Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 39


__ADS_3

Mami mertuanya terharu saat mendengar cerita dari menantunya, memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, wajar jika Keisya awalnya menolak untuk mengasuh Andra di mana gadis seusia Keisya yang sejatinya belajar, bermain dan berpetualang di gantikan dengan mengurus anak.


"Tapi mami tetap bangga sama kamu dan mami lebih bangga lagi punya menantu kaya kamu, ngakunya janda tapi masih perawan, mami yakin pasti Rangga bangga"


"Ih mami" sambil bergelayut manja di lengan sang mami


"Gi mana, apa kata Rangga saat pertama kalinya" sambil menaik turunkan alisnya, mertuanya memang sengaja menggodanya agar Keisya bisa melupakan kesedihannya untuk sejenak


Keisya yang mendapat godaan dari sang mertua semakin malu, kenapa tidak ini kan rahasia Rangga dan Keisya dan hanya mereka berdua yang tau


"Udah nggak usah malu-malu kan emang gitu sayang, kalau untuk pertama kali rasanya deg deg seer, eh pas nyoba jadi ketagihan jadi pingin nambah" sambil di iringi tawa renyah dari sang mami


Keisya hanya menikmati alur cerita sang mami


Saking lamanya ngobrol mereka nggak menyadari waktu saking asyiknya bercanda gurau saling membagi kisah, tapi yang membuat mertuanya bangga kini Keisya melupakan sejenak kesedihannya hingga Rangga tiba

__ADS_1


Dan tak terasa suara deru mobil Rangga sudah terdengar


"Sya kayanya itu suara mobil Rangga" sambil menggandeng tangan Keisya keluar


Disaat Keisya tiba diluar orang yang pertama ia cari ialah Andra, dan betapa bahagianya saat pandangannya tertuju pada Andra


"Mommy kenapa?" merasa heran dengan pandangan mommynya


"Andra ini kamu kan sayang putra mommy?"


Keisya yang begitu bangga Andra kembali memeluk sang putra sambil berurai air mata, Keisya tadinya udah patah semangat dia mikir Andra nggak akan kembali kepadanya


"Sayang hei kamu kenapa sih? udah ayo kita masuk suami datang bukannya dipeluk atau apa gitu eh ini malah nangis" Rangga pura-pura merajuk di depan sang istri


"Maaf mas aku saking bahagianya, ya udah ayo masuk" sambil menggandeng suami dan putranya

__ADS_1


Di dalam kamar


"Mas, kenapa mas nggak memberitahukan ku jika hari ini sidang putusan hak asuh Andra?" katanya bergelayut manja pada lengan sang suami


"Mas sengaja sayang, karna mas nggak mau kamu sampai kepikiran, apa kamu nggak mau membeikan suamimu ini hadiah?"


"Hadiah apa? aku nggak punya banyak uang loh suamiku, istrimu ini hanya punya ini" sambil mengusap perutnya yang masih rata


"Kalau ini bedah dong sayang, kan dia udah hadir sebelum mas mencapai keberhasilan ini, mas maunya hadiah yang lain" sambil tersenyum jahil


Dari senyumnya aja Keisya udah bisa menebak apa yang suaminya inginkan, Keisya bukan lagi gadis remaja yang lugu yang nggak pernah mengenal namanya pacaran.


"Kalau itu nanti deh masih siang dan ada mama dan mami dibawah lagi nungguin kita, lagian mas juga tiap malam maunya aja nggak ada capeknya"


"Idih istriku udah nggak polos lagi nih, biasanya kalau aku kode lama baru faham"

__ADS_1


"Siapa dulu dong suaminya, kan mas yang ngajarin" sambil tersenyum "lagian kata orang pahala jika istri yang minta duluan" katanya malu-malu


__ADS_2