
Hari berganti hari Minggu pun berganti Minggu kini kandungan Keisya udah sedikit membesar bahkan baby udah mulai ada pergerakan halus yah meskipun hanya kedutan
Dan saat ini mereka bertiga berada di mall yah Rangga, Andra dan Keisya, Keisya begitu bahagia karena dari sekian lamanya dia pengen keluar katanya pengen hirup udara bebas tapi tidak di izinkan oleh sang suami.
Bahkan dari semalam ia merayu sang suami agar mengizinkannya keluar, dan Rangga mengizinkan asal ia ikut serta menjaga sang istri.
"Aaa senangnya akhirnya aku bebas aku bagaikan terpenjara dan selama kurang lebih 5 bulan aku di kurung aku serasa kaya tahanan" katanya ngedumel
"Jadi gimana kamu bahagia"
"Yah bahagia dong mas, siapa yang nggak bahagia kalau keluar dari tempat persembunyian nya" sambil memasang senyum termanisnya
__ADS_1
Saat mereka tengah asik jalan mencari apa yang sebenarnya mau ia beli yang tak kunjung Keisya dapat dan membuat sang Rangga jenuh dan bosan, tiba-tiba ada yang menyapa Rangga
"Rangga yah? ya ampun tambah keren aja"
"Itu tandanya istri ku pandai merawat suaminya" katanya datar
"Ya ampun Rangga masih kaku aja? istri kamu mana?"
"Sayang sini kenalin" Keisya pun menghampiri suaminya yang tengah bersama dua wanita yang nggak dia kenal
"Rangga serius ini anak kamu?" katanya dengan senyum mengejek karena memang kabar yang beredar jika Rangga menikahi seorang janda anak satu
__ADS_1
"Ih cakep dan kaya tapi kok seleranya janda sih kaya kamu nggak laku aja Rangga? masih banyak yang masih gadis ini malah pilih yang udah nggak gadis" Rangga yang mendengarnya hanya biasa-biasa saja tapi beda dengan Keisya
"Eh mba, justru mas Rangga itu jago milih istri karena udah dapat bonus satu, dan lagi saya janda bukan sembarang janda jarang-jarang loh yah ada janda anak satu tapi masih segel dan belum longgar." katanya menggebu-gebu
"Dan lagi yah mba udah bonus anak dan liat nih udah buncit kan?" sambil menunjuk perutnya "yang bikin aku kaya gini mas Rangga, mba tau saking aku ini janda spesial sebentar lagi aku akan memberikan mas Rangga baby twins, apa mba mampu menandingiku?" kedua gadis itu cuman bisa diam mendengarkan Omelan Keisya
Rangga merasa heran mengapa istrinya seberani itu biasanya jika ia di gibahin maka Keisya akan diam aja, atau jangan-jangan pengaruh hormon?
Setelah itu kedua wanita yang kata Rangga teman semasa kuliahnya itu pamit undur diri.
"Mas teman mas itu jadi bikin aku merasa nano-nano deh, sembarangan aja kalau ngomong? mas juga malah diam aja bukannya di belain di bilangin janda kan mas udah tau janda-janda gini mas Rangga yang pertama" Rangga yang mendengar celotehan istri nya hanya tersenyum
__ADS_1
"Udah dong sayang, mas nggak bela kamu karena mas mau kasih kamu kesempatan untuk ngomong dan juga kamu belajar jangan mau diam aja saat kamu di hina karena mas nggak selamanya berdiri di samping kamu"
Akhirnya Keisya mengambil oranye jus yang entah siapa yang memesannya dan Keisya juga merasa bingung kerena entah kapan mereka menuju cafe, karena sekarang mereka sudah berada di cafe yang ada di mall dengan hidangan yang udah beraneka ragam