
Rahma, Lestari dan semuanya sudah berada di tempat yang sudah di siapkan tempat duduknya, Di sana sudah nampak panggung kecil dan karpet merah tebal untuk para Peserta duduk.
Rahma dan Lestari memilih duduk berdua, di posisi tengah kebetulan masih lumayan sepih karna belum banyak yang duduk.
" Nak yang sudah duduk tetap duduk ya, jangan kemana-mana, kalau mau ke Wc bilang aja ke ibu dan Ibu Dar ya." Ucap Ibu Yus kepada semua Siswa
"Baik Bu." Jawab mereka serempak.
Acara pun di mulai, Semua peserta pun berbaris di bawah panggung, Dengan di bimbing kk pemandu Acara kk tersebut, mengintruksi Siapa yang urutan pertama yang akan tampil, dan ada juga nomer yang di bagikan oleh kk Tersebut, ternyata yang di panggil Hanya pemenang Silat rombongan Dika, Dan masing-masing sekolah hanya mewakilkan juara 1 pemenang lomba saja, jadi Rahma dan Lestari pun tak ke sana, beserta juara 2 Taekwondo pun tak ikut mengambil no urut.
Setelah selesai, Dika dan lain nya pun kembali ke tempat duduk semula, dan menunggu giliran no urut mereka.
Sambil menunggu Rahma memfoto panggung yang bertuliskan Deka fest Competition, dan mengganti kamera depan memotret wajah Rahma, setelah itu Rahma mengajak Lestari dan mereka pun berfoto berdua.
__ADS_1
Tak lama Acara pun di mulai, Peserta pun mulai menunjukan bakat nya, Peserta pertama bernyanyi suara nya sangat merdu di telinga. sekarang bergantian buat para penari juga menampilkan bakat mereka.
"Untuk selanjut nya penampilan bakat Silat dari SMP Bakti Ibu 2 Palembang akan menampilkan pertunjukkan Silat mereka.
Dika, Rangga dan lainnya pun naik ke atas panggung dengan membawa pedang pendek di samping celana mereka masing-masing.
Rahma yang baru tau melihat mereka berbaris ikut kaget, pada saat mereka mengelurkan pedang pendek itu dari wadahnya.
"Swing."
" Huaaa," Penonton yang menyaksikan pun ikut tegang, begitupun para Guru Rahma, semuanya menutup mulut.
Dengan sigap, Dika menghindar dengan menundukan kepalanya, sehingga tak terkena, bergantian dnegan itu Dika juga mengeluarkan pedang kecil nya, dan mengarahkan nya ke Rangga, Rangga pun tak Diam ia mengelakan tangan nya, yang baru saja di arahkan pedang oleh Dika.
Setelah itu, mereka kembali ke posisi membentuk lingkaran dan sambil membentuk gerakan Silat, tak sampai Di situ Rangga kembali mengambil genteng yang pernah mereka hancurkan di Sekolah mereka, dan di sini kembali di hancurkan menggunakan tangan kosong, Tarr genteng pun hancur di atas panggung dan selesai mereka pun menundukan kepala mereka tanda pertunjukan telah selesai, setelah itu Dika dan Rangga pun membereskan bekas pecahan Genteng tadi yang berceceran.
__ADS_1
"Prok-prok." Tepuk tangan meriah menyambut mereka sungguh semyuman kagum dari semua ormag terpancar, Silat sangat lah menegangkan dan menyakitkan, tetapi bagi yang telah menguasai nya pasti sangat mudah dan tak terlalu menyakitkan lagi.
Dika dan Rangga mendekat ke Arah Ibu Dar dan Ibu Yus.
" Wah kalian keren, Itu tangan kalian gak sakit tadi hancurin ganteng nesar begituan?" Tanya Ibu Dar yang khawatir.
" Nggak sakit kok bu." Jawab Rangga santai.
" Iya bu, Gak papa ni lihat tangan aku." Dika pun menunjukan tangan nya ke Ibu Dar dan Ibu Yus.
" Bagus Deh klo gak apa-apa." Ibu Yus memegang tangan Dika.
" iya, Alhamdulillah nak kalo gitu." Ujar Bu Dar ikut lega.
Assalamualaikum Guys Hay²👋, aduh lama bener Author Update nya Maaf ya🙏🏻😊
__ADS_1