
Rahma di papah oleh Setya , tangan Setya memegang lengan Rahma mereka berjalan secara perlahan... tak terasa sudah sampai di depan kelas mereka, Setya yang teringat sudah di depan kelas langsung melepas kan rangkulan tanganya
"Setya.. gimana sudah ada ibu belum di dalam?" Tanya Rahma sambil mengintip-intip kelasnya
" Gak lah Rahma bel masuk aja belum, Hayuk masuk, Kamu masuk lah ke dalam duluan
"Iya" Rahma pun masuk ke dalam sedangkan Setya dia mengkuti Rahma dari belakang
"Rahma kamu kenapa?"Tanya July, Sukma Lestari dan Amel
" Gak papa kok cuma tadi kesandung aja " Jawab Rahma sambil memandangi ke empat temanya
" Kok bisa?" Tanya Sukma penasaran
" Nanti aja kita duduk dulu kasihan Rahma" Ujar Amel
" Eh iya ya, kita duduk dulu" Jawab Lestari menimpali
Mereka berlima pun duduk , Rahma pun menceritakan semua kejadian yang dia alami, tak terkecuali Setya yang menunggunya di luar UKS
" Wah Setya soswit nih," Ujar July sambil berbisik mereka duduk di kursi July yang lumayan jauh dari tempat duduk Rahma
"Stt, nanti Dia denger pelan-pelan aja ngomongnya" Sukma mengisyaratkan jari telunjuknya menyuruh July diam
" Aku ngomongya pelan ah tadi" Protes July
__ADS_1
" Sudah-sudah" Ujar Amel mererai berdebatan mereka
" Rahma, kok bisa ya kalian ketemu dan kebetulan lagi kalian pada tubrukan hha" Ejek Lestari sambil tertawa geli
" Enggak tau, Bisa pas banget numbur Dika padahal aku sudah ngerem pakek kaki kanan aku, masih aja tak terelakan
" hhhha , ngakak kayak motor dan mobil aja pakek ngerem" Ujar Sukma sambil terkekeh
" Hhhha"
Mereka tertawa sambil berbisik-bisik dan sampai bel berbunyi.....
Rahma kembali ke tempat duduknya, Setelah Rahma duduk Ibu memasuki kelasnya, dan pelajaran di mulai seperti biasanya hari ini mencatat materi yang ibu berikan di papan tulis mata pelajaran Seni Budaya
*
*
*
" Ayok Rahma kita jajan," Ujar July bersemangat
"Ayok"
"Eits kamu bisa tegak Rahma? apa lagi jalan ke kantin" Ujar Dini memberhentikan Rahma yang akan berdiri
__ADS_1
"Aku ini cuman leset aja Din, bukan patah tulang hha ada-ada saja kamu
" Yang di katakan Dini bener Rahma bukan masalah seperti patah tulang kamu gak bisa berdiri nanti takut nya kaki kamu bengkak loh dan lukanya gak kering" Jawab Lesatri menasehati Rahma
" Gini aja kamu di kelas Sama Lestari aja kami ber empat ke kantin, beliin makanan kalian " Saran Sukma
" Boleh juga , Aku nitip bakso bakar ya 2" Ujar Lestari memesan pesanan nya
" Kamu Rahma apa?" Tanya July
" Biasa Bakwan dua ya "
" Wokey kami ke kantin ya"
July, Sukma, Amel, Dini pergi ke kantin Rahma dan Lestari bercerita di kelas
" Tar kamu sudah ngeringkas Seni budaya Halaman 45?
" Belum ma, aku lesu banget deh banyak"
" Sama aku juga Belum memang banyak banget ya hadeh, Ibu gak beri keringan nan bab 8 kok banyak gitu mana 12 lembar lagi
" Iya ya , ibu gak ngerti penderitaan kita belum tugas yang lain, mana banyak juga
" Yaps capek banget, pingin kek kita ya seklai-kali di ajak jalan-jalan satu kelas
__ADS_1
" Iya Rahma bener"
Di Saat mereka sedang asyik bercerita dan berkeluh kesah Finel dan temanya memasuki kelas Rahma dengan tatapan sinis yang membuat Rahma dan Lesatari salimg menatap satu sama lain.