
hari berganti hari dan Minggu pun berganti Minggu kini saatnya hari kelulusan Keisya. Dan Keisya dan kawan-kawan ingin merayakan kelulusan mereka.
"Hay Hay Hay kan kita udah lulus nih, malam ini gimana kalau kita ke bar, kita kan belum pernah nih ke bar. jadi gimana kalau sebagai perayaan kelulusan kita !!"
kata Dewi memberi saran.
" kalau aku sih ok lah aku setujuh-setujuh saja" kata Keisya
Ok dill jawabnya serempak.
****
saat Keisya ingin melangkah masuk ke dalam bar, tiba-tiba ada yang menariknya dan membawanya ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Keisya yang shock cuman diam tanpa kata begitu pun dengan Rangga.
saat sampai di apartemen Rangga.
"pak Rangga apa apaan sih kenapa bapak bawa saya kesini !!"
"Kamu bakalan aman di sini dari pada di tempat yang tadi. tempat yang tadi bahaya untuk remaja seusia kamu, kamu belum berpengalaman, apa lagi dengan penampilan kamu yang seperti ini.
" apa yang aman.." kata Keisya membatin
" Keisya kenapa diam."
tiba-tiba Keisya menimpali
" Bukannya saya malah dalam bahaya yah pak !, cuman berduaan sama bapak di sini. sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
" Emangnya kamu memikirkan apa tentang saya ? tiba-tiba Rangga mendekati Keisya dengan senyum jahilnya.
"B....Bapak mau apa ?"
"Menurutmu apa ?"
Keisya benar-benar panik dengan kelakuan Rangga.
"bapak jangan macam-macam yah sama saya"
"Aku nggak macam-macam aku cuman satu macam," Dengan senyum jahil yang menghiasi wajah tampan Rangga. Rangga yang merasa lucu dengan wajah panik Keisya.
"Pak tolong antar saya pulang," dengan wajah panik Keisya memelas untuk di antar pulang. Apa jadinya kalau sang mama tersayang mengetahui anak satu-satunya berada satu apartemen dengan laki-laki.
Bisa jadi orang akan mencemoh aku cewek ngga benar dan mama pasti akan malu bangat. Suara hati Keisya.
"hmmm mau bengong di situ atau pulang?
Akhirnya Rangga mengantar Keisya pulang, tentunya dengan melalui perdebatan yang panjang, Dan di dalam mobil Rangga maupun Keisya ngga ada yang memulai percakapan
Hening
Hening
Tiba-tiba Rangga memulai dengan satu pertanyaan yang udah lama mengganjal di hatinya.
" Sya mau nanya boleh nggak?"
"boleh, kenapa yah pak"
__ADS_1
"M... papinya Andra kemana terus kamu nikahnya umur berapa ?
"Aduh gawat, kenapa juga nanyanya gitu. Dan nggak mungkin juga aku jujur. kata Keisya membatin
"kalau kamu nggak bisa jawab nggak apa-apa, karena pasti sulit untuk kamu menerima semua ini."
Dan nggak kerasa mereka udah sampai di rumah Keisya, Dan kebetulan Andra pun belum tidur
"Mommy udah pulang ?"
"Kok ngomongnya gitu ?"
"Mommy sama siapa ? Diakan om galak mom,"
"Hai sayang maafkan om yah ?" tiba-tiba Rangga ikut menimpali
"Nggak mau, om galak, om jahat, om marahin aku daan mommy,"
"Sayang jangan gitu dong kan omnya baik mau minta maaf sama Andra." kata mama Ririn ikut membujuk Andra.
"Ok tapi dengan satu syarat ?"
"Syaratnya apa ? kalau om sanggup pasti om lakuin."
Hening....
"Om harus jadi papinya Andra ?"
"Apa" kata Keisya dan Rangga bersamaan.
__ADS_1
"Sayang mommy nggak setuju, Andra apa apaan sih nak dan kamu ngomongnya ngelantur pasti Andra ngantuk, tidur gih sayang supaya pikiran Andra fresh nggak ngelantur lagi."
"Tapi My, Andra kan juga pengen punya papi, pingin disayang papi, kata teman-teman Andra nggak punya papi, Andra cuman peluk batu nisan bukan peluk papi, kalau Andra kangan papi, Andra ke makam papi. Makam nggak bisa peluk Andra. Andra pengen main bola bareng papi." Andra nangis sambil sesenggukan. Rangga yang ikut terenyuh hatinya pun nggak terasa memeluk Andra dengan penuh kasih sayang.