Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan

Kisah Persahabatan Yang Tak Terlupakan
89. Maju ke depan


__ADS_3

Suasana di kelas 8⁴ terasa mencekam, di saat Ibu Suli memasuki kelas, Kelas yang awal ceria penuh tawa kini tiba-tiba terdiam seketika. Mengingat Hari ini, Seluruh Siswa di perintahkan maju ke depan untuk menulis soal dan jawaban dan mengerjakan nya menggunakan Spidol yang di beli oleh siswa Masing-masing.


" Rahma Giamana ini? Deg-degan aku haduh." Ujar Lestari Di saat Ibu Sulis duduk di kursinya.


" Nggak tau, Aku juga bingung Aku juga ini Deg-degan huh." Jawab Rahma yang juga merasa kebingungan


" Yaudah kita baca bismillah aja deh." Saran Tari kepada Rahma.


" Bismillah, mudahkan lah kami di saat maju nanti Ya Allah." Rahma berdoa sambil mengangkat kedua telapak tangan nya.


" Aminn." Ucap mereka berdua secara bersamaan.

__ADS_1


" Gimana Yang Ibu perintahkan minggu kemarin tentang membeli spidol apakah kalian sudah beli, dan di bawa Hari ini?"Tanya Ibu Suli dengan teriakan nya.


" Bawak Bu."Jawab Semua Siswa secara bersamaan.


" Bagus, Soal yang kemarin kan sudah kita koreksi, Ibu liat Kalian sudah paham semua sepertinya, Jadi sekarang Tinggal ibu kasih soal yang lain lagi.


Seketika Wajah Semua Siswa menjadi cemas ada yang Segera membaca buku catatan Matematika mereka, Ada yang santuy dan gak perduli, biasanya sih absen paling bawah yang santuy kek gitu.


" Ibu Akan Memanggil lewat Absen, Secara Acak ya, Di mulai dari no Absen 7 maju ke depan." Ibu Suli menatap murid nya dan sambil menyebutkan nama Siswi tersebut." Bily Sinadi, maju ke depan


Seketika Billy menjadi cemas Lantaran nama dia yang di panggil duluan, Dengan segera ia memgambil spidolnya di dalam tas, dan segera berdiri mendekati Ibu sulis dengan perasaan campur aduk, Cemas dan gugup.

__ADS_1


" Ibu tulis soal nya nanti kamu tinggal jawab di bawahnya ya." Ujar Ibu Suli sambil mengambil spidol yang di atas meja dan mulai menulis kan soal nya.


" Baik Bu" Jawab Billy sambil tersenyum kaku.


Beberapa menit kemudian....


" Nih Udah soalnya, tinggal kamu isi di sini." Ibu Suli menunjuk Soal yang telah ia buat di papan tulis.


Bill mulai menatap soal tersebut sambil melongo, karna baginya ini sangat susah, di tatap nya Wajah Ibu Suli yang sedang menatap Billy di tempat duduk nya, tidak ada pilihan Billy pun mulai menuliskan jawaban nya, tidak tau benar atau salah yang penting ia sudah berusaha.


" Eh Gimana ini, kok jadi gini aku dapet hasil nya, hmm oooh iya ini di kali ini sama dengan 35." Billy bergumam di dalam hati sambil jari kiri nya pun ikut membantu menghitung menyelesaikan tugas.

__ADS_1


" Aduh pusing aku, dahlah pasrah aja ak cuma bisa sampe sini. Billy yang kehabisan cara mendapatkan isian nya memutuskan untuk tidak melanjutkan hasil akhirnya, karna hasil pertama aja ia sudah pusing kepala dan juga banyak memakan waktu." Bu sudah." Billy memanggil Ibu Suli yang sedang menulis juga di kertas satu lembar mencari isian dari Billy dan nantu akan ia cocokan, Namun belum selesai Ibu menuliskan Billy udah lebih dulu selesai.


" Wah cepet bener kamu Nak, Ibu aja baru mau nulis hasil akhir kamu udah selesai, mana sini ibu liat." Ibu Suli berdiri dan melihat hasil isian yang di cari Oleh Billy, Tiba-tiba Ibu Suli mengerutkan kening nya, dan menatap wajah Billy Heran.


__ADS_2