
Pagi ini entah udah berapa kali Rangga bolak-balik ke dalam WC karena panggilan alam yang nggak bisa ia tunda, Keisya yang melihat suaminya merasa tidak enak karena gara-gara dirinya sang suami jadi diare.
"Mas, maafin aku yah? ini semua gara-gara aku" saat Rangga udah keluar dari dalam WC sambil menitihkan air matanya
"Ia mas maafin, tapi kok malah nangis? udah mas nggak kenapa-kenapa kok" sambil mengusap pipi sang istri
Akhirnya Rangga mengirimkan sang mami pesan jika dirinya lagi diare, sang mami yang udah faham betul soal anak lanang nya bergegas membuatkannya teh anget
Tok tok tok
"Rangga, Keisya ini mami"
"Masuk aja mih nggak di kunci kok" kata Rangga
"Ini anak mami udah bikinin kamu teh anget, loh Sya kamu kenapa?" katanya yang bingung melihat wajah menantunya yang lagi sembab
"Mami maafkan Keisya? mas Rangga kaya gini karena ulah keisya" sambil berhamburan kepelukan sang mami mertua
sang mami jadi faham apa yang membuat menantunya jadi sedih
__ADS_1
"Udah nggak usah cengeng" sambil mengusap punggung Keisya
"Ya udah mami mau kebawah, Ngga kamu istirahat aja nggak usah kerja dulu"
"Ia mam"
Setelah sang mami udah kebawah, Keisya yang tadi sedih kini bergelayut manja pada Rangga, Rangga yang melihat tingkah istrinya jadi merasa gemas di buatnya
"Mas apa udah baikan? kenapa sih mas nggak mau panggil dokter uang mas kan banyak" Rangga yang mendengar penuturan sang isteri jadi merasa gemas pasalnya ini pertanyaan yang kesekian kalinya
"Sayang geli" katanya sambil menahan nafasnya
"Sayang sekarang perut mas udah baikan sayang tapi itunya yang sekarang nggak baik-baik" sambil memejamkan mata
"Iiih lagi sakit juga, itunya di tahan agar nggak bangun"
"Loh gimana caranya?"
"Yah mana aku tau mas? lagian semalam juga udah bahkan berkali-kali masa mau lagi"
__ADS_1
"Sayang berapa kali pun dia masih sanggup, bahkan kamu juga suka kan?" sambil mengedipkan sebelah matanya
Keisya yang mendengarnya pun merasa malu karena emang semenjak ia hamil dialah yang sangat bersemangat dalam hal itu dan dia juga begitu menikmatinya
"sayang udah nggak usah malu kan sama suami sendiri kalau bukan sama suami mas bisa murka"
"Mas kok ngomong gitu amit-amit deh mas aku gitu, bahkan aku bisa menjaganya sampai mas merenggutnya masa sekarang aku mau kasi ke sembarang orang" katanya sedikit merajuk
"Ia maaf karena mas dulu merenggutnya secara paksa? tapi mas bersyukur karna air itu kalau nggak mungkin sekarang kita belum terikat"
Keisya yang mendengarnya pun membenarkan perkataan sang suami, karena seandainya bukan karena malam yang kelam itu mungkin sekarang status mereka masih sendiri
"Tapi aku sebel aja gitu sama mas bukannya di halalin dulu, itu malah dirusak dulu baru di halalin" katanya sambil merajut
Rangga yang merasa istrinya merajut menariknya kedalam dekapannya dan mencium kening dan perutnya yang masih rata sambil mengusap dan mengajak sang baby ngobrol
Tapi Rangga yang usil selalu mengerjai istrinya tangannya itu nggak pernah diam kadang tangannya keatas memainkan benda kenyal di sana
"Sayang baby nya papi , papi izin yah nengokin kamu?" katanya ngomong pada sang baby tapi kedua matanya melirik sang istri
__ADS_1