Kisah Keisya

Kisah Keisya
Bab 7


__ADS_3

Rangga akhirnya nyusul juga ke mall saat mendapat kan informasi dari orang suruhannya, yang di utus untuk memata-matai Keisya. Entah lah apa yang ada di pikiran Rangga saat ini, Rasanya pengen selalu di dekat Keisya.


"Mommy Andra mau es krim?"


"ya udah, yuk kita beli es krim, habis itu kita pulang."


Saat Keisya sedang membeli es krim nggak sengaja, Keisya bertemu dengan seseorang dan jika di pandang mata kelihatan akrap. Dan pemandangan itu tidak luput dari penglihatan Rangga, tanpa sadar Rangga mengepalkan tangannya.


khem


"Papi.... papi di sini juga? kata mommy papi sibuk,"


"Oh jadi mommy bilang papi sibuk nih? papi memang sibuk tapi untuk anak ganteng papi, papi pasti punya waktu untuk jalan-jalan," sambil melirik Keisya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Akhirnya, Keisya pamit pulang pada Rendi kakak kelas Keisya di SMA, yah cowok yang ngajak Keisya ngobrol adalah kakak kelasnya di SMA.


"Liatnya gitu amat? sambil melirik dengan tatapan mautnya."


ada rasa dongkol di hati Rangga saat melihat Keisya dengan lelaki lain.


"Mmm mas ko' tau aku di sini?


"Apa sih yang nggak aku tau tentang kamu."


"Cih bohong bangat sih pasti mas membuntutiku yah? ayo ngaku aja deh."

__ADS_1


Akhirnya mereka pulang, dan di tengah perjalanan entah apa yang membuat Andra, kepikiran pengen memperkenalkan papinya dengan almarhum papi Rendi dan almarhumah mami Dinda orang tua kandung Andra.


"Papi kapan-kapan kita ke makam papi Rendi dan mami Dinda yah Pi? Andra pengen kenalin papi sama mereka, kalau Andra sekarang uda punya papi. Kata Andra dengan semangat dan dengan senyum yang mengembang di bibir mungilnya.


Keisya yang merasa terharu dengan celotehan Andra pun tanpa sadar, meneteskan air mata, Rangga yang berada didekatnya tanpa sadar menggenggam tangan Keisya, seakan memberikan sebuah kekuatan.


"Sya, mami dan papi yang di maksud Andra itu siapa?"


Rangga pun akhirnya ngeh dengan setiap kata-kata Andra.


Keisya yang ditatap cuma nyengir kuda.


"Katanya tau segalanya tentang aku?" Karena Andra tertidur jadi nggak ada lagi percakapan antara Rangga dan Keisya. masing-masing sibuk dengan dunianya.


Keesokan harinya, setelah pulang dari bekerja Rangga ke rumah Keisya, karena dapat panggilan penting dari Andra, Andra pengen ke makam papi, dan mami nya. Keisya nggak bisa berbuat banyak jika sang anak yang meminta.


"Iya Sya?"


..........


"ya udah kamu serlok aja''


Tut... Tut...


Di pemakaman umum.

__ADS_1


"Papi...." panggil Andra antusias, dan menggandeng tangan sang papi ke makam Mami dan papinya.


Keisya sedikit dongkol, melihat Andra lebih memilih menggandeng tangan Rangga ke timbang dirinya.


"Di sini aku yang mommy nya kenapa mala Rangga yang di gandeng?" sambil menghentak hentakkan kakinya.


"Kenapa tuh muka di tekuk kaya gitu?" kata Rangga yang melihat Keisya cemberut.


"Aku heran deh, disini aku yang mommy nya, tapi aku yang di abaikan, Mas kasi apasih ke Andra?" kata keisya protes.


"Aku kasi Andra kasih sayang dong."


Tiba-tiba Andra berdiri dan menarik papinya.


"Mommy sama papi ngapain berantem? sini baca doa dulu"


kata Andra protes.


"Nah tuh anak papi pinter, Mommy nya kalah," kata Rangga sambil ngeledekin Keisya.


Setelah melewati sesi memperkenal papi Rangga ke mami dan papinya Andra, saatnya mereka pulang. Dengan wajah keisya yang masih di tekuk akibat Andra yang mengabaika mommy nya sejak tadi.


"Sya tadi kamu kesini nak apa? aku antar yah?"


"Aku naik ini," sambil menunjuk motor metik yang ada di depannya."mas duluan aja biar aku sama Andra."

__ADS_1


"Andra mau sama papi my, naik mobil"


Akhirnya keisya yang ngalah, sebenarnya Rangga sudah ngajak pulang bareng, karena Keisya lagi ngambek, jadi pulangnya sendiri dong sambil di temani motor metik kesayangan nya. ( jadi ceritanya keisya lagi ngambek Wek Wek).


__ADS_2