak papi lagi apa?"
"Andra lagi belajar papi, Andra pengen jadi orang yang hebat dan orang sukses agar Andra bisa buat mommy bangga sama Andra dan bisa bahagiain mommy."
"Amin, emang cita-cita Andra apa?"
"Hmmm, Andra pengen jadi arsitek pi"
"Alhamdulillah, apapun itu papi dan mommy selalu mendukung mu."
"Wah dalam rangka apa nih? berpelukan Kaya Teletubbies?"
"mommy mau ikutan? berpelukan"
"Iya dong sayang, mas ini kopinya, mas nggak mandi dulu? biar segar"
"Iya mas ke atas dulu mau mandi" sambil berjalan ke kamarnya
"Sayang mommy ke atas dulu yah?"
"Iya mommy"
__ADS_1
Akhirnya Keisya kekamarnya untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Sayang Pakaianku manah?"
"Mas kok mandinya sebentar amat? pasti nggak bersih deh?"
"Enak aja nggak bersih, bersih loh sayang nih liat bahkan nggak ada daki sedikit pun"
"Iya deh suamiku sayang yang paling cakep, paling ganteng, dan paling cool." katanya menggoda suaminya
"Baru tau yah sayang kalau suami kamu ini ganteng, cakep dan cool." sambil menaik turunkan alisnya.
"Idih baru di puji gitu aja udah kepedean." katanya mengecilkan suaranya tapi sayang sang suami masih mendengarnya.
"Aku dengar loh sayang kamu ngomong, nggak baik loh ngegibah suami sendiri nanti dosa."
"Iya deh mas maaf? salah mas sih di puji dikit aja langsung kepedean,"
"Lah kan emang harus bangga jika di puji istri sendri,"
"Udah ah, kita kebawah kopinya mas udah nunggu dari tadi, keburu ngambek tuh kopinya."
"Hhhh jangan canda deh sayang baru kali ini mas dengar ada kopi ngambek, kamu kayanya kebanyakan nonton deh". sambil menyentil kening istrinya.
"Idih mas sakit tau, namanya juga bercanda, mas serius amat."
Setelah sampai di ruang keluarga Keisya dan Rangga mencari Andra, karena tak menemukan Andra di ruang keluarga, saat Keisya ke atas Andra masih ada di sofa duduk dengan antengnya
__ADS_1